
Sesampainya dirumah,
“Kalian ganti pakaian dulu ya,kakak mau siapkan makanan untuk kalian.” ucap Var sambil memegang kedua bahu adiknya. “Baik kak!” Kedua adiknya berbicara dengan semangat,setelah itu berjalan ke kamar mereka untuk berganti pakaian. Var juga mencari bahan untuk dimasak.
Sementara ditempat Ern dan Vin,,
“Vin,aku merasa rindu pada Var.” Ern beralih melihat ke arah Vin. “Akan saya telepon sekarang,nona.” Vin segera mengeluarkan handphone dari saku jasnya dan segera mencari kontak bernama "Varyn." Ia pun menekan tombol telepon dan terlihat dari layarnya bahwa sedang menyambungkan. Setelah beberapa menit terdengar suara dari handphonenya “Nomor yang anda tuju tidak tersambung.” Telepon tersebut tidak diangkat oleh Var,karena ia sibuk memasak untuk kedua adiknya.
'Kenapa dia tidak mengangkat teleponnya?' Vin menekan tombol telepon itu untuk beberapa kali lagi,dan hasilnya masih sama ridak diangkat oleh Var. “Bagaimana? Apa dia mengangkatnya?” Ern.
“Mungkin dia sedang sibuk untuk sekarang,jadi tidak diangkat nona.”
Ern hanya mengangguk-angguk mengerti,sedangkan Vin melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sebentar.
Kembali ke Var dan adik adiknya.
“Bagaimana rasanya?” Var bertanya tentang masakannya pada Ar dan Len. “Enak kak.” jawab Len. Var tersenyum.pada Len dan beralih kearah Ar. “Bagimana menurutmu rasanya Ar?”
“Enak kak.”
“Baiklah kalian makan ya,kakak mau ke kamar dulu.” Kedua adiknya pun mengangguk dan dengan segera Var berjalan kekamarnya. Setelahnya,ia menutup pintu dan mengecek handphone miliknya. 'kak Vin meneleponku sebanyak 5 kali?' Var melihat sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
Beberapa menit kemudian,ia beralih ke aplikasi lain dan terlihat disitu ada audisi menjadi artis.
“Audisi menjadi artis? Digaji 50 juta perbulan!” Var terkejut saat membaca gaji pekerjaan itu dan ia ingin mencoba mendaftar,tetapi ia ingat adiknya.
Var keluar dari kamarnya, dan ia mendengar suara Len berbicara dengan seseorang.
“Yey kak Ray datang.” Len sangat merasa senang hingga ia memeluk Ray.
“Ray,kenapa kamu kesini?” tanya Var pada satu temannya itu. “Aku ingin bicara sesuatu padamu. Rayn kamu main sama Len ya.” Adiknya itu pun mengangguk patuh.
Diluar rumah,
“Tadi kamu bilang ingin mencoba daftar audisi itu kan?”
“Iya.”
“Apa kamu sudah mendaftar?” Var menggelengkan kepalanya pelan. “Kenapa?”
“Aku harus menjaga adikku,lagipula ibu dan ayahku juga sudah tidak ada.” Var menundukkan kepalanya. “Hei,apa kamu tidak menganggapku?” tanya Ray. “Apa maksudmu?”
“Aku temanmu,aku ada disini tapi kamu tidak meminta bantuanku sama sekali. Padahal aku kan bisa membantu menjaga adikmu.”
“Benar juga,tapi aku merasa kamu tidak bisa melakukan itu.” Var berbicara sambil tertawa. “Kamu pikir aku tidak bisa menjaga anak kecil? Aku hebat kok menjaga anak kecil.” Ray membanggakan dirinya pada Var.
“Kalau begitu kamu harus mendaftar audisi itu,tidak ada penolakan.”
“Baiklah.” Var pun mengambil handphonenya dan mencari audisi tadi,setelah ketemu ia mengetik mengatakan bahwa ia ingin mengikuti audisi tersebut. “Sudah,aku hanya perlu menunggu orang itu membalas pesanku.” ucap Var lagi.
__ADS_1
“Baiklah,aku akan datang lagi besok untuk mengantarmu ketempat audisi itu. Dan adikmu akan dijaga oleh Rayn.”
Var mengangguk setelahnya mereka pun masuk kedalam rumah.
Besoknya,
“Rayn,jaga Len dan Ar ya.”
“Iya.” Rayn menjawab dengan singkat padat dan jelas. “Baiklah,kami akan pergi dulu.”
Mereka pun berjalan kearah tempat Ray meninggalkan mobilnya.
“Apa menurutmu aku akan diterima?” tanya Var pada temannya. “Tentu saja,kamu hanya perlu percaya diri saja.”
Sesampai ditempat audisi,
“Apa kamu Varyn Arletta yang ingin mendaftar menjadi artis diperusahaan tuan Sky?”
“Iya,dengan saya sendiri.”
“Baik,silahkan naik ke lantai 5 lalu berjalan ke kiri setelah itu belok kearah kanan dan berjalan lurus setelah itu anda akan sampai.”
“Baik.” Var dan Ray berjalan ke tempat yang dimaksud perempuan tadi. “Lantainya banyak banget sih,mana harus kelantai 5 lagi.” Ray mengeluh.
Sementara ditempat Rayn,Len dan Ar
“Ar gak berat,kak Rayn aja yang lemah.”
“Terserahmu lah.” Rayn merangkak dengan perlahan-lahan. “Kak Rayn lambat banget,yang cepat dong.”
“Kalau mau cepat ya jalan sendiri.”
“Sudahlah,Ar mau jalan sendiri saja. Kak Rayn lambat seperti siput.”
“Dari tadi dong berdirinya. Pegal nih punggung ku.” Ia mengeluh tentang punggungnya pada Ar. “Baru begitu saja sudah pegal. Lemah banget sih.”
“Sudahlah,aku malas bicara padamu.”
“Memang aku minta kamu bicara padaku?”
“Kalian bisa diam tidak!” Len berteriak dengn sangat kuat pada Rayn dan Ar. “Eh kaget.” Ar memegang dadanya. “Len lagi belajar tau,kalian bising!”
“Iya,iya maaf.”
“Ayo keluar kak. Len menakutkan.” Ar berjalan sambil mendorong Rayn untuk keluar.
Diluar kamar,
“Len menakutkan.”
__ADS_1
“Memang begitu,dia akan marah jika saat dia belajar ada keributan.”
“Tapi dia sangat menakutkan. Padahal tadi dia senang senang saja dan mendadak menyeramkan.”
Mereka pun bemain diluar karena takut jika mengganggu Len yang sedang belajar.
Ditempat Ern
“Ma,sebentar lagi Kana ulangtahun. Apa yang harus ku berikan? Aku sudah menyiapkan lukisan,tapi apa lagi yang harus ku berikan?” Lagi lagi pertanyaan yang sama tetapi berbeda orang yang ditanya. “Cintamu.” Jawab mama Ern dengan candaan. “Lah,kami tidak suka sejenis ma.”
“Haha,tambahkan saja gantungan kunci.”
“Benar juga,terimakasih ma.” Ern berdiri lalu mencium pipi mamanya,setelahnya ia berlari kekamarnya.
Sesampai dikamar,ia mengambil uang dan memakai jaket. Setelah selesai ia pun turun kembali kebawah.
“Ma,Ern pergi beli dulu ya.”
“Iya,hati hati.”
Ern pun berjalan ke toko tempat dijual gantungan kunci.
Kembali ke Var dan Ray,
“Melelahkan sekali.” Var berjalan keluar dari ruangan tuan Sky. “Bagaimana,apa kamu diterima?”
“Iya,dan katanya aku akan debut digrup ***** dengan 3 anggota termasuk aku jadi 4 anggota.”
“Baguslah,semangat ya kamu pasti bisa kok.”
“Terimakasih Ray.”
“Oh iya,kapan kalian akan tampil dipanggung?”
“Kalau tidak salah 1 minggu lagi.”
“Jangan lupakan aku jika sudah sukses ya.”
“Tenang saja,aku tidak akan melupakanmu.”
Mereka pun berjalan kearah tempat Ray menghentikan mobilnya. Setelah mereka masuk kedalam mobil,Ray menjalankan mobilnya.
“Siapa saja anggota digrup itu?” Ray bertanya kembali saat sudah menyalakan mobilnya. “Jenny,Grace,Villy.” Var menyebutkan nama teman perempuan digrup nya itu.
“Oh iya Ray,apa kamu tau? Jenny sangat keren,dia sangat percaya diri.”
“Benarkah?”
“Iya,dia menyapa dan tersenyum padaku. Aaa rasanya aku ingin pingsan saat melihat senyumnya.”
__ADS_1