Nona Pelukis

Nona Pelukis
Bantuan?


__ADS_3

Vin pun mengangkat telepon tersebut,


“Vin,apa kamu boleh menemuiku?”


“Untuk apa?”


“Aku ingin mengatakan sesuatu”


“Aku sibuk”


“Aku tidak akan menerima penolakan,ku tunggu di cafe” Setelah itu telepon pun di matikan,membuat Vin mendengus kesal.


“Cih,menganggu sekali” Vin pun bergegas mengganti baju,lalu membawa kunci mobil dan hp nya menuju ke cafe.


Di cafe


Vin pun masuk setelah itu menyebutkan nomor meja yang di maksud,setelah itu Vin diantar oleh pelayan.


“Vin,kamu sudah sampai”


“Cepatlah katakan” Ucap Vin sambil menarik kursi.


“Tolong bantu aku untuk dekat dengan Ern lagi”


“Jika itu bukan hal penting aku akan pergi”


“Hei tunggu! Jangan pergi Vin”


Vin tidak peduli dengan itu dan berjalan dengan santai ke tempat parkiran. Setelah sampai Vin membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi. Menyalakan mobil dan pergi dari cafe tersebut.


“Dasar! Enak saja memintaku untuk mendekatkan Nona dengannya setelah menyakiti Nona dulu” Vin terlihat kesal.


Di masa lalu

__ADS_1


“Selamat siang tuan Hataro”


“Ada apa datang kemari” Ucap Hataro yang seolah olah tak menerima Ern disini,membuat Vin sedikit kesal.


“Tidak ada hanya saja saya ingin memberikan sumbangan untuk perusahaan anda” Ucap Ern sambil menyerahkan uang tersebut. Tetapi tidak di terima dengan baik oleh Hataro.


“Apa-apaan ini! Untuk apa kau memberi uang kepadaku,apa kau pikir aku ini pengemis?!” Ucap Hataro sambil melempar uang ke wajah Ern. Dan asisten Vin yang melihat itu pun langsung memukul Hataro karena kesal.


“Apa yang anda lakukan?! Berani sekali anda melempar uang ke wajah Nona!” Ucap Vin sambil memukul Hataro.


“Kenapa apa kau tidak senang?” Ucap Hataro sambil memegang wajah nya yang sudah di pukul Vin. “Aku tidak butuh bantuan kalian! Aku bisa mengembalikan perusahaan ini seperti semula tanpa bantuan dari orang tidak berguna seperti kalian!” Ucap Hataro lancang.


Vin ingin kembali memukul lagi tetapi Ern menahan Vin.


“Sudahlah Vin jangan membuat keributan,ayo kembali ke perusahaan”


Vin pun mengatur napasnya, “Baik Nona”.


Vin kembali ke apartement berbintang 5 tersebut,dan masuk ke tempat VVIP nya. Setelah itu ia pun mengganti pakaian nya lagi lalu tidur.


Pagi nya


Vin bangun dan pergi ke kamar mandi,setelah itu menggunakan pakaian kerja nya. Setelah itu mengambil hp dan kunci mobil,lalu bergegas ke kediaman keluarga Ern.


Di kediaman keluarga Ern


Vin menunggu di depan gerbang,beberapa menit kemudian Ern datang dan berjalan menuju tempat Vin menunggu.


“Selamat pagi Nona” Ucap Vin sambil membuka pintu mobil. Setelah Ern masuk Vin menutup pintu mobil dan duduk di belakang kemudi.


“Maaf aku lama”


“Itu bukan masalah besar Nona”

__ADS_1


Saat di perjalanan


“Vin”


“Iya Nona?”


“Apa semalam Hataro menyuruhmu mendatanginya?”


“Nona,bagaimana anda bisa mengetahui itu?”


“Apa yang di inginkan nya?” Bukannya menjawab tetapi Ern malah bertanya balik.


“Ia ingin saya membantunya untuk mendekati anda”


“Untuk apa?”


“Saya tidak tau Nona”


“Bagaimana kamu bisa tidak tau? Kamu benar benar menemuinya semalam bukan?” Tanya Ern.


“Iya Nona”


“Kalau begitu bagaimana kamu bisa tidak tau?”


“Saya meninggalkan nya setelah ia meminta bantuan saya Nona”


“Kenapa kamu tidak mendengarkan nya hingga selesai?”


“Saya mengantuk Nona”


“Ternyata hobi mu itu tidur ya”


'Terserah mu Nona,terserah mu' Pikiran Vin

__ADS_1


__ADS_2