Nona Pelukis

Nona Pelukis
Marah di cafe


__ADS_3

Vin pun menyetir mobil menuju apartement nya. Saat sedang menyetir tiba tiba ada segerombongan anak penjual balon.


“Kak,tolong beli balon kami”


“Berapa harganya?”


“5.000rb satu kak”


“Aku beli semua” Ucap Vin sambil mengambil uang di dompetnya.


“Baik kak” Vin membayar dan keluar dari mobil membuka garasi dan anak penjual balon tersebut meletakkan balon tersebut di sana. “Terimakasih kak” Mereka menunduk dan pergi.


Sedangkan Var tercenggang melihat Vin membeli balon sebanyak itu. “Kak,kenapa kakak membeli balon sebanyak ini?”


“Bukan urusanmu”


“Ish,terserahmu lah kak”


Di pemberhentian lampu merah


Vin melihat ada anak yang merengek meminta balon pada orangtuanya,dan Vin yang melihat itu langsung keluar dari mobil mendekati anak tersebut.


“Permisi,kenapa anak anda menangis?”


“Tidak apa apa hanya menangis meminta balon”


“Kalau begitu bisa ikut saya sebentar?”


“Ingin kemana?” Vin tidak memperdulikan pertanyaan tersebut,malah berjalan ke mobilnya dan membuka garasi.

__ADS_1


“Ambillah balon yang kamu mau” Ucap Vin pada anak tersebut. Dan anak tersebut langsung mengambil balon yang ia inginkan.


“Terimakasih,balonnya” Ucap ibu dari anak tersebut. Dan Vin seperti biasa menjawab dengan anggukan.


Vin pun pergi ke cafe milik Van,dan ia bertemu anak yang ingin membeli balon tersebut lagi. Hingga Vin memberi balon tersebut.


Di cafe Van


“Halo Vin,kamu datang lagi bersama Var? Ada apa?”


“Kak,ambil balon di garasi mobil untuk anakmu”


“Balon? Baiklah”


Vin memberi kunci mobil pada Van. Setelah itu Vin duduk di satu meja menunggu Van kembali. Sedangkan Var berdiri di samping Vin.


“Apa kamu mau terus berdiri disitu? Duduklah” Mendengar itu Var langsung duduk di depan Vin. Beberapa menit kemudian Van kembali,dan mengembalikan kunci mobil pada Vin.


“Membeli dari anak penjual balon.”


“Ooh,ku pikir kamu mencuri Vin” Ucap Van yang mendapat tatapan tajam dari Vin. “Bercanda Vin bercanda hahah”


“Untuk apa aku mencuri balon,tidak berguna”


“Ya,ya kakak tau” Saat mereka sedang mengobrol tiba tiba.


Brakk


Pintu di labrak oleh Ariel.

__ADS_1


'Eh,kenapa Riel ada disini bersama Xian?'


“Sayang,kenapa kamu kesini?”


“Kenapa katamu? Apa kamu tau aku dan Arxiana hampir mati kelaparan menunggumu tau tidak?”


“Mati kelaparan?”


“Kamu bilang kita makan malam di restoran Harimau,sudah kutunggu sejak 2 jam lalu tau tidak!”


“Ah sayang maaf ayo kita makan sekarang ya” Ucap Van sambil membawa istri dan anaknya ke meja.


Vin dan Var diam melihat itu. Beberapa menit kemudian,Van kembali dengan membawa beberapa piring makanan.


“Kamu pikir aku dan Xian bisa menghabiskan makanan sebanyak ini?”


Beberapa saat kemudian


Makanan di meja telah habis di makan oleh Riel dan Xian.


'Katanya banyak tapi habis juga' Pikiran Van.


“Kenapa?” Ariella bersuara. “Tidak apa sayang,apa kamu masih lapar? Xian apa kamu masih lapar?” Tanya Van yang di jawab gelengan dari Xian.


“Kamu pikir aku masih lapar setelah makan sebanyak ini hah!” Kesal Riel. “Tidak sayang,jangan marah lagi ya ayo kita pulang ke rumah sekarang.” Ajak Van pada istri dan anaknya. “Vin aku titip cafe ku padamu ya” Van memberi kunci cafe nya pada Vin.


“Vann! Apa kamu benar benar tidak mau pulang!”


“Iya sayang aku datang,Vin aku titip ya dah” Ucap Van pergi menyusul istri dan anaknya.

__ADS_1


'Cih,kenapa harus aku yang selalu disuruh!'


Instagram : @evelyn_ryuu


__ADS_2