Nona Pelukis

Nona Pelukis
Apa kamu terpesona karena ketampanan ku?


__ADS_3

“Kamu siapa? Kenapa memanggilku ibu?” Tanya seorang ibu ibu dari seberang sana. 'Hah! Jadi ini bukan ibu?' Var melihat ke arah Vin,dan terlihat ia sedang tertawa sambil bersandar di dinding.


“Ah,maaf mungkin saya salah nomor.” Var mematikan telepon tersebut dan melihat ke arah Vin. “Kakak! Kenapa tidak bilang padaku kalau itu bukan ibu!”


“Hahah,kamu bilang ingin menelpon ibumu kan?” Vin masih saja tertawa meledek Var. “Tapi itu bukan ibuku kak!” Var memukul bahu Vin berulang. “Berhenti tertawa!”


Dan beberapa menit kemudian.


“Sudahlah! Aku akan tidur saja.” Ucap Var berjalan menuju kamar tamu meningalkan Vin. “Tidurlah,besok kamu harus kembali.” Var berhenti berjalan saat Vin mengatakan itu. “Kembali kemana?”


“Tentu saja kerumahmu. Memang kamu rela meninggalkan ibumu dan tetap tinggal disini.”


“Tidak sih,tapi kan ibu bilang aku boleh tinggal disini selama 1 bulan. Sedangkan aku masih disini selama 2 hari.” Jawab Var sambil membuka hpnya. “Jika terlalu lama disini nanti bisa bisa betulan jatuh cinta denganku.”


“Apasih kak! Dari tadi pagi bilang jatuh cinta mu terus tidak ada kata lain apa.” Var menoleh melihat Vin dengan tatapan yang sulit di artikan. “Kenapa melihatku? Apa kamu terpesona dengan ke tampanan ku?” Tanya Vin. 'Terpesona aku terpesona eh sadar Var!'


“Percaya diri sekali kamu kak.” Walaupun mulutnya berkata begitu tetapi hatinya memang merasa sedikit terpesona. “Sudahlah,aku lelah.” Var benar benar masuk ke dalam kamar tamu dan meninggalkan Vin. 'Lucu juga.' Hati Vin berkata begitu tetapi Vin langsung menampar pipinya ketika ia sadar. “Apa yang ku pikirkan kenapa aku bisa berpikir bahwa dia lucu.”

__ADS_1


Vin pun meninggalkan ruang tamu dan masuk ke kamarnya. Hari yang panjang telah di kewati oleh Vin dan ia pun beristirahat untuk memulai hari yang baru di ke esokan harinya.


Pagi nya


Seperti biasa menunggu Ern. Setelah itu ke kantor dan melakukan pekerjaan dengan biasa.


'Sudah beberapa hari aku tidak melukis. Dan sekarang apa yang harus ku lukis ya.' Pikiran Ern sedang berpikir keras. “Nona,apa ada yang sedang anda pikirkan?” Tanya Var pada Ern. “Tidak ada,oh iya bagaimana dengan luka mu?” Var lupa dengan luka nya dan mengecek. “Sudah baik baik saja Nona”


“Bagus lah.”


“Beberapa hari ini aku tidak melukis sama sekali,apa kamu ada ide mengenai hal yang harus ku lukis?” Ern bertanya sekaligus bercerita. “Bagaimana jika sungai Nona?”


“Hutan? Beri aku lebih banyak ide Vin!”


“Baik Nona,di hutan tersebut ada pohon-”


“Aku juga tau kalau di hutan ada pohon! Apa kamu pikir aku anak kecil. Kamu mengatakan Var bodoh sedangkan kamu jauh lebih bodoh dari nya.” Ucapan Ern membuat Vin mengeram kesal. 'Apa! Setidaknya dengarkan aku berbicar sampai selesai dulu,kenapa memotong kata kataku!' Sedangkan Var terliat menahan tawanya.

__ADS_1


“Iya Nona.” Dan pasrah adalah jalan satu satunya bagi Vin.


Di perusahaan


“Selamat datang Nona.” Karyawan waktu itu menyapa lagi untuk ke sekian kalinya. “Ada sekretaris tuan Hataro yang menunggu anda.” Vin memberhentikan jalannya membuat karyawan tersebut merasa takut seperti menonton film horor sendirian di bioskop. “Apa yang di inginkan oleh nya?”


“Saya tidak tau Tuan.”


“Kembali bekerja sana.”


“Baik.” Setelah karyawan tersebut pergi,Vin melihat ke arah Var. “Apa kamu akan terus disitu? Ikut aku.”


Instagram : @evelyn_ryuu


Mohon maaf ya baru up sekarang,soalnya lagi agak pusing mikirin kelompok Mtk :)


Dan tolong komen ya, soalnya komennya selalu sepi dari bab 1 :')

__ADS_1


__ADS_2