Nona Pelukis

Nona Pelukis
Susahnya Menjadi Orangtua


__ADS_3

“Sebentar lagi kak. Ar masih ngantuk.” Ar pun menarik selimutnya untuk menutupi semua tubuhnya. Dan Var hanya mnsrik nafas lalu beralih membangunkan Len. “Len masih ngantuk kak.” Len berbicara duluan padahal Var belum mengatakan apa apa.


“Tapi kalian akan terlambat kesekolah. Lagipula kalian juga bisa lanjut tidur setelah pulang sekolah.”


“Baiklah kak,Len bangun.” Akhirnya satu anak berhasik dibangunkan oleh Var dan tersisa satu anak lagi. “Ar kamu juga bangun.”


“Iya kak.” Ar pun berjalan kekamar mandi mengikuti Len. “Susah juga ternyata membangunkan dua anak. Ibu dulu sangat hebat bisa membangunkan ketiga anaknya untuk kesekolah.”


Setelah Ar dan Len selesai mandi,mereka pun sarapan dan bersiap untuk kesekolah.


“Ar,Len apa sudah selesai?”


“Sebentar lagi kak.” Teriak Len dari kamarnya. “Kak,Ar sudah selesai.”


“Ah iya Ar.” Beberapa menit kemudian,Len masih belum muncul juga. “Len,masih lama? 5 menit lagi kalian akan terlambat.”


“Iya kak,Len sudah selesai.”


“Lama banget sih kamu Len. Seperti ibu ibu yang lagi tawar menawar harga cabai dipasar.”


“Memangnya kenapa? Biasa kan perempuan seperti itu.”


“Tapi kak Var tidak seperti itu.”


“Kan beda orang.”


“Yasudah,kalau begitu kenapa mengapa membawa nama kak Var?”

__ADS_1


“Lagiankan Len hnya bilang semua perempuan juga begitu.”


“Sudah sudah jangan bertengkar Ar,Len.” Var melerai pertengkaran kecil diantara adik adiknya.


“Iya kak.”


Sesampainya disekolah Ar dan Len.


“Dadah,belajar yang giat ya.”


“Iya kak.” Setelah Ar dan Len masuk kesekolah Var langsung bergegas ke kampusnya. “Aku harus segera ke kampus sebelum terlambat.”


Dikampus


Var melihat lapangan dan lorong tidak ada orang,juga terlihat semua orang telah berada dikelasnya masing masing. Var pun sampai dikelasnya. “Maaf pak saya terlambat.”


Saat istirahat


“Var,kenapa kamu hari ini terlambat? Biasanya kan kamu tidak pernah terlambat.”


“Tidak ada,aku terlambat bangun hari ini.”


“Benarkah?” Var mengangguk tanda menjawab. “Oh iya ala kamu sudah menyelesaikan tugas skripsi? Hari ini dikumpul.”


“Benarkah? Aku lupa mengerjakan tugas itu.” Var memegang kepalanya panik.


Dikelas

__ADS_1


“Tugas skripsi minggu lalu kumpulkan sekarang. Tapi sebelum itu berdiri yang belum mengerjakan tugas itu.” Dikelas itu Var menjadi satu satunya orang yang tidak mengerjakan tugas tersebut. “Varyn? Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas skripsi itu?”


“Saya lupa mengerjakan tugas itu pak.”


“Setelah kelas selesai bersihkan lapangan sekolah.”


“Baik pak.”


“Duduklah.” Var pun duduk setelah mendengar perintah itu. Begitu pulang sekolah,Var langsung membersihkan lapangan sekolah yang luas itu.


'Aku harus cepat menyelesaikan hukuman ini,Ar dan Len pasti sudah lama menungguku.'


Setelah menyelesaikan hukuman,Var langsung kesekolah Ar dan Len untuk menjemput mereka.


“Ar,Len tunggu kakak sampai kesekolah kalian.”


Sesampai disekolah Ar dan Len


“Kakak!”


“Ar,Len maaf kakak terlambat menjemput kalian.”


“Tidak apa kak.”


Mereka pun pulang kerumah.


“Kalian makanlah dulu,nanti kakak akan makan.” Var sudah selesai memasak dan ia masuk kekamarnya.

__ADS_1


'Sepertinya aku perlu bekerja untuk bisa menghidupi dan menyekolahkan Ar dan Len. Tapi aku harus kerja apa? Ah iya ibu kan membuka toko. Tetapi aku juga harus ke kampus. Apa aku harus berhenti kuliah ya.'


__ADS_2