Nona Pelukis

Nona Pelukis
Telepon dari Ibu


__ADS_3

Suara dari tv : Sebentar lagi akan mencapai gol dan uh sayang sekali bolanya telah direbut balik oleh tim lawan.


“Ambil lagi bolanya. Jangan mau kalah heh!” Sekarang giliran Vin tang berisik ketika menonton sepak bola. “Bisa diam tidak sih,menonton bola saja ribut.” Var mengulangi kata kata Vin yang disampaikan oleh dirinya tadi.


Drett drett


Terdengar ada telepon yang masuk dari handphone Var. Dan terlihat nama kontak penelepon tersebut “Ibu❤”


“Halo bu,kenapa meneleponku malam malam begini?”


“Ayahmu kecelakaan dan sedang koma dirumah sakit.”


“Apa! Kenapa bisa bu?”


“Ibu juga tidak tau tadi barusan ibu ditelpon pihak rumah sakit ikan.”


“Baiklah,Var besok akan kesana.” Var langsung mematikan telepon tersebut,mengatakan sesuatu dan mauk kekamar tamu. “Kak,besok aku akan kembali.”


“Apa ada yang terjadi?”


“Tidak ada.” Var langsung menutup pintu nya,membuat Vin heran dengan sifatnya yang tiba tiba berubah murung. Dan tanpa lama Vin langsung mematikan tv tersebut dan masuk ke kamarnya.


Besoknya


Var sudah berkemas untuk kembali kerumahnya.


“Apa tidak bisa siang saja?”

__ADS_1


“Tidak,aku harus kembali pagi ini juga.” Var langsung menarik kopernya dan berjalan keluar dari apartement Vin. “Aku akan kembali ketika ada waktu.”


“Baiklah.”


Var memesan taxi yang lewat didepan apartement Vin.


Sementara di depan gerbang rumah Ern


“Selamat pagi nona.”


“Selamat pagi Vin juga Var. Eh kemana Var?”


“Dia kembali ke keluarganya nona.”


“Maksud?”


“Kenapa? Apa terjadi sesuatu?”


“Sepertinya libur kuliahnya dipercepat selesai nona.”


“Ah dia masih kuliah ternyata,ya sudahlah biarkan dia kuliah hingga tamat.” Ern masuk kemobil setelah mengatakan itu.


Sementara ditempat Var


'Ayah,ibu tunggu aku. Aku akan segera datang kesana.'


“Pak,bisakah anda mengemudi lebih cepat? Keluarga saya dalam bahaya.”

__ADS_1


“Aku tidak bisa mengemudi dengan cepat. Nanti bisa terjadi apa apa denganmu.”


1 jam kemudian,Var telah sampai dirumah sakit ikan.


Ia langsung membayar biaya taxi tersebut dan masuk kedalam ke rumah sakit itu.


“Resepsionis,apa anda tau dimana ruangan ayah saya?”


“Siapa nama ayah anda?” Tanya resepsionis tersebut,dan Var pun menyebutkan nama ayahnya.


“Ayah anda berada diruang ICU disebelah sana.” Resepsionis tersebut menunjuk tempat dimana ruang ICU berada. “Baik,terimakasih.” Var langsung berjalan dengan cepat ke tempat yang ditunjuk oleh resepsionis tersebut.


Ia melihat ibunya yang duduk didepan ruang ICU. Juga adik adiknya yang duduk disamping ibunya.


“Ibu.” Var berbicara dengan lirih saat menyadari bahwa ibunya sedang menangis terisak. “Var,kau sudah sampai.” Ibunya pun segera mengahapus air matanya. “Bagaimana keadaan ayah ma?” Sekarang giliran Var yang akan menangis.


“Ayahmu masih berada diruang ICU,tadi dokter masuk untuk menangani ayahmu.” Ibu pun menangis kembali.


Beberapa saat kemudian,dokter keluar dari ruang ICU.


“Bagaimana keadaan ayah saya dok?”


“Maaf,tapi pasien tidak dapat diselamatkan.” Ibu pun semakin menangis terisak.


“Tidak mungkin! Biarkan aku masuk dan melihat suamiku!” Ibunya Var mendorong dokter agar ia bisa melihat suaminya. “Ibu,tunggu.” Var mencoba menahan ibunya tapi hasilnya nihil.


Dipemakaman ayah Var

__ADS_1


“Sayang,kenapa kau pergi sangat cepat,kau bilang akan tidak akan pergi jauh dariku! Kau bilang kau akan menjagaku! Kau mengingkari janji yang kau buat sendiri.”


__ADS_2