
“Vin,apa yang kamu lakukan di situ?” Ern melihat Vin yang berdiri termenung di depan pintu dengan melihat ke arah Var. Dan begitu Ern bertanya,Vin seketika langsung mendapat konsentrasi nya kembali.
“Tidak ada Nona.” Vin berjalan masuk ke ruangan Ern sambil melirik ke Var.
“Ada apa kak? Kenapa melirikku?” Tanya Var saat Vin ketahuan melirik padanya. “Percaya diri sekali kamu.” Vin meletakkan nampan berisi jus alpukat untuk Ern.
'Sial kenapa aku harus ketahuan sih.' Pikiran Vin. “Jangan melirik Var seperti itu nanti kamu bisa jatuh cinta padanya Vin hahah.” Ern berbicara sambil tertawa. “Itu tidak mungkin Nona.”
“Kenapa tidak mungkin? Bisa saja kamu sudah jatuh cinta padanya lebih awal kan?” Ern berkata lagi. “Saya tidak akan jatuh cinta pada perempuan tidak jelas dan bodoh sepertinya Nona.”
“Kamu mungkin mengatakannya tidak jelas sekarang,tapi mungkin suatu saat nanti kamu jatuh cinta padanya.” Ern berbicara lagi setelah meminum jus alpukat miliknya. “Nona,tolong berhenti berpikir tentang jatuh cinta.”
“Kenapa?” Ern bertanya. “Maaf tidak jadi Nona.”
'Tidak jelas sekali.' Ucap Ern dalam pikirannya. Sedangkan Var yang sedang di bicarakan dari tadi.
'Tolong berhenti membicarakan diriku,apa kalian tahu bahwa dari tadi telingaku panas?' Var bertanya dalam pikiran dan bisa jadi ia juga menangis dalam hati kecilnya.
__ADS_1
Setelah Vin mengantar Ern kembali ke rumahnya, di perjalanan.
“Apa yang kamu katakan pada Nona sewaktu di kantor?” Vin bertanya. “Memang apa yang kulakukan?” Pertanyaan Var membuat Vin mengerutkan dahi nya. “Aku kan hanya menjawab pertanyaan Nona.”
“Apa yang Nona tanyakan?” Tanya Vin. “Rahasia kak”
Vin tiba tiba menghentikan mobilnya saat Var mengatakan rahasia.
'Apa! Kenapa mengehentikan mobilnya apa kamu ingin membuangku karena jawaban tadi.'
“Kenapa kak? Apa ada sesuatu?” Vin tidak menjawab dan keluar dari mobil,ternyata Vin dari tadi mengemudikan mobil ke sebuah taman. “Keluar.” Vin berbicara saat sudah keluar tanpa menutup pintu. “Kenapa?” Var belum keluar dari mobil.
'Sabar Varyn,sabar. Memang aku sebagai adik sepupunya harus selalu sabar ya'
Mereka pun berjalan beberapa meter dari tempat parkir mobil mereka. Dan tiba di suatu tempat. 'Apa ini. Kenapa mengajakku ke bank?'
Vin memasukkan kartu nya dan memencet kode pin,setelah itu baru memasukkan jumlah uang yang ingin di ambil nya. Setelah mengambil uang ia pergi ke toko dan membeli susu cokelat.
__ADS_1
'Woah,aku baru tau jika kak Vin suka minum susu cokelat.' Vin yang merasa di lihat berbicara. “Jangan melihatku. Jika kamu jatuh cinta padaku itu akan merepotkan.”
'Apasih. Kenapa harus bawa bawa jatuh cinta!'
“Aku tidak akan jatuh cinta pada mu kak.”
“Baguslah jika kamu sadar diri.” Mereka pun kembali ke mobil setelah membayar dan bergegas untuk pulang.
Seperti biasa di apartement,selalu ada pertengkaran sebelum mereka istirahat.
“Tidur sana! Jangan mengganggu ku.” Ucap Vin yang terdengar sedang mengusir. “Tidak mau! Aku ingin berbicara pada ibuku!”
“Tidak boleh! Aku yang akan mengangkat telepon tersebut dan berbicara pada bibi.” Vin mengangkat telepon tersebut dan terdengar suara. “Halo,Daran. Ibu merindukanmu,apa kmau merindukan ibu?”
'Hah!'
“Ambil ini. Bicara pada ibumu sana.” Var mengambil. “Ibu.”
__ADS_1
Instagram : @evelyn_ryuu