Nona Pelukis

Nona Pelukis
Mencari Kotak #1


__ADS_3

“Untuk apa membantu bibi? Bukankah sudah ada paman?”


“Tapi tetap saja ibu butuh bantuanku.” Apalagi ayah juga sudah memiliki pekerjaan baru. Itu membuat ayah jarang membantu ibu menjaga toko.”


“Bukankah ada adikmu?”


“Mereka tidak diperbolehkan ibu untuk membantu,karena ibu tidak ingin mereka tidak fokus belajar.”


“Baiklah.”


Keesokan harinya


Vin menunggu didepan gebang rumah Ern seperti biasa.


“Kemana Var?Kenapa dia tidak ikut denganmu?” Vin tidak menjawab pertanyaan Ern dan hanya mengatakan. “Silahkan masuk nona.” Vin berjalan kesamping satu jengkal dari pintu mobil yang sedari tadi terbuka.


“Vin.Katakan kemana Var pergi?”


“Dia disitu nona,dia bermain dengan kucing.” Ern langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Vin. Dan benar saja Var sedang bermain dengan kucing. “Eh kok Var bisa disitu?”


“Dia memang sudah disitu saat sebelu anda datang.” Kata kata Vin membuat Ern menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal. “Lagipula anda pikir kemana dia akan pergi nona hingga anda panik?”

__ADS_1


“Apa! Aku kan hanya bertanya.” Ern menjauh dari Vin dan berjalan mendekat kearah Var. “Var,kenapa kamu disini?”


Var yang sedang bermain dengan kucing pun kaget karena Ern tiba tiba berada disampingnya. Setelahnya Var langsung berdiri dan menundukkan kepalanya berkata. “Selamat pagi nona.”


“Pagi juga Var.Kenapa kamu disini?” Ern masih bertanya dengan pertanyaan yang sama. “Saya hanya bermain dengan kucing ini nona.”


“Ooh,kalau begitu ayo masuk kemobil,kita akan terlambat jika terlalu lama disini.”


“Baik nona.” Ern pun berjalan kembali ketempat semula dan masuk kemobil,sedangkan Var berjongkok dan mengelus kepala kucing tersebut. “Sampai jumpa lagi nanti ya kucing.” Setelahnya ia langsung berjalan setengah berlari kearah mobil dan masuk.


Setelah Ern dan Var masuk Vin pun langung masuk dan duduk dibelakang kemudi.


Diperjalanan ke perusahaan.


“Sudah nona.”


“Bagus.” Setelah itu mereka pun tidak bersuara lagi dan hanya fokus keperjalanan menuju perusahaan.Tetapi tidak dengan Var,ia memikirkan kepulangannya yang tersisa 6 hari lagi.


Ditempat mama dan papa Ern.


“Pa,Ern sudah berangkat keperusahaannya. Ini adalah waktu yang tepat untuk membuka kotak tersebut.” Kata mama Ern pada suaminya. “Iya ma,ini kesempatan yang bagus.” Pasangan suami istri itupun berjalan kearah kamar anak tunggalnya,sesudahnya didalam kamar,mereka pun mencari kotak tersebut.

__ADS_1


“Pa,kemana kotak semalam kok tidak ada disini?”


“Masa sih tidak ada.Pasti ada,kamu itu yang cepat menyerah.”


“Iya memang tidak ada pa.Cobalah cari kalau menurut papa memang ada.”


“Oke,kecil ini tuh.Papa dulu pernah ikut lomba mencari barang hilang.”


“Hah?Terus gimana juara?”


“Juara lah,papa ini memang hebat.”


“Yasudah cari lah sampai ketemu.”


Papa Ern pun mencari kotak yang dikamar tersebut tapi tidak ketemu dan akhirnya ia menyerah. “Eh,ada ketemu pa?”


“Tidak ada ma.”


“Ish papa ini katanya dulu juara cari barang hilang. Tapi cari barang seperti ini aja gak ketemu.”


“Iyalah orang barangnya semua dibawah temoat tidur.” Tiba tiba papa juga mama Ern terdiam dan sepertinya mereka terpikir satu hal.

__ADS_1


“Kotaknya dibawah tempat tidur!” Ucap papa dan mama Ern bersamaan. Mereka langsung turun dari tempat tidur dan mengecek dibawah temoat yang mereka katakan tetapi tetap hasilnya tidak ada. “Hah! Dimana sih Ern simpan kotak itu!” Kesal papa Ern.


__ADS_2