Nona Pelukis

Nona Pelukis
Hadiah Ulangtahun


__ADS_3

“Benarkah?” Tanya Var ragu ragu. “Tentu saja. Lagipula untuk apa aku berbohong.” Ern berbicara sambil tersenyum.


“Menurutmu hadiah apa yang harus ku berikan?”


“Hmm,kenapa anda tidak melukis untuknya. Anda kan sangat hebat dalam melukis.” Pendapat Var yang kedua setelah bunga dan boneka. “Ah iya,tapi apa yang harus ku lukis?”


“Bagaimana jika melukis teman anda,juga bisa ditambah gambar lain juga seperti sungai dilangit malam.”


“Benar juga. Terimakasih telah membantuku Var.”


“Sama sama nona.” Sekarang Var sudah merasa sedikit tenang dan rasa takutnya perlahan hilang. “Oh iya Var,kamu juga bisa datang keacara ulangtahun Kana. Kamu juga bisa mengajak Vin.”


“Baik nona.” Mereka pun lanjut berbicara tentang ulangtahun Kana.


Tok tok tok


“Nona,apa saya boleh masuk?” Vin mengetuk pintu dan masuk ketika di izinkan. “Kenapa?” Tanya Ern.


“Sekarang sudah waktunya pulang nona.” Vin langsung mengatakan maksud kedatangannya. “Memang sudah jam berapa sekarang?”


“Sekarang sudah jam 19.30 nona.” Ern langsung melihat jam tangannya lalu beralih ke jam diruangannya. “Baiklah,ayo kembali.”


Sesampainya dirumah Ern


Ern masuk kedalam rumahnya. Ern melihat mama dan papa nya sedang berbicara diruang keluarga. “Eh Ern kamu sudah pulang.” Kata papa Ern. “Iya pa.”

__ADS_1


“Mandilah,kamu pasti lelah.” Ern mengangguk dan berjalan ke kamarnya.


Dikamar nya


Ern terdiam melihat kamarnya yang teracak acak.


“Bi Nana.” Ern memanggil bibi pelayan yang bekerja dibagian kebersihan ruangan. “Iya nona?”


“Kenapa kamar ku bisa teracak seperti ini? Apa ada yang masuk ke kamar ku?”


“Tadi saya melihat Tuan dan Nyonya masuk ke kamar anda.” Ern mengkedutkan dahinya saat mendengar kata kata bi Nana. “Apa yang mama dan papa lakukan?”


“Saya juga tidak tau nona.”


Ern pun turun kembali kelantai bawah mencari mama dan papanya. Dan mereka sudah berada dimeja makan, “Ern,kenapa kamu belum mandi?” Mama Ern bertanya. “Ma,pa apa kalian masuk ke kamar saat Ern bekerja?”


“Kenapa memangnya sayang?”


“Kamarku berantakan ma. Semua barangnya teracak acak. “Ah iya tadi mama sama papa masuk.”


“Apa yang mama dan papa lakukan hingga kamarku menjadi seperti itu?”


“Ah tadi kami masuk kekamarmu untuk mengambil bola yang masuk. Kami sudah berusaha untuk mengambilnya,tetapi tidak sampai. Jadi kami mengacak kamar mu tidak apa kan sayang?”


“Ehm tidak apa kok ma.”

__ADS_1


'Rasanya aneh sekali jika bola masuk dan kebawah ranjang,kenapa mejaku juga berantakan.' Ern.


“Malam ini kamu tidur dikamar tamu saja.” Papa Ern berbicara dan Ern mengangguk tanda setuju.


Selesai makan malam


Ern masuk ke kamar tamu dan melukis hal yang diusulkan oleh Var yaitu melukis Kana dan juga melukis sungai dilangit malam.


Ia sudah melukis Kana tetapi ia belum melukis sungai dilangit malam,hingga ia memutuskan untuk meminta pada Vin.


“Vin,kirimkan foto sungai dilangit malam sekarang.” Beberapa detik kemudian.


Ting


Terlihat foto yang dikirim oleh Vin. Ern langsung melukis sesuai dengan foto yang dikirim oleh Vin.


Ditempat Vin dan Var,


“Ayo masuk! Masuk,masuk yey gol.”


“Bisa diam tidak sih. Menonton pertandingan sepak bola saja ribut.” Vin.


“Iya iya maaf.”


“Hm.” Setelah itu tidak terdengar suara lagi baik dari Vin atau Var.

__ADS_1


__ADS_2