
Elina segera mengajak Morgan untuk duduk dengan tenang di ruang keluarga. Elina ingin mereka segera membicarakan hal serius terkait hubungan mereka. Tak ingin menunda lagi, karena takut Morgan akan semakin menjadi.
"Lo mau ngomongin apa?" tanya Morgan dengan datar. Tampak sekali dari ekspresinya bahwa tak ada niat sedikitpun untuk berbicara hal apapun dengan gadis yang berstatus kekasih nya itu.
"Tentang hubungan kita." Jawab Elina menatap lekat Morgan. Gadis itu dengan perlahan mengulurkan tangan nya untuk membawa tangan kekasih nya itu untuk masuk dalam genggaman nya.
Morgan hanya terdiam dan tak menolak sama sekali, kala tangan Elina mencoba meraih tangan nya untuk digenggam. Meski pria itu tampak menunjukkan raut tak suka nya, namun tak menepis tangan gadis cantik itu.
"Sekarang, aku mau tanya sama kamu Gan." Ujar Elina dengan pelan, kemudian menghentikan ucapan nya sejenak. "Apa yang kamu inginkan sebenarnya dengan hubungan kita?" tanya Elina melanjutkan perkataannya.
Morgan tak langsung menjawab pertanyaan itu, melainkan terdengar helaan nafas dari pria tampan itu. Hingga akhirnya netra tajam milik pria itu menatap lekat ke arah Elina dengan seksama.
"Dari awal lo tau apa yang gue mau." Tutur Morgan masih dengan menatap Elina.
Dan jawaban yang Morgan berikan,s erta tatapannya membuat Elina segera mengalihkan tatapan nya dari pria itu. Tampak netra indah milik Elina berkaca-kaca. Ya, sejak awal dirinya mengetahui apa keinginan Morgan pada hubungan mereka.
Hanya saja, dirinya yang selama ini menutup mata dan telinga untuk tetap melanjutkan hubungan mereka yang tanpa perasaan dari kedua pihak.
Morgan yang berada di hadapan Elina tentu saja tahu apa yang saat ini terjadi pada gadis itu. Namun tak ada niatan sama sekali untuk menenangkan Elina atau apapun itu supaya gadis itu tak lagi merasa bersedih kembali.
"Jadi apa gak ada perasaan kamu sedikitpun ke aku, Gan?" tanya Elina setelah berhasil menguasai kesedihan yang sempat dirasakan nya.
__ADS_1
Adanya perasaan yang Morgan miliki untuknya, meskipun hanya sedikit saja. Hal itu bisa membuat hubungan mereka berubah menjadi lebih baik ke depan nya. Elina berharap Morgan memiliki perasaan, meskipun terdengar mustahil dengan melihat sikap Morgan selama ini.
"Gue sayang sama lo, bukan sebagai pasangan. Tapi seorang teman." jawab Morgan dengan tegas menatap gadis di hadapan nya itu.
Ya, meskipun tampak tak suka dengan keberadaan Elina di sisi nya. Namun Morgan akui bahwa dirinya menyayangi gadis itu sebagai seorang teman. Oleh sebab itu dirinya tak pernah tega untuk meninggalkan Elina atu berbuat kasar pada gadis itu.
Elina yang mendengar jawaban yang Morgan berikan, awalnya merasa senang. Namun ketika Morgan menjelaskan sebagai teman, membuat perasaan nya serasa dijungkir balikkan oleh pria itu.
Namun setelah dipikir-pikir, sepertinya boleh juga. Setidaknya Morgan memiliki perasaan yang akan membuat pria itu tak mamu pergi dari dirinya. Meski hanya sebagai seorang teman, tapi itu cukup baik menurut Elina.
"It's ok, kalau perasaan kamu masih hanya sebatas itu." Ujar Elina. "Tapi kedepannya aku ingin berusaha membuat kamu jatuh cinta sama aku, Gan. Dan aku mohon, kamu dukung keinginan aku." Lanjut Elina mengutarakan keinginan nya pada kekasih nya itu.
Morgan menatap pada Elina dengan alis yang tampak bertaut. Tergambar kebingungan penuh tanda tanya di sana. Pria itu tak paham dukungan apa yang Elina inginkan dari dirinya. Apa harus dengan memainkan peran atau apalah itu.
Elina mengunci tatapan nya pada pria nya itu. Sehingga membuat Morgan mau tak mau ikut menatap ke arah netra bulat nan indah milik Elina. Akhirnya kedua padang mata insan berbeda jenis itu saling menatap dan menyelami kedalam maya masing-masing.
"Tolong dukung aku, dengan berhenti bermain dengan para gadis di luar sana. Hanya pandang aku dan mari habiskan waktu bersama, Gan." Jelas Elina dengan menatap Morgan semakin dalam.
Morgan yang juga masih menatap Elina, tentu paham dengan perkataan dan apa yang gadis itu inginkan. Dari mimik dan tatapan memohon gadis itu, entah mengapa membuat salah satu sudut hati Morgan terasa berdesir.
Hingga saat merasa hatinya semakin merasakannya, Morgan dengan segera melepaskan tautan tangan mereka. Tak ingin Elina menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Karena dirinya juga tak tahu pasti apa yang sebenarnya dirasakan olehnya saat ini.
__ADS_1
Elina merasa hatinya tercubit saat Morgan melepaskan tautan kedua tangan mereka. Gadis itu berpikir bahwa Morgan tak menyetujui apa yang menjadi keinginan nya. Mungkin Morgan sudah mulai tertarik dan jatuh cinta dengan gadis lain?
"Kamu gak mau?" tanya untuk Elina memastikan apa yang mengganjal di hati nya.
Morgan masih diam tak menanggapi pertanyaan yang Elina utarakan kepadanya. Karena pria itu masih sibuk menetralkan desiran halus yang bersemayam di dalam hati nya itu. Entah apa yang tengah dirasakan sebenarnya, namun Morgan tak ingin ambil pusing dengan hal itu.
"Jawab Gan?!" tanya Elina mendesak kekasihnya itu untuk segera menjawab pertanyaan atas keinginan nya yang berharap pria itu bersedia memenuhi apa menjadi keinginan nya itu.
Dengan menatap tajam pada gadis di depannya itu, Morgan akhirnya menjawab pertanyaan yang Elina utarakan. "Apa jaminan lo, bisa buat gue jatuh cinta?"
Elina tampak terdiam mendengar pertanyaan yang Morgan utarakan. Ya, dirinya tak memiliki jaminan apapun akan hal itu. Belum sempat Elina menjawab pertanyaan yang kekasihnya itu utarakan, kini suara Morgan mulai terdengar lagi.
"Apa yang bakal lo lakuin, kalau gue tetap gak jatuh cinta sama lo?" tanya Morgan dengan sarkas.
Deg
Pertanyaan yang Morgan utarakan kembali, membuat Elina bungkam. Tak pernah ada dalam pikiran nya untuk memikirkan kemungkinan buruk itu. Karena dirinya selalu optimis dengan perasaan Morgan yang akan berubah pada nya seiring waktu berjalan.
"Aku ... aku yakin kamu akan cinta sama aku suatu hari nanti." Gumam Elina dengan lirih. Terdengar tak begitu yakin saat mengutarakan nya, namun Elina mencoba untuk tetap yakin dengan keyakinan nya itu.
Bukankah apa yang kita yakini, hal itu pula yang akan terjadi. Dan setahunya itulah hukum tarik-menarik alam semesta ini. Elina yakin Morgan akan mencintainya dan tetap menjadi miliknya selamanya.
__ADS_1
Sementara Morgan tersenyum sinis dengan jawaban yang Elina berikan. Kalimat yang begitu yakin, namun terdengar begitu tak yakin. Membuat Morgan ingin menertawakan Elina yang begitu yakin bisa membuat nya jatuh cinta. Namun juga ada keraguan.
Next .......