NOT CONSIDERED

NOT CONSIDERED
Kembali Pulang


__ADS_3

Elina hanya mampu terdiam dengan mata yang tampak berembun. Merasa sedih dengan yang terjadi pada mereka saat ini. Merindukan namun ada rasa kecewa yang tersimpan dalam hati.


Mendengar suara kekasihnya, mampu membuat seluruh rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati Elina seakan menggebu seketika. Dirinya menjadi semakin merindukan kekasih nya itu.


Sementara di seberang sana, Morgan juga tampak diam membisu. Rasanya tak ada kata yang mampu terucap dari bibir nya saat ini. Hanya ada rasa rindu yang membelenggu dalam hati dan memenuhi perasaan nya.


Hingga selanjutnya yang terjadi, panggilan mereka terputus. Rupanya Elina mematikan sambungan telepon mereka. Morgan mendesah kecewa kala mendapati hal itu. Apa sebenci itu Elina pada dirinya. Morgan menjadi merasa bersalah atas apa yang terjadi pada mereka saat ini.


"Ck dimatiin." Desah Morgan dengan lesu. Padahal dirinya ingin sekali mendengar suara kekasihnya itu. Mungkin benar, dirinya memang merindukan gadis itu.


Sementara Elina yang dengan sengaja mematikan sambungan telepon mereka. Saat ini hanya mampu menatap lekat benda yang baru saja menghubungkan dirinya dengan sang kekasih, Morgan.


Dirinya tak ingin nantinya tak mampu menahan rasa rindunya, yang akan membuatnya kelepasan mengatakan rasa rindunya. Padahal dirinya ingin segera melupakan kekasihnya itu sejenak. Karena mencintai Morgan, begitu menyakitkan ternyata.

__ADS_1


"Sorry, Gan."


...***...


Seminggu berlalu ..


Elina yang merasa sudah cukup untuk menenangkan diri sejenak, memutuskan untuk pulang ke tanah air. Selain sudah merasa cukup tenang, dirinya juga merasa memang harus segera menyelesaikan permasalah diantara dirinya, Morgan, dan ketiga sahabatnya.


Tanpa mengatakan pada siapapun, bahkan Viola dan Bianca pun tak dirinya beritahu. Dirinya langsung kembali ke negara tempat kelahirannya. Elina pulang bersama kedua orangtuanya. Karena urusan kedua orangtuanya juga sudah selesai di sana.


Elina yang sedang menikmati makan malamnya, mengangguk kala mendengar perkataan art nya. Tadi pagi Elina sampai di tanah kelahirannya. Setelah berisitirahat sampai sore hari, tampak saat ini dirinya tengah menikmati makan malam bersama kedua orangtuanya.


"Iya bik, makasih atas informasinya." Ujar Elina dengan tersenyum.

__ADS_1


Kemudian art itu berlalu untuk kembali ke dapur. Meninggalkan Elina bersama dengan kedua orangtuanya yang masih hikmat menikmati makanan mereka.


"Kamu ada masalah sama Morgan?" tanya Mama kepada putrinya itu.


Selama ini kedua orangtua Elina memang tak pernah ikut campur dalam urusan percintaan Elina dan Morgan. Tumben sekali kali ini Mama menanyakan hubungan mereka.


"Iya Ma, ada kesalahpahaman sedikit." Jawab Elina tak ingin membuat sang mama khawatir, jika menjelaskan semuanya yang terjadi.


"Mama bukannya mau ikut campur. Tapi kalian selesaikan secara baik-baik. Dan dengan kepala dingin." Saran mama kepada anaknya itu. Memang kedua orangtua Elina sebijak itu dalam menghadapi suatu masalah.


Sementara papa hanya diam menikmati makanannya. Papa tak ingin ikut campur, karena sang istri juga sudah memberikan arahan yang baik dan tepat tentunya kepada putri satu-satunya itu.


"Iya Ma, El bakal selesaiin dengan kepala dingin." Jawab Elina mengangguk paham.

__ADS_1


Mereka kembali melanjutkan acara makan mereka sampai selesai. Dan setelahnya, Elina memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya mengambil ponselnya. Tentu saja untuk menghubungi sahabatnya, membicarakan rencana besok untuk mendapatkan penjelasan atas semuanya.


Next .......


__ADS_2