NOT CONSIDERED

NOT CONSIDERED
Harusnya Senang, Nyatanya Sesak


__ADS_3

Morgan yang melihat langkah Elina semakin menjauh. Berniat untuk mengejar kekasihnya itu, ralat mantan kekasihnya. Karena baru saja wanita itu memutuskan hubungan mereka. Entahlah ada perasaan tidak terima saat mengingat hal itu.


Akun niatnya harus diurungkan kala tangannya terasa ditahan oleh seseorang. Saat menoleh, rupanya wanita yang menjadi salah satu sebab Elina memutuskan dirinya. Dia Shella.


"Lo gak usah kejar El lagi. Dia udah ngrelain lo buat gue. Dia juga udah sadar kalau lo gak bakalan cinta sama dia. Gue yakin lo cinta nya sama gue Gan." Ujar wanita itu dengan yakin dan percaya dirinya.


Morgan menatap tak mengerti pada tingkat wanita di hadapannya itu. Alisnya tampak mengernyit heran melihat wanita itu. "Maksud lo? Gue gak pernah merasa punya rasa apa-apa sama lo." Ujar Morgan dengan keyakinan yang sama.


Shella tersenyum sinis, menatap Morgan dengan intens. "Lo lupa, kalau semua yang terjadi sekarang adalah keinginan lo dari dulu. Lo mau putus dari El. Dan hidup bebas sama pilihan lo sendiri. Dan sekarang harusnya lo seneng dan mencoba itu sama gue. Mungkin gue wanita yang jadi pilihan lo selama ini." Jelas Shella masih dengan sikap percaya dirinya.

__ADS_1


Morgan tersenyum tipis, kepalanya tampak menggeleng tak menyangka. Jika dulu Elina begitu mengekang dan posesif padanya. Kini Shella tampak lebih gila lagi menurutnya. Padahal mereka tak ada hubungan apa-apa.


Namun perkataan wanita di hadapannya itu, terkait berakhirnya hubungan dirinya dan Viola. Adalah keinginan sejak dulu. Benar, Ia akui hal itu memang keinginannya sejak dulu. Ingin lepas dari Elina.


Nun mengapa saat hal itu Ia dapatkan. Saat Elina sudah tak lagi mengikat dirinya dengan hubungan tanpa cinta. Malah kini dirinya tak merasa senang sama sekali. Justru ada sisi hatinya yang seperti merasa perih.


Sementara di tempat lain, Elina tampak melihat interaksi antara Shella dan Morgan. Memang dirinya pergi meninggalkan Morgan tadinya, namun mendengar ada kedatangan Shella. Membuat dirinya menjadi penasaran. Apa yang akan dua orang itu lakukan setelah Morgan tak lagi bersama nya.


Hingga akhirnya Elina yang tak mampu menahan rasa cemburunya, memilih untuk meninggalkan tempat itu. Membiarkan Morgan merajut kisah barunya. Meski bukan bersama dirinya. Membiarkan pria itu bahagia dengan pilihannya sendiri.

__ADS_1


"Semoga kalian bahagia." Gumamnya kemudian berlalu pergi.


Sementara Morgan yang telah mendengar bagaimana terlalu gilanya Shella. Kini menatap lekat wajah wanita itu. Bukan dengan tatapan cinta atau kagum. Namun dengan tatapan muak.


"Meskipun gue udah putus sama El, dan mau nyari wanita pilihan gue. Itu bukan berarti lo wanita yang bakal gue pilih dan gue cintai. Yang perlu lo inget, bukan lo orangnya." Ujar Morgan dengan tegas.


Kemudian Morgan berlalu meninggalkan wanita itu, setelah mengatakan kalimat untuk membuat wanita itu jera mengejar dirinya.


Shella membeku dengan jawaban yang Morgan berikan padanya. Tak terasa air mata nya mengalir membasahi pipinya. Namun dengan cepat Ia hapus. Kemudian tampak senyuman di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Gue belum nyerah, Gan." Lirihnya.


Next .......


__ADS_2