NOT CONSIDERED

NOT CONSIDERED
Merindukan


__ADS_3

Setelah mendengar pernyataan Shella yang menurutnya begitu gila. Morgan tanpa berucap apapun lagi segera meninggalkan perempuan itu sendirian di tempat mereka semula. Saat ini dirinya hanya ingin fokus untuk mencari keberadaan Elina. Memastikan bahwa kekasihnya itu sudah kembali ke tanah air atau belum.


Morgan akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Elina setelah sepulang dari kampus. Meski tak mengerti dorongan apa yang membuat dirinya melakukan hal ini. Namun Morgan merasa memang ini yang perlu dirinya lakukan.


"Apa Elina udah pulang dari, Bik?" tanya Morgan ketika disambut seorang wanita paruh baya, yang merupakan art di rumah kekasihnya itu.


"Belum Mas, setahu bibi Non Elina akan cuti lama buat liburan di sana." Jawab wanita paruh baya itu sesuai informasi yang dirinya ketahui.


Memang begitu rencana Elina pada awalnya. Selain ingin menenangkan pikiran nya dari masalah dengan Morgan. Elina juga ingin menghindari Morgan sejenak, dan mungkin juga berusaha untuk terbiasa tanpa pria itu di dalam kehidupannya.


Sementara Morgan yang mendengar jawaban dari wanita paruh baya itu, terdengar menghembuskan nafasnya berat. Mengapa harus begitu lama Elina pergi. Sehingga sulit bagi dirinya untuk menemui kekasihnya itu.

__ADS_1


Morgan merasa gelisah dan tidak tenang dengan kepergian Elina kali ini. Apalagi perasaan bersalah atas insiden terakhir pada waktu itu bersama Shella. Membuat hatinya seolah ikut merasakan kekecewaan yang Elina rasakan.


Sungguh, Morgan ingin meminta maaf pada kekasihnya itu. Entah mengapa hatinya begitu sangat merasa bersalah atas kejadian saat itu. Meski niatnya memang ingin membuat Elina meninggalkan dirinya dan menyerah pada hubungan mereka. Tapi kini rasanya Morgan seperti merasa tak rela untuk melepaskan Elina dari sisinya.


"Ya udah, Bik. Makasih, saya pulang dulu." Ujar Morgan berpamitan untuk pulang.


"Iya mas, nanti kalau Non Elina hubungi biar saya bilangin dicari Mas." Ujar art itu pada Morgan. Dan pria yang diajak bicara hanya dapat menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Hingga kemudian meninggalkan kediaman kekasihnya itu.


Entah mengapa dirinya memikirkan kekasihnya itu. Padahal selama ini perasaannya tak pernah merasa mencintai kekasihnya itu. Namun entah mengapa akhir-akhir ini wajah Elina selalu memenuhi pikiran nya. Bahkan sepertinya dirinya mulai merasakan perasaan rindu untuk wanita itu.


"Gue kenapa sih?" gumam Morgan merasa frustasi dengan dirinya sendiri. Atas apa yang dirinya rasakan pada kekasihnya itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya kendaraan roda dua itu telah sampai di kediaman pria itu sendiri. Morgan bergegas menuju ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya dengan pikiran yang dipenuhi oleh Elina.


Merasa begitu ingin mendengar suara gadis itu, Morgan pada akhirnya mencari nomor Elina dan menekan ikon memanggil. Namun nihil, bukannya mendapatkan jawaban. Justru Morgan mendapatkan bahwa nomor Elina dinyatakan tidak aktif oleh operator.


"Nomornya gak aktif? atau gue di-block?" tanya Morgan pada dirinya sendiri.


Selama ini jarang sekali dirinya menghubungi nomor Elina. Karena gadis itu yang sering menghubungi dirinya terlebih dahulu. Namun saat dirinya yang menghubungi, justru nomor kekasihnya tidak aktif.


"Viola pasti tau." Gumam Morgan lagi.


Next .......

__ADS_1


__ADS_2