
“Kita sama sekali gak bermaksud mau nyakitin perasaan lo, El. Kita juga gak tau kalau pada akhirnya Shella dan Morgan akan beneran ..” Bianca tak mampu meneruskan perkataannya.
Mereka memang sama sekali tak menyangka akan terjjadi hal-hal diluar dugaan. Seperti Shella yang ternyata menyimpan perasaan pada kekasih sahabatnya sendiri. Tentu saja mereka juga tak ingin hal itu terjadi, namun apalah daya. Mereka tak mampu menebak kalau hal itu sampai terjadi.
Saat ini Elina bersama ketiga sahabatnya tengah berada di dalam salah saru ruang kelas yang ada di kampus mereka. Meski Elina tak masih merasa marah pada Shella. Namun demi untuk menyelesaikan permasalahan mereka, Elina sejenak menurunkan egonya.
Elina medesah pelan, rasanya ingin marah pada ketiganya terlebih Shella yang rupanya menjadi menyukai Morgan. Elina tentu saja merasa kecewa pada mereka atas apa yang mereka lakukan.
Ketiga sahabatnya itu sudah menjelaskan semuanya, apa yang terjadi dengan keadaan yang tercipta sekarang. Dan Elina hanya mampu menggelengkan kepala dengan kelakuan sahabat-sahabatnya itu.
“Kenapa kalian gak ngomong langsung aja ke gue? Bukan malah buat rencana konyol kayak gini.” Ujar Elina dengan marah.
__ADS_1
Rasanya masih belum bisa menerima alasan dibalik mereka melakukan rencana konyol itu pada hubungan dirinya dan Morgan. Karena Elina pikir, mereka mendukung hubungan dirinya dan Morgan.
Meski meemang selama ini yang Elina dapati hanya saran-saran dari mereka yang memintanya untuk stopmenjalin hhubungan dengan Morgan. Namun Elina tak menyangka mereka akan setega itu melakukan semua hal itu.
Terlebih, Shella yang merupakan
sahabatnya pula. Mengapa bisa setega itu menusuknya dari belakang. Rasanya Elina tak lagi mengenali siapa ketiga sahabatnya itu.
“Kita udah sering bilang sama lo, tapi lo selalu kekeh sama hubungan kalian. Jadi gak ada cara lain yang bisa kita lakuin El.” Ujar Shella yang merasa Elina memang ikut andil bersalah.
“Lo nyalahin gue?” tanya Elina dengan sarkas, tatapannya begitu tajam menatap gadis di hadapannya itu.
__ADS_1
“Lo emang ..” Perkataan Shella terpotong oleh suara Viola.
“Stop! El, gue Bianca dan Shella minta maaf atas apa yang udah terjadi sama hubungan lo dan Morgan. Kita gak bermaksud untuk nyakitin perasaan lo sama sekali. Semua yang terjadi, Shella yang jadi suka beneran sama Shella ..kita minta maaf El. Please kita jangan sampai pecah karena masalah ini.” Jelas Viola dengan setulusnya.
Bianca menangguk. “Iya El, maafin kita ya please. Kita bisa bantuin lo buat bersatu lagi sama Morgan kalau perlu.” Ujar Bianca saking tak inginnya Elina marah pada mereka.
Sementara Shella menatap tak suka dengan perkataan Bianca. “Sorry El, mungkin kita emang salah. Tapi ini semua takdir. Dan untuk Morgan, gue yakin dia gak cinta sama lo. Relain Morgan sama gue, dan jangan gangguin hubungan gue sama dia.” Ujar Shella dengan menggebu. Kemudian berlalu meninggalkan ketiga temannya yang lain.
“Shella! Lo gila?!” Teriak Bianca pada Shella yang berlalu meninggalkan mereka.
Viola menghembuskan nafasnya dengan berat atas kelakuan Shella. Mereka tak mampu lagi mengendalikan satu sahabatnya itu. Pikirannya semakin ruwet saja, padahal memiliki masalah pribadi juga.
__ADS_1
Sementara Elina tersenyum sinis melihat dan mendengar apa yang Shella katakan barusan. “Kalian lihat? Tapi fine, gue akan turuti apa kata Shella.” Ujar Elina kemudian berlalu pergi pula.
Next .......