
Setelah selesai dengan urusan untuk mendengarkan penjelasan dari sahabatnya. Dan Elina juga sudah mengetahui alasan dibalik rencana ketiga sahabatnya. Kini gadis cantik itu berniat untuk menemui Morgan, ingin mendengar penjelasan dari sudut pandang pria itu.
“Gan, kita perlu ketemu.” Ujar Elina pada Morgan lewat sambungan seluler.
Setelah mendengar jawaban dari seberang, Elina pun menutup panggilan itu. Dengan langkah perlahan namun pasti, Elina menuju tempat di mana mereka akan bertemu. Ada perasaan yang sulit untuk dijelaskan seiring dengan langkah kakinya yang membawa dirinya.
Setelah menenangkan diri selama di Paris, Elina sudah mulai berpikir untuk membuat keputusan yang paling tepat untuk mereka semua. Meski masih ada setitik keraguan, namun Elina mencoba untuk meyakinkan apa yang sudah menjadi keputusannya.
Morgan berhak bahagia, begitu pula dengan dirinya. Meski Morgan mungkin adalah kebahagiaannya, tapi belum tentu dirinya juga alasan Morgan untuk bahagia. Karena kenyataanya sepertinya memang bukan dirinya yang menjadi alasan Morgan bahagia.
Sementara di tempat lain, Morgan yang baru saja mendapatkan panggilan dari Elina. Merasa begitu bahagia dalam hatinya. Entah mengapa, dirinya sendiri pun tak mengetahui dengan pasti alasan yang membuat perasaannya sebahagia ini.
Mungkin memang benar jika dirinya tengah merindu pada kekasihnya itu. Jadi, apa artinya dirinya juga telah memiliki perasaan kepada kekasihnya itu. Dirinya sama sekali tak bisa memahami apa yang sebenarnya mendasari perasaan rindunya itu
__ADS_1
Apa memang karena mencintai Elina, kekasihnya.
Atau karena selama ini mereka yang kerap bersama dan menghabiskan waktu berdua. Sehingga saat Elina jauh dari dirinya, dirinya menjadi merasa ada yang hilang. Karena terbiasa dengan kehadiran Elina. Jika hanya karena terbiasa dengan kehadiran kekasihnya itu, berarti itu bukanlah cinta.
...***...
Elina sudah sampai di dalam perpustakaan, tempat yang sesuai dengan keinginan Morgan. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pria yang masih berstatus sebagai kekasihnya itu tampak berjalan ke arahnya.
“I miss you.” Gumam Morgan tanpa keraguan.
Perasaan rindunya yang menggebu di dalam hatinya, membuat Morgan tak sepenuhnya sadar melakukan hal seperti sekarang. Sungguh, Morgan spontan memeluk Elina. Rasanya tak ingin membiarkan Elina pergi jauh lagi dari jangkauannya.
Elina yang awalnya syok dengan apa yang Morgan lakukan, pada akhirnya menikmati pelukan itu. Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya bagi mereka.
__ADS_1
Di sisi lain, Morgan yang sadar dengan tindakan impulsif nya seketika melepaskan pelukan mereka. “Sorry El, gue spontan.” Ujarnya dengan menahan malunya.
Morgan tampak salah tingkah sekali, dan ini baru pertama kalinya Elina melihat hal semacam ini pada Morgan. Terlihat lucu sekali di matanya.
“It's ok.”
Terjadi keheningan diantara mereka. Morgan yang masih dengan rasa malunya, dan Elina yang merasa sedih karena pelukan yang baru mereka lakukan. Kemungkinan akan menjadi pelukan terakhir diantara mereka.
Hingga akhirnya, Morgan membuka pembicaraan terlebih dahulu. “Em Soal kejadian waktu itu, gue minta maaf El. Gue tahu udah nyakitin perasaan lo, tapi gue merasa bersalah sekarang. Gue menyesal El.” Jelas Morgan.
Elina tersenyum tipis mendengar apa yang Morgan katakan. “Semuanya udah terjadi Gan. Aku yang salah karena terlalu memaksakan diri dan keinginan aku.”
Next .......
__ADS_1