NOT CONSIDERED

NOT CONSIDERED
Retaknya Persahabatan


__ADS_3

Setelah kejadian di mana Elina mengetahui kebenaran tentang Shella yang kemungkinan memiliki hubungan dengan kekasih nya, Morgan. Sampai saat ini Elina selalu berusaha menghindari sahabat nya itu.


Jika dihitung sudah hampir tiga hari Elina melakukan hal itu. Hingga membuat kedua sahabat mereka yang lain merasakan keanehan yang tengah terjadi.


"Akhir-akhir ini kita gak pernah kumpul berempat. Lo selalu nolak kalau kita ajak. Kenapa El? Lo ada masalah sama salah satu diantara kita?" tanya Viola yang tak tahan untuk memastikan rasa penasaran nya.


Saat ini Elina bersama dengan Viola dan Bianca di taman kampus. Tak ada Shella diantara mereka, karena gadis itu sedang ada kelas saat ini. Dan hal itu membuat Elina bersedia untuk ikut serta ketika mereka mengajak dirinya pergi ke taman.


Elina yang ditanya oleh Viola menghembuskan nafas berat. Rasanya enggan untuk menjelaskan pada kedua sahabat nya. Karena baginya cukup dirinya dan Shella saja yang mengetahui permasalahan ini. Ditambah Morgan satu lagi yang mengetahui tentang permasalahan mereka.


Respon yang Elina tunjukkan tentu saja menyita perhatian Bianca yang sejak tadi menyimak pembicaraan kedua sahabat nya itu. Hingga Bianca dapat menyimpulkan apa yang sedang terjadi dengan melihat respon Elina.


"Jelasin ke kita, El. Lo anggap kita sahabat kan." Ujar Bianca menimpali.


Sementara Elina yang merasa semakin didesak menjadi bimbang. Apakah harus menjelaskan dan menceritakan semuanya pada mereka atau tidak. Elina menatap Viola dan Bianca secara bergantian.


"Gue gak bisa jelasin apa masalah nya. Biarin gue simpen sendiri." Tegas Elina menatap pada kedua sahabat nya itu.


"El, lo ..." Viola ingin berujar kembali, namun segera dipotong oleh Elina.


"Please, kalian coba ngertiin gue. Gue gak bisa ... atau belum bisa ceritain ini ke lo berdua." Jelas Elina meminta pengertian pada mereka berdua.


Elina menatap kedua sahabat nya dengan tatapan mengiba, menunjukkan bahwa dirinya sangat ingin dimengerti kalo ini saja.


Sementara Viola dan Bianca saling pandang kala mendengar perkataan sahabat baik nya itu. Mereka tentu tak akan tega memaksa Elina lagi, kala sahabat nya yang satu itu sudah menunjukkan wajah seperti itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya, Viola dan Bianca semakin mendekati Elina. Kemudian mereka memeluk Elina dengan erat. Guna menyalurkan kekuatan, mencoba memahami perasaan yang tengah sahabat nya itu rasakan.


Elina membalas pelukan yang diberikan oleh kedua sahabat nya itu. Akhirnya Elina bisa merasa sedikit lega setelah batin nya merasa tak tenang karena permasalahan dan rasa penasaran dua sahabat nya itu.


"Enggak papa kalo lo belum mau cerita sekarang, El. Kita gak akan maksa." Ujar Bianca dalam pelukan mereka.


"Iya El, kita juga akan selalu support lo. Jangan ngerasa kita lebih mihak ke salah satu dari kalian. Karena kalian berdua sama-sama sahabat kita." Tutur Viola juga ikut menimpali.


Elina merasa terharu dengan ketulusan kedua sahabat nya ini. Hingga mata nya tampak berkaca-kaca mendengar perkataan Viola dan Bianca yang terdengar amat perduli pada dirinya.


Namun seketika dirinya juga ingat akan Shella, sahabat nya yang satu lagi. Jika Viola dan Bianca saja bisa setulus ini pada nya. Kenapa Shella harus begitu tega terhadap nya. Padahal selama ini, Shella yang selalu ada untuk dirinya. Begitu pun sebaliknya.


Sementara itu, Shella yang tampak telah selesai mata kuliah tengah mencari Viola dan Bianca. Gadis itu tahu Elina memang sudah tiga hari ini sengaja menjaga jarak dari nya. Maka dirinya dengan sadar diri, tak mencari sahabat nya yang satu itu.


Shella yang tengah melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan kedua sahabat nya. Kini sampailah di area taman, di mana Elina dan kedua sahabat nya yang lain sedang berada.


Shella masih hanya mengamati apa yang tengah kedua sahabat nya itu lakukan. Dirinya tak gegabah untuk melangkahkan kaki kesana, karena netranya menangkap keberadaan Elina serta.


"Sepertinya mereka udah tahu terjadi sesuatu sama kita, El." Gumam Shella berkata pada dirinya sendiri kala melihat Elina tengah dipeluk oleh Viola dan Bianca.


Hingga pada akhirnya, setelah berpikir sejenak. Shella memutuskan untuk menghampiri ketiga sahabat nya yang masih tengah asik berpelukan di taman. Dengan langkah pasti, Shella segera bergegas.


Saat telah dekat dengan posisi ketiganya, Shella segera menghambur ikut memeluk ketiga sahabat nya itu. Tanpa rasa bersalah atau kecanggungan apapun, tangan nya meraih punggung Elina untuk ikut di peluk.


Sontak kehadiran seseorang yang tiba-tiba itu tentu saja mengejutkan ketiganya. Hingga akhirnya mereka melepaskan pelukan diantara mereka.

__ADS_1


"Shel! Lo ngagetin aja." Ujar Viola yang nampak mengomel pada sahabat nya itu.


Sementara Bianca hanya menghela nafas, karena sudah hafal dengan tabiat sahabat nya itu. Berbeda dengan kedua sahabat Elina yang merespon biasa saja. Elina sendiri merespon nya dengan wajah datar.


Dengan memundurkan langkah nya pelan, Elina berniat untuk kembali menghindari Shella seperti biasanya. Apalagi melihat Shella tanpa rasa berdosa sedikit pun, tiba-tiba ikut bergabung memeluk mereka. Terutama dirinya. Hal itu menunjukkan bahwa Shella sama sekali tak merasa bersalah atas yang tejadi di antara mereka.


"Gue pulang duluan." Pamit Elina dan bergegas meninggalkan tempat itu dengan wajah datar nya.


Sontak hal itu membuat Viola dan Bianca saling pandang dan menepuk dahi mereka. Mereka berdua lupa, kalau hubungan Elina dan Shella sedang tak baik-baik saja.


Viola dan Bianca menatap bersamaan ke arah Shella dengan wajah merasa bersalah. Dan ditanggapi dengan malas oleh Shella, ditunjukkan dengan gadis itu yang tampak memutar bola mata nya.


"Selow guys, kejar El. Gue baik-baik aja." Ujar Shella tampak biasa saja.


Memang gadis itu merasa biasa saja, justru dirinya meminta kedua sahabat nya itu untuk mengejar Elina. Karena Shella sejujurnya mengkhawatirkan keadaan Elina.


Apalagi selama tiga hari ini, sahabat nya itu selalu menghindarinya. Hingga dirinya tak pernah melihat bagaimana keadaan Elina selama ini. Dan kedatangannya ke taman, sebenarnya juga karena ingin melihat bagaimana keadaan Elina dari jarak dekat.


Shella sedikit lega, karena ternyata sahabat baik nya itu sedang dalam keadaan baik-baik saja. Hingga Shella tak perlu merasa bersalah, karena sahabatnya baik-baik saja.


"Bi, lo di sini sama Shella. Gue yang akan kejar El." Ujar Viola setelah memikirkan cara supaya mereka tak seolah memihak.


"Oke, jangan biarin El jauh dari jangkauan kita." Ujar Bianca memberikan saran sekaligus peringatan.


Karena jika sampai Elina tak lagi bersama mereka berdua, sampai kapan pun mereka juga tak akan bisa menyatukan Elina dan Shella yang tengah perang dingin.

__ADS_1


Next .......


__ADS_2