
Setelah kejadian di mana Elina memutuskan hubungan nya bersama Morgan. Sejak saat itu, Shella selalu gencar untuk mengejar mantan kekasih sahabatnya itu. Rasanya Shella begitu yakin untuk mendapatkan Morgan seutuhnya.
Namun kepercayaan diri dan keyakinan nya luntur tak bersisa. Kala sudah lebih dari tiga bulan dirinya masih belum untuk meluluhkan hati pria itu. Membuat Shella yang dulunya berpikir bahwa Morgan memiliki perasaan kepada nya. Menjadi yakin bahwa perasaan Morgan bukan untuk nya.
Shella yakin dengan sangat, perasaan pria itu hanya milik Elina sejak awal. Setelah berjuang selama ini, Shella merasa tak ingin membuang waktu lagi untuk memperjuangkan seseorang yang bahkan tak pernah menginginkan dirinya. Hingga pada akhirnya, Shella menyerang.
"Gue nyerah buat dapetin lo." Ungkap Shella dengan menatap lekat wajah tampak Morgan.
Dan ditanggapi sebuah senyuman sinis oleh pria itu. "Bagus. Harusnya lo sadar sejak awal gak bisa dapetin gue." Ujar Morgan dengan tegas.
Shella mengangguk paham dengan perkataan pria dihadapannya itu. "Gue tahu, sorry udah buat hubungan lo rusak sama El." Ujar Shella tampak merasa bersalah.
Kemudian melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Morgan. Namun sebelum kakinya membawanya untuk melangkah pergi. Shella menoleh kembali ke belakang dan berujar.
__ADS_1
"Gue harap lo segera perbaiki hubungan lo sama El. Sejak awal lo cinta sama dia." Ujar Shella kemudian benar-benar pergi meninggalkan Morgan seorang diri.
Shella membenarkan keyakinan Elina sekarang. Memang benar keyakinan sahabatnya itu, bahwa Morgan memang mencintai Elina sejak awal. Hanya saja Morgan tak peka pada perasaan nya sendiri.
Shella pun pergi untuk meminta maaf pada Elina. Oerasa bersalah nya kian terasa karena begitu tega menyakiti sahabat baiknya itu. Entahlah, rasanya obsesi memiliki Morgan membuatnya lupa pada segala hal. Sampai dirinya rela meninggalkan persahabatan nya, ketiga sahabat yang selalu ada untuknya.
"Lo harus bahagia sama Morgan El." Gumamnya lirih.
Sementara Morgan yang masih mematung di tempatnya. Tampak berpikir kerasa dengan perkataan yang Shella ucapakan padanya sebelum pergi tadi.
Entah mengapa setelah Elina memutuskan hubungan dengan dirinya. Di tambah setelah hubungan mereka berakhir. Morgan tampak merasa ada yang hilang. Hatinya terasa kosong dan merindu. Sepertinya merindukan Elina?
Kini ditambah mendengar perkataan Shella, semakin membuat hatinya merasa gelisah tak menentu. Benarkah dirinya sebenarnya mencintai mantan kekasihnya itu sejak dulu. Morgan rasanya ingin mengutuk dirinya, karena mengapa tak bisa peka dengan perasaanya sendiri seperti ini.
__ADS_1
"Gue harus buktiin sendiri." Putusnya, kemudian melangkah untuk mencari Elina.
Morgan memutuskan untuk menemui mantan kekasihnya itu. Untuk melihat apakah hatinya akan segera merasa tenang dengan melihat dan dekat dengan Elina. Karena jika itu benar, bisa jadi yang Shella katakan benar. Dirinya memang mencintai Elina.
Setelan beberapa menit berusaha mencari Elina, akhirnya Morgan dapat melihat tubuh wanita cantik yang sempat menjadi kekasihnya itu. Tanpa sadar, Morgan tersenyum kala melihat Elina yang tersenyum kepada kedua sahabat nya.
Hingga senyuman itu luntur seketika, saat seorang pria tampak merangkul Elina dengan mesra. Hatinya merasa panas dan terbakar. Dengan langkah cepat, Morgan mendekati mereka berniat untuk melepaskan tangan sialan itu.
Detik itu juga, Morgan sadar dengan sepenuhnya. Bahwa dirinya memang telah jatuh cinta pada Elina. Mungkin sejak awal, seperti yang Shella katakan.
"Brengsek!" Umpatnya dengan memberikan pukulan pada wajah pria yang tangannya tengah asik merangkul wanitanya.
Next .......
__ADS_1