Obsesi Sang Gadis Kecil

Obsesi Sang Gadis Kecil
CAFE VLOID


__ADS_3

CAFE VLOID


Mobil sport mewah merk bugatti la voiture noire keluar dari hutan menuju jalan raya besar, mobil itu melaju cepat membelah jalan raya di lorong maju jaya kota xxx. mobil sport mewah berwarna putih itu melaju dengan kecepatan tinggi untuk mencapai tujuannya dengan cepat.


“Kak jangan kenceng-kenceng melajukan kendaraannya! aluna takut nih” seru aluna dengan nada setengah tinggi.


Aluna duduk dipangkuan dewa dan dante mengambil alih kemudi setirnya mereka sudah terbiasa seperti itu saat aluna duduk dibangku sekolah menengah atas, mereka sering kali menjemput aluna dengan mobil sport seperti lambor yang hanya ada dua tempat duduknya dan juga mereka yang mengatur susun dencis seperti sekarang ini.


Sebenarnya dewa dan dante mempunyai karakter sifat dan aturan yang sama menjujung tinggi harkat martabat perempuan trutama mama sinta dan sang gadis kecil sih alunanya jadi tak akan takut aluna kalo kak dewanya berniat jahat maka kak dantenya jadi penolong aluna.


20menit mereka sampai diparkiran cafe&resto vloid terkenal di kota xxx.!!


“Ayo aluna turun! kaki kakak udah pegel nih nahan tubuh kamu yang kebanyakan beban beratnya dosa ini” seru dewa menahan sakit karna berat badan aluna bertambah berat.


“Ihh mulutnya jahat banget, kak dewa yang banyak dosa” ujar aluna manyun.


“Kiding sayang hee” seru dewa dengan kikuknya.


“Ayok masuk kalian, jangan berantem ini ditempat umum, tak banting tau rasa. jadi malu aku bawa kalian” seru dante mengancam sesuatu kepada mereka berdua.


“Idih galak bener kak, jangan galak-galak entar gak laku tau rasa” gumam aluna hanya dewa yang mendengarkan nya.


“Amin semoga gak laku beneran” ucap dewa.


“Yee kakak yang gak laku kali” seru aluna mencubit pinggang dewa.


“Kakak uda laku kali, kan bentar lagi tunangan dan menikah sama pilihan kakak” seru dewa tak mau mengalah.


“Oh iya mau nikah yah, yah udah aku batalin aja pertunangannya” seru aluna jail.


“Mana bisa begitu aluna hey, udah perjanjian mana bisa ba..”ujar dewa terputus.


Saat dewa memanggil alunanya, eeh aluna malah masuk nyelonong aja ninggalin calon tunangannya. dewa pun bergerak mengikuti langkah aluna menuju ruangan vvip yang sudah dipesan dante, ia duduk disamping aluna sedangkan dante sedang memesan pesanan adik-adiknya.


“Sayang kita mau rencanain resepsi pernikahannya didaerah mana sayang? Apa mau diluar atau aluna mau dihotel milik kak dewa aja biar kita gelar resepsi disana?” tanya dewa serius.


“Dikota bali gimana kak, aku suka sekali dengan pemandangan alamnya kak” ujar aluna.


“Baikla kita kebali, kalau hari pertunangan dan hari pernikahan nya jaraknya deket gimana sayang?” tanya dewa lagi.


“Aluna nurut kakak aja deh, karna aluna masi males mikir kesana dulu” jawab aluna apa adanya.


“Aluna” seru dewa.

__ADS_1


Aluna memutar mata malasnya, dan menatap kearah sisi kiri dimana dante keluar dari gang arah toilet laki-laki dan makanan yang di pesan pun datang bertepatan dengan kedatangan dante dimeja yang mereka bertiga duduki.


“Ini pesanan anda nona dan ini pesenan tuan-tuannya” ujar rina sipelayan disana.


“Makasih mbak” ujar aluna mengambil uang yang sudah ia siapkan sedari tadi.


Dante tersenyum senang karna si gadis kecilnya bertumbuh besar dengan jiwa yang kedermawanannya, dewa pun melihat raut kakaknya yang tersenyum dan ia juga tersenyum melihat kearah yang dituju sang kakaknya itu.


‘Aku tidak salah memilih kamu sebagai pendamping dan juga ibu dari anak-anakku karna kamu bagian dari hidupku' gumam dewa dalam hatinya.


aluna,dewa dan dante menikmati dessert dan minuman yang mereka pesan dengan lahap, aluna yang kurang untuk mencicipinya lagi kini memesan 2dessert dan 2bungkus dessert buat mang ujang dan mang didi nya dirumah.


mereka asik ngobrol sampai-sampai tak melihat sesorang yang memandang mereka dari meja lain disudut ruang cafe vloid.


Mata elang yang tajam memantau meja yang di huni oleh gadis kecil dan dua orang pria. orang itu memandang mata aluna yang sedang asik bercengkrama dengan dua pria disebelah duduknya. bibir itu,bola mata itu,fisik tubuh itu menggambarkan sesorang masa lalu yang pernah ia temui.


'Aku merasa postur tubuh, bola mata, bentuk bibir itu sama dengan naraku tapi nara tidak mempunyai anak dari pria bajingan yang merebut naraku. kenapa bisa gadis kecil itu mirip dengan sosok naraku' gumam kecil dari pria paruh baya yang duduk disudut-sudut cafe mewah tersebut.


Pria paruh baya itu berdiri dari duduknya lalu ia berjalan santai dengan tongkat ditangan kirinya, ia melewati sosok gadis kecil itu sambil memantau dari sisi mata kirinya. aluna yang kebelet pipis pun ingin berdiri dari tempat duduknya, ia beranjak pergi dari ruangan vvip itu.


"Aduh, kak aluna mau ketoilet dulu yah" seru aluna sambil berdiri meninggalkan tempat duduknya.


brak dug..


"Aaaaaaaaa, mam " jerit aluna terputus kata-katanya.


"Terimakasih kak, sudah menolong aluna" ucap aluna.


"Iya sama-sama sayang" jawab dewa.


"Maaf om, saya tidak sengaja menabrak om nya. Maaf sekali lagi om" ujar aluna sendu dan membungkukkan badannya.


"Tidak apa-apa nak, om juga yang salah karna tak melihat kamu berjalan dari sana dan om meminta maaf untuk itu" ujar bapak itu menujuk bangku aluna.


Aluna menatap raut wajah pria paruh baya itu dengan seksama dan pria paruh baya itu tersenyum tipis dengan ujung bibir yang ditarikan halus ke atas saat melihat gadis didepan nya sontak saja aluna mengerutkan alis melihat senyuman sang devil dari pria tua. aluna memicingkan matanya saat memindai postur body dan wajah milik pria paruh baya yang ada didepannya saat ini.


"Sekali lagi om minta maaf atas kesalahan om ini dan terima kasih sudah memaafkan om yah gadis kecil dan juga om pamit undur diri sekarang karna ada telfon dari kantor ada meeting sebentar lagi" ucap pria paru baya itu.


"Aluna"


"Hei aluna gak lucu melamun disaat seperti ini"


"Yah allah, Una sayang" jerit kecil tanda kekesalan dewa yang masih berdiri disamping alunanya.

__ADS_1


Aluna tersentak dari dunia bawah alamnya, ia pun tersadar dari lamunan yang belum tau apa kebenerannya. Ia menoleh kearah sang kakak yang sedari tadi memanggilnya dan dewa pun tersenyum sambil melotot saat aluna menatapnya.


"Dasar gadis kecil oon, malah melamun" gumam dewa tapi masi terdengar oleh aluna.


"Ngomong apa kak,hmm" seru aluna sambil mencubit pinggang dewa.


"Hmmm om pamit, semoga om bertemu lagi dengan kamu" ujar pria paruh baya itu.


Aluna membungkukan badannya sambil tersenyum kikuk karna ia lupa atas keberadaan pria paruh baya tadi, pantesan dewa memanggilnya karna dia melamun saat waktu keadaan yang tidak tepat.


"Ehhh iya om, silakan om. Maafkan aku juga om" teriak aluna dari meja yang ditempati orang lain.


"Berisik mbak, bisa teriak di hutan aja gak mbak sebab telingaku berdengung mendengar suara kenceng milik mbaknya" ujar seluru pengunjung cafe tersebut.


"Iya mbak telinga kami sakit" ujar pengunjung lainnya.


" Maaf yah maaf" seru aluna sambil menepuk-nepuk tangan seperti simbol permohonan emoticon dihandphone.


"Kenapa kak dewa ikuti aluna terus sih?" tanya aluna saat aluna berjalan serasa ada yang aneh diblakangnya.


"Kak dewa mau memastikan aja biar aman lihat wajah bapak tua tadi seperti mata jelalatan kan, siapa tau ada laki-laki seperti bapak tua tadi dilorong kearah kamar mandi" ujar dewa tersenyum kikuk dengan mengedipkan mata kirinya .


"Dasar mesum, alasan ingin ikut! sana duduk anteng dekat kak dante" seru aluna.


"Baiklah aku kembali" ucap dewa lesu.


Dewa berjalan santai tapi saat dilangkah terakhir perasaannya tak enak sama sekali, ia berbalik dan melihat sekelilingnya sambil memicingkan mata tajamnya.


Dewa tak menemukan apa-apa seperti orang yang dicurigaipun ia pun tak melihatnya, kenapa instingnya kuat saat ini.


'Kenapa perasaanku tak enak begini, ada apa ini?' gumaman dewa pada dirinya sendiri.


Dewapun berjalan santai mendekati ruang vvip karna disana tempat yang ia pesan bersama kedua sodaranya.


"Kak" seru dewa.


"Hmmm,ada apa" tanya dante.


"Kenapa perasaanku tak enak yah kak?" tanya dewa sambil mengusap-usap dadanya selintas bayangan wajah alunanya melintas dibenaknya.


"Perasaanmu saja itu atau kau masuk angin" jawab dante mengalihkan pembicaraan karna sebenarnya ia juga gak enak sekali perasaannya saat ini seperti ada yang mengganjal dihatinya.


Bersambung

__ADS_1


B****uat abang yang masuk dalam haluanku , aku berterimakasih atas sarannya semoga jalan ceritanya menyambung dengan keadaan aktor yang ada didalamnya. 😘😘


__ADS_2