
Alunaku
Kicauan burung bernyanyi dihadapan sang langit biru yang terdengar merdu sedangkan mentari bersinar terang menerangi seluruh isi bumi. air mengalir deras terjun bebas dari tebing tertinggi, suaranya terdengar indah dengan deburan air yang berlomba-lomba menenggelam didasar kolam , pemandangan yang asri dari sang pencipta memberikan kedamaian ketiga insan yang berkumpul diteras balkon.
Canda,tawa,kebahagian,kedamain yang didapatkan hanya saat mereka bersama. aluna dan dewa sangatlah bahagia atas kehadiran kakak tertua ditengah-tengah mereka berdua karna mereka sangat menyayangi sang kakak sekaligus ayah pengganti buat mereka berdua.
"Kak dewa bisa hendel cetakan bakaran ikannya dan aluna akan memasak menu yang lain nya untuk pelengkap ikan bakarnya yah kak, bisa yah" ucap aluna kepada dewa.
"Kalau aku disuruh ngapain nih" seru dante.
"Kakak bisa tak bantu aluna, kak dante bisa mengupas bawang,cabe dan bumbu pelengkap masakan. Bisa tidak kak?" tanya aluna mode serius.
"Aku bisa" jawab dante dengan senyumannya.
Aluna membalas senyuman kakak tertuanya dan aluna segera menyiapkan bahan-bahan yang di perlukannya, ia tak susah-susah menyiapkan bumbu karna semua bumbu yang diperlukan sudah dibantu oleh dante, dante yang cekatan membantu aluna dan dewa yang fokus dengan bakaran ikannya.
"Kak dewa udah mateng belum?" seru aluna menanyakan bakaran ikan nya.
"Bentar lagi sayang" jawab dewa.
"Kak dante bisa minta tolong ambilkan teko air dan cucian tangannya, bisa kak" tanya aluna sekali lagi.
"Bisa alunaku, biar kakak yang ambilkan" seru dante sambil berjalan kedalam.
"Yee.. alunaku juga yah? Bukan aluna kakak sendiri tapi dia juga alunaku" sewot dewa
"Bocot" ujar dante masi tetap berjalan.
"Yee memang bener dia alunaku" ucapan dewa yang meledek dante.
"Sudah-sudah kak dewa! kok malah berantem, yah aluna milik aluna sendirilah bukan milik orang lain tauu . nih kebiasaan brantemnya" ucap aluna sambil melotot kearah dqnte dan dewa
"Kabur" seru dante
"Maaf" ucap dewa sendu
"Nah begitukan asik, bikin damai dihati kalo akur begini" gumam aluna sendiri.
Sedangkan dante sudah masuk kedalam kamar besar milik alunanya itu, ia memindai kamar dan mengendap-endap masuk kedalam kamar pakaian ganti aluna. dante mengambil sesuatu di balik saku celananya dan memasangkan penyadap suara micro cctv biar dia tau keamanan rumah persembunyian kesayangannya lalu ia berjalan santai kearah kerangka kasur king size milik alunanya, ia memasang alat yang sama demi keamanan gadis kecilnya.
__ADS_1
dante beranjak pergi dari sana keluar menuju meja dan sofa, ia meletakkan teko air serta cucian tangan. dante melihat aluna dan dewa fokus dengan masakan mereka masing-masing.
"Wah harumnya ikan bakar buatan dewa, kayak nya enak nih" ujar dante memuji masakan sang adik semata wayangnya itu.
"Yak iyalah babang, pasti enak resepan baru buatan aku. ini enak dimasukin kemenu cafe vloid" ucap dewa yang keceplosan.
"aa apa maksud kamu wa" seru dante yang melotot kearah dewa.
"Ma..aksudku enaknya dijual resepku kecafe vloid biar dapet cuan yang banyak" ujar dewa gelagapan.
"Waah ikut kak kalau kakak jadi menjual resepnya kecafe favorit aluna, biar aluna aja yang bertemu dengan pemilik cafe vloid itu kak" seru kesenangan aluan.
"hihee iyah nanti aja yah kalo resepnya sudah sempurna" ujar dewa kaku.
"Ok" ujar singkat aluna.
"Yaudah kita sajikan saja masakannya ke atas meja ini, mumpung selagi hangat karna makan hangat itu lebih nikmat rasanya" seru dewa mengubah topik.
"Siap kak, aluna siapkan makanan pelengkapnya dan kak dewa bawa kepiring hijau yang itu kak" seru aluna sambil menunjuk kearah piring yang dimeja besar.
"Iya sayang sedikit lagi sudah mateng" jawab dewa tersenyum.
"Tereeeeng... makanan siap dihidangkan" seru aluna dengan antusias.
"Ikan bakar enak sudah siap" ujar dewa
"sini-sini kita berdoa dahulu sebelum makan" ujar dante.
Mereka bertiga menikmati makanan yang sudah tersedia diatas meja, sambil canda tawa dilontarkan oleh ketiga kakak adik itu.
"hmm enak nya ikan bakar ini, coba ini kak" seru aluna.
"Ini ikan bakar dicocol dengan sambal kecap buatan aluna" ucap aluna sambil nyuapin dante.
"Ini untuk kak dewa, aaa buka mulutnya" seru aluna.
" hmmm enak sekali ikan bakar sambel kecapnya, lain kali kita ajak mama sama papa kesinih yah sayang" ujar dewa sambil makan disuapin aluna.
"Bagus juga ide kakak, paling aluna bawa kasur lagi untuk disini" ujar aluna sambil menikmati makanan nya.
__ADS_1
"Gak usah dipikirin biar kak dante aja yang urusin, masalah kecil itu mah" ucap dante mengeluarkan sifat aslinya.
"Dewa besok kamu datang kesini lagi yah, nanti kakak carikan tukang servis rumah untuk beli barang-barang buat isi kamar disini dan ingat beli barang yang diperlukan saja" ucap dante dengan perintahnya.
"Baik kak, besok aku datang seizinnya tuan rumah" ucap dewa melirik aluna.
"Gak usah repot-repot kak dante, aluna bisa sendiri beli kebutuhan barang-barangnya" seru aluna dengan jari tangan yang dilambai-lambaikan.
"Ini perintah aluna!" seru dante.
"Baa- baiklah kak, besok aku izinkan masuk kerumah ini asal tak ada yang membuka mulut soal rumah persembunyian ini" gumam kecil aluna takut melihat kak dante yang marah.
"Kak dante tidak marah sayang" ujar dante menggenggam tangan aluna.
"Makanya kalo kasih perintah sama adiknya itu yang lembut biar gak sakit hati adiknya" seru dewa sambil membereskan piring-piring kotor dimeja.
Dante melotot kearah dewa yang sedang mempropokasi keadaan aluna saat ini. dewa memutar matanya malas dan saat ini dante mendekat ke arah sofa dimana alunanya duduk.
"Una maafin kakak yah, apa kakak bisa dapet dimaafin sama aluna soal nada kakak yang keceplosan saat memerintah tadi" gumam dante dengan sendu menatap.
"Aluna hanya takut kak" jawab aluna singkat.
"Sekali lagi maafin kakak yah, kan kakaknya sayang bener sama adek perempuan satu ini. janji gak bakal gitu lagi deh kalo memerintah sesuatu hal sama aluna dan kak dewanya, gimana dimaafin gak?" tanya dante lagi berusaha membujuk alunanya.
Aluna mengangguk tanda iya maafin kak dantenya, mereka berpelukan seperti lala dan poh karakter kartun anak-anak. dewa yang sudah ada diteras balkon kini berlari sambil merentangkan tangan nya karna ia ingin ikutan memeluk alunanya.
"Jadi jangan takut lagi yah sama kak dante apa lagi dengan kak dewa, kan kita berdua keras sudah dari kecil karna didikan papa daren. Una" dewa ikut nimbrung ngobrolnya sambil memeluk kedua orang yang ia sayangi.
"Ayo kita pulang hari ini kakak mau traktir kalian berdua dan kita harus mampir ke cafe vloid karna kakak akan.." ujar dante menggantu katanya.
"Kakak akan traktir kita sepuasnya yeee" seru aluna gembira.
"Mari kita bereskan ini bersama dan pulang bersama" seru dewa dengan nada meninggi karn kegirangan.
versi aluna ouzora talyan yang suka makan dan ngemil sampe seluru pusat kota sudah sampai disudut-sudut kota pun tak tektertinggalan ia telusuri untuk masalah perut, ia juga anak yang jenius ,ceria,jujur dan darmawan. aluna suka sekali dengan nama nya alam.
versi dewa emerald adijaya hampir sama dengan kebiasaan aluna yang ngebolang makanan. Lain dewa kalo dewa tak sampai kesudut kota hanya saja cafe-cafe yang elit yang ia cicipi masakan didalamnya. Ia juga anak yang jenius ,tegas ,pekerja keras,ambisius,serta melow kalau bersama alunanya. dewa paling suka dengan kata mewah dan elegan dalam susunan barang rapi dan suasana yang dipandangnya nyaman dan juga berkesan berkelas.
"versi dante emerald adijaya jauh dari kata ngebolang apa lagi masalah makanan karna ia anak rumahan jarang keluar tetapi mainnya tak berteman dengan anak-anak yang sepantarannya dikarnakan ia paling senang menghabiskan waktu dengan leptop dan pengetahuan alam ilmuan. dante paling suka dengan alat-alat canggih sampai ceritanya kakek dan nenek nya dulu ingin sekali memasuki wilayah pabrik tercanggih didunia.
__ADS_1
Bersambung