Obsesi Sang Gadis Kecil

Obsesi Sang Gadis Kecil
KECEMBURUAN


__ADS_3

Kecemburuan dewa.


'Aku tau kamu pasti tidak kuat untuk memilih kehidupan mana yang kamu mau sayang, tapi ingatlah ada aku yang akan mendampingimu saat kamu sudah memilih jalan hidupmu kelak' gumam raja didalam hatinya.


Raja beranjak dari duduknya lalu mendekati aluna dan mencium kening una nya, ia ingin berpamitan dengan una tetapi ia tidak tega untuk membangunkan una dari tidur lelapnya.


Dari arah berlawanan dewa ingin masuk kedalam ruangan aluna namun langkahnya berhenti saat ia melihat seseorang laki-laki yang mencium kening calon tunangannya, tangananya sudah terkepal menandakan emosinya sudah naik entah apa yang dia pikirkan.


Dewa beranjak pergi dari sana menuju kantin yang ada dirumah sakit miliknya itu, ia mengalihkan pikiranya dengan cara memesan minuman Affogato espresso dan meminum minumannya sambil bergumam tak tentu.


Didalam ruangan aluna dirawat, raja yang ingin kembali kini mencari handphone genggam aluna yang ada dinakas, ia mengambil telfon aluna dan mengetik nomor telfonnya lalu menyimpan kontaknya didalam handphone milik aluna.


"Son , Kita kembali" perintah raja kepada soni.


"Baik bos"


Raja pun melangkah pergi dari ruangan aluna, ia akan kembali saat esok pagi karna malam ini ada pertemuan bisnis yang tidak bisa dicancelnya.


Melihat raja menjauh dari gedung rumah sakit, dante pun kembali kedalam ruangan sang gadis kecilnya itu.


Dante menatap wajah yang masi pucat dengan padangan yang tak bisa diartikan, ia bertanya-tanya dengan dirinya sendiri akan rasa yang ia punya untuk gadis yang tertidur dihadapannya saat ini.


'Sungguh aku sakit saat kamu didalam rangkulan laki-laki lain dan dekat dengan laki-laki lain tetapi aku tidak bisa melampiaskan rasa sesak didada ini una, bagaima caranya?' gumam dante didalam hatinya.


dantepun mengambil bedah pipihnya dari dalam saku celana, ia mau menghubungi adiknya yang saat ini entah kemana.


Dring dring dring..


handphone dewa berbunyi saat ia melihat layar dibenda pipih itu menampilkan kontak serta foto sang kakaknya.


"Hmmm...ada apa?" jawab dewa ketus saat menerima panggilan sang kakak.


"Dimana? Tolong pesankan affogato dua jangan pakek lama!" cetus dante yang tak kala ketus dari sang adiknya.


"Tunggu sebentar 5menit sampai ditempat" ujar dewa langsung mematikan telfonnya.


"Ahh adik tengik, awas tunggu pembalasanku" gumaman kecil dante.


" Kakak " seru aluna.


"Una ! apa ada yang sakit sayang, bilang sama kakak" ujar dante cemas.


"Gak ada yang sakit kak, hanya.." ucap aluna menggantung.


"Hanya apa? coba kasih tau kakak"

__ADS_1


"Aluna mau makan kak tapi aluna pengen makan ayam bakar dan es affogato"


"Oh kirain kakak apa una..una..., affogato sudah kakak pesan tinggal ayam bakarnya yah! sebentar kakak pesan diaplikasi aja biar cepat datengnya"


Aluna pun menggangguk sambil menyengir kuda khas aluna saat ia memelas mengiginkan sesuatu kepada kakak tertuanya, dante pun mengerti akan keinginan alunanya.


"Affogato 2 dan cemilan hangatnya sudah datang" ujar dewa sambil memegang pesanan kakaknya itu.


"Wahh wah, aluna mau satu kak" seru aluna yang gembira.


"Satu affogato espresso milk untuk tuan putri dan affogato cofe ini untuk tuan muda serta cemilan hangat untuk tuan putri yang baru saja siuman" ujar dewa.


"Terima kasih kak" ucap aluna sambil memakan affogato dan cemilannya.


"Tanks brother" ucap dante kaku.


"Kak dante yang ikhlas dong permintaan terima kasih nya, kasihan kak dewa jauh-jauh memesan ini" seru aluna marah tetapi dewa dan dante merasa lucu dengan raut wajah aluna yang sekarang ini.


"Iya , dewa terima kasih sudah membawakan pesanan kakak ini. terima kasih dek" ucap dante sambil membungkukan setengah tubuhnya.


"Oh ini pesanan kak dante yah, bukan inisiatif kak dewa" seru aluna melirik dewa.


Dewa pun tersenyum kikuk saat aluna meliriknya, ia berpura-pura ingin kekamar mandi untuk membuat air kecil.


"Dasar tengik" gumam dante masi didengar dewa.


"Gak ada! aku lagi ngecek pesanan makan siang kita" jawab dante tanpa melihat wajah adiknya.


"Assalamualaikum gadis mama" ucap salam mama sinta untuk alunanya.


"Waalaikumusalam ma, loh mama kesini sendirian" tanya aluna.


"Mama sama papa datengnya tapi papa ada urusan sebentar katanya nak" jawab mama sinta.


"Mama sudah makan belom" tanya aluna lagi.


"Kebetulan mama belom makan dari pagi tadi malahan, kenapa? karena mama selalu kepikiran aluna disini" jawab mama sinta.


"Ehm ma, aluna tidak apa-apa ma! Lihat aluna sudah bisa duduk walau sedikit nyeri tapi tubuh aluna kelihatan segar dan kuat ma" ucap aluna sambil memperagakan tangan kekarnya ala ade rai.


Sontak saja mama dan dante tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu aluna saat memperagakan otot dari tangan kecilnya, dewa pun keluar dari kamar mandi karna mendengar ketawa khas sang mama nya.


"Ada apa ma, kok mama ketawa sama kak dante juga kenapa ketawa?" tanya dewa bingung.


krik..krik dante dan mama sinta pun memutar mata malasnya dan mereka terdiam mendengar pertanyaan adik dan anak bontotnya.

__ADS_1


"Kakak ngapain lama-lama dikamar mandi, lagi konser lagu kah dikamar mandi" cetus aluna santai.


"Huaahahhahaha una sudah cukup main-mainya perut mama keram nih hahaha" ujar mama sinta sambil tertawa mengeluarkan tetesan air matanya.


"Dek belajar dari mana bisa bicara ngawur gitu?" tanya dente yang terbahak-bahak.


"Ah garing dah, apanya yang lucu" seru dewa kesal.


Tok tok tok (ketukan pintu dari luar ruangan).


"Masuk saja" seru mama sinta.


"Maaf buk, ini pesanannya" ucap tukang gojek yang mengantarkan makanan yang dipesan dante tadi.


"Oh makasih pak, ini ada sedikit uang untuk bapak dan anak-anak bapak yah" ucap dante memberi amplop coklat kepada bapak dari layanan aikasih tadi.


"Tidak usah tuan, ini kewajiban saya mengantarkan pesanan tuan! terima kasih tuan tapi saya tidak menerima pemberian dari tuan muda, maaf tuan" jawab bapak dandi sang gojek aplikasi.


"Pak terimahlah, saya ikhlas memberi bapak semata-mata karena allah swt" cicit dabte yang sudah membujuk pak dandi.


Pak dandi pun menerimanya, ia mengambil amplop coklat itu dengan puji syukur ia berterimah kasih kepada allah sudah memberikan rezeki lewat tangan tuan mudanya.


Pak dandi sudah mengenal dante dengan baik bahkan 3tahun belakangan ini dante lah menjadi penanggung jawab operasi sang anak dirumah sakit milik dewa ini.


"Terima kasih tuan, permisih buk.non dan den dewa" pamit pak dandi.


Pak dandi pun pamit dari ruang inap aluna, dante ingin menutup pintu tetapi ditahan oleh papa danu.


"Minggir ,papa mau masuk nih" seru papa danu.


"Pa kenapa ketus sekali" seru aluna.


"Eeh anak gadis papa dah bangun, gimana nak? Masih sakit kah lengan dan pinggulnya kalau masih sakit biar nanti papa cari tempat yang terbaik untuk pengobatan pemulihanya" tanya papa danu panjang lebarnya.


"Gak usah pa, aluna udah mendingan" jawab aluna terburu-buru.


"Sini peluk papa dulu, papa kangen sama tingkah jail aluna" ujar papa danu.


Mereka berdua pun berpelukan seperti teletubies depsi dan poh, alunan merasa nyaman sekali saat mendapat pelukan dari papa danu nya seperti pelukan dari papa daren sang papa kandungnya.


"Papa ayok kita makan dahulu mumpung makanan nya masih panas" seru dewa kepada papa danu.


Mereka berempat pun makan bersama didalam ruang inap yang aluna tempati, dengan perasaan senang, canda, tawa mengiringi saat mereka makan siang dirumah sakit itu.


Bersambung.

__ADS_1


Cinta bisa ditakdirkan yang maha kuasa, jika cinta datang maka lindungi dia semampu kamu karna cinta mampu membuat hidup dan pribadi kamu menjadi lebih baik.


terimakasih untuk semuanya buat kamu yang selalu masuk kedalam imajinasiku😘😘


__ADS_2