Obsesi Sang Gadis Kecil

Obsesi Sang Gadis Kecil
SENJA KU.


__ADS_3

Menikmati Senja Bersama Mu


Keesokan Harinya


Pada pagi hari aluna yang sedari tadi sudah siap-siap untuk pulang dan ia merapikan tempat tidur yang selama berapa-berapa hari ini ia tempati


cekreek...


(suara pintu kamar tempat aluna di rawat pun terbuka).


memperlihatkan dua orang paruh baya yang berseragam seperti dokter dirumah sakit milik dewa itu,mereka masuk dan melangkah mendekat ke arah brangkar yang ditempati anak asuhnya.


"Sayang, masih ada rasa sakit kah sekarang ini" ujar dokter sinta sambil memeluk lembut tubuh sang gadis kecilnya itu.


"Gak ada ma, aluna rindu mama" ucap aluna yang begitu lirih menyentuh seluruh hati mereka yang ada di sana.


Tok tok tok...


terlihat 2 bersaudara dante dan dewa masuk dari balik pintu membawa 2kantong kresek yang dipesan oleh gadis kecil mereka.


"Hai gadis nakalku, uda siap-siap blom" ucap dante


" ia kak udah beres" jawab aluna.


"Hallo dokter sinta,dokter putra selamat siang" ujar dewa basa basi.


"Siang dokter dew" jawab dokter putra.


Mereka pun tertawa, kehangatan yang tercipta membuat kehangatan menjalar di hati aluna.


"Mari sayang,papa putra akan mengantarmu sampai lobi biar kedua sodara itu yang membawa barang-barang una" ujar dokter putra.


"Baik pa" jawab aluna.


Dokter sinta dan dokter putra pun mengiringi kursi roda aluna, mereka sambil berbincang-bincang tentang masa lalu yang mereka lewatkan bersama.


Sesampai dilobi mereka pun menunggu mobil yang dibawa jay dari parkiran menuju kedepan loby rumah sakit milik dewa itu.


"Makasih ma dan papa sudah merawat una sampai una siuman, maksih banyak mama dan papa sudah ada didalam kehidupan aluna yang begitu sepi tanpa papa daren dan mama nara.


" Sama-sama sayang, kamu gak perlu merasah sedih karena kami ada untukmu dan kamilah tempat kamu pulang. Jadi jangan bersedi lagi yah!" ucap dokter sinta dengan kelembutannya sambil memberi pelukan untuk aluna.


Singkat waktu mereka bertiga sudah didalam mobil yang kapasitasnya besar, yah takut nya luka una akan terbuka kalau kesenggol tangan jail dewa.


"Kakak,una mau mapir sebentar kemini market sama tempat yang ingin una datengin sekarang mumpung belum kesorehan" ujar aluna memohon.

__ADS_1


"Tapi kan dek luka kamu itu blom sembeh beneran, gimana kalau lukanya terbuka lagi hmm"


"Gak ada yang terbuka kak, una hanya ingin memandang senja saat mentari terbenam dipesisir pantai kak, ayo kak please ...


Aluna tuh hmm.. please follow aluna's request brother" ucap aluna memelas kepada dua saudara angkatnya itu.


Dewa dan dante saling pandang. Mereka berfikir untuk kali ini aja mereka menuruti kemauan aluna.


"Baiklah kami berdua setuju tapi ini terakhir yah kami terima usulan kamu una"


"Yes... Of course kakak, I can"


"Bagus"


"Jay berhenti kesupermarket terdekat yah?" seru dante.


"Ok bos"


Aluna turun perlahan dari mobil melangkahkan kaki menuju supermarket terdekat, ia menggambil barang-barang yang dibutuhkan didampingi dewa yang mengawalnya dari turun mobil sampai didalm gedung market place ini. Dewa tak kunjung lengah dari musuh-musuh yang akan mencelakai sang gadis kecil miliknya itu.


"Kak let's go to the cashier, udah ini aja kita bawa kepantai. Gak keberantankan batu aluna"ujar aluna kepada dewa.


"Of course, I can help yau baby" jawab dewa sambil membawa barang belanjaan yang akan dibayar.


Belanja sudah kemudian mereka pun menuju mobil dan berangkat, setiba nya di parkiran di area pantai mereka berempat pun turun dari mobil.


dan mereka berempat pun berjalan menuju pantai, jay, dante, dewa tersenyum melihat tingkah gadis kecil mereka saat ini walau tubuhnya belom vit akan tetapi kebahagianya terpancar saat kebahagian yang ia inginkan terlaksanakan. Inilah yang membuat mereka mati-matian menjaga aluna karna didiri aluna banyak sifat aluna yang mereka agung-agungkan dengan cara dan tingkah yang membuat orang terikat dengan batinnya sendiri.


Debur Ombak menyapa telinga, Bagai alunan simponi yang menyejukan hati.


burung-burung berkicau sedang berlalu-lalang terbang dilangit, bagikan seseorang yang mendapatkan kebebasanya.


Hal ini membuatku tersenyum sempurna.


"Bahagia" celetuk dante dari arah belakang tubuh aluna.


"Sangat-sangat bahagia kak, aluna menunggu momen senja mungkin senjahlah yang bisa mengobati rasa yang ada dihati aluna kak"


"Senja membuat kita tenang una, bukan mengobati lukamu" ucap dante lembut.


"Apa kakak tidak kesepian sampai sekarang kakak belom mendekat diri dari para gadis-gadis yang memuja kakak"


"Hee , kakak sudah menemukannya una akan tetapi mencintai dalam diam itu lebih sempurna karna takut akan hal-hal berbau penolakan yang bikin hati kita tak nyaman"


"Siapa gadis yang beruntung itu kak"

__ADS_1


"Dia tak jauh dari kakak, kakak cukup memandangnya dan menjaganya dari kejauhan una karna kakak sangat mencintainya una"


"Sungguh, wah beruntung gadis itu kak karna dicintai kakak una yang cakep nan kaya ini"


"Gadis itu adalah kamu una, biarlah hati ini bahagia dengan caranya sendiri karna aku tak akan jauh-jauh darimu dan aku akan menjaga kamu sebaik aku menjaga diriku sendiri" gumam dante dalam hatinya.


"Una kita duduk santai disana yuk" ajak dewa menunjuk kearah taman buatan yang ada disana.


"ayo kak dante" ucap aluna mengulurkan tangannya kepada dante.


Mereka bertiga pun bergandeng tangan sambil berjalan menuju taman. Disana sudah ada jay dengan barang-barang yang sudah ia siapkan.


"Wah ada kelapa muda, jagung bakar, ice cream dan corndog fla coklat, makasih kak jay" ujar aluna kegirangan.


"Sama-sama nona kecil, duduk una nya jangan berdiri mulu" jawab jay sopan.


Mereka berempat berbincang-bincang sambil menyemil yang tersedia didepan mata mereka, waktu berjalan cepat kini matahari mulai meredup meninggalkan badan sebagianya yang sudah tenggelam, riuh burung-burung bertebangan membuat suasana romantis tercipta.


Mereka berempat pun memandang langit yang mulai menggelap dan senja muncul dengan keindahan yang ia bawa.


"Waaahhh aluna suka senja, sangat suka"


Mereka bertiga melihat tingkah aluna yang konyol entah apa yang mereka pikirkan , ada rasa cemas yang mereka rasakan setelah hari ini dan mereka akan bersiap menerjang marabahaya yang akan datang menjumpai gadis kecil mereka.


Aluna memejamkan matanya menikmati angin yang menyapa dan suasana yang begitu menenangkan jiwa.


"Langkah kakiku menuju mimpi


Pada cerita yang belom tertulis


Keindahan mimpinya tak sebatas ego diri


Aku mulai menyelami dan terus menyusuri relung hatiku ini, aku inginkan kak dante untuk jadi pendampingku! Apa salah rasa ini kupendam atau ini kesalahan yang akan aku terima dimasa yang datang" gumaman aluna dalam hatinya.


Lamunan aluna buyar saat seseorang mengulurkan switer untuknya dan memakaikan ketubuh mungilnya itu.


"Una mari kita pulang? Hari sudah gelap" ucap dewa.


"Baik kak" jawab aluna.


Sebait mimpi tinggal dipesisir pantai


Rasa ingin ku gapai kan ku kubur dalam-dalam


ombak yang akan mengikis mimpi itu

__ADS_1


Biar rasa yang terkikis lambat laung menghilang.


Bersambung.


__ADS_2