Obsesi Sang Gadis Kecil

Obsesi Sang Gadis Kecil
TEMPAT RAHASIA ALUNA


__ADS_3

Di Ruumah Kayu


"Tunggu sebentar dan tetaplah disini, kakak akan keluar dahulu mau ambil sesuatu didalam mobil dan kamu harus memejamkan mata saat kakak akan masuk" ucapan dewa memerintah alunanya.


Dewa melepaskan pelukannya,ia berlalu dari hadapan alunanya. Ia berjalan santai menuju pintu utama dan masuk kedalam lift yang ada dirumah kayu itu, ia membuka pelan pintu kayu dan ia keluar dari pintu yang akan tertutup dengan sendirinya. dengan senyuman bahagianya ia mengambil kotak berwarna hitam dan kotak sedang berwarna coklat untuk ia berikan kepada gadis kecilnya sebagai hadia ulang tahun darinya.


Dewa memasuki rumah kayu kecil itu, ia bahagia bukan kepalang seyam senyum sendirian sambil melangkah masuk kedalam lift, sesampainya dilantai satu ia berjalan melewati lorong kecil dan menuruni anak tangga satu persatu sampai didepan pintu besi berukuran besar serta ukiran dewa membuka kotak berukuran sedang yang berisi cake ulang tahun dengan hiasan lilin berbentuk bulan sabit khusus untuk alunanya.


"Happy birthday to aluna, happy birthday to aluna sayang. Semoga aluna diberi kesehatan,panjang umurnya, menjadi sosok yang lebih baik lagi didalam kehidupan yang fanah ini dan semoga cita-cita yang dipanjatkan dalam doa semuanya terkabul ditahun ini. Amin" seru dewa dengan euforianya sambil mencium kening sang gadis kecil miliknya itu.


"khemmm kak, terima kasih surprise yang kakak berikan untuk aluna ini" ucap aluna yang sudah menangis terisak-isak.


"Sama-sama sayangku, ini hadiah untuk ulang tahun aluna. bukalah sayang" seru dewa sambil menyodorkan kota berwarna hitam.


Aluna pun membuka kotak hitam itu dengan pelan, saat membuka kotak itu betapa terkejutnya ia melihat kalung berbandul blue diamond atau disebut dengan berlian biru yang harganya selangit itu. aluna membeku ditempatnya berdiri dengan raut wajahnya yang cengo.


"Kak serius ii..ini ka..kalung 3mata blue diamond dan ini sertefikatnya, kakak kalung ini sangatlah mahal" ujar aluna yang kaget


"Tidak ada yang bisa memandingi kemahalan yang kakak punya, bagi kakak itu aluna lah harta berharga yang paling mahal tak bisa digantikan dengan apapun itu yang ada didunia ini" ucap dewa sambil menatap senduh alunanya.


"Terima kasih kak, kakak yang aluna punya dan hanya keluarga kakak yang bisa menggantikan mama nara dan papa daren disisi aluna. terima kasih sudah menyayangi dan mencintai aluna" ucap aluna yang sudah memeluk erat pinggang calon tunangannya itu.


"Kakak sangat-sangat dan sangat sayang, menyayangi aluna sedari dulu dan sekarang cinta kakak kepada aluna sudah tertancap dalam dibagian inti tubuh kakak ini" ucap dewa sembari memeluk alunanya.


"Kakak, aluna mau nginep disini boleh soalnya aluna sudah izin libur kerja besok" ujar aluna manja.


"Baiklah kalau maunya aluna begitu soalnya ini sudah malam kalau mau kluar dari hutan malam begini takutnya hewan buas masi gencar cari makan disaat malam hari begini" ucap dewa


"Iya kak itu benar hewan buasnya banyak disini karna kedatangan mereka kesini tertangkap oleh camera cctv rumah ini. sebenarnya aluna tak sendirian buat ini karna aluna minta bantuan mang ujang untuk cari seseorang yang pandai bikin alat canggih untuk penjagaan ketat dirumah ini, yah gitu mang ujang meminta batuan profesor terkenal yang bisa bikin alat-alqt yang sangat canggih katanya, entahlah aluna lupa karna hanya mama dan mang ujang tau nama profesor itu" ucap aluna.


"Oh udah bisa ngibulin kakak yah kamunya, eh iya ayo makan kue nya" ajak dewa


"Ayo kak, aluna ambil pisau sama piringnya dulu kak" ujar aluna sambil pergi.


"Ok hati-hati pegang pisaunya" seru dewa


"Iya tuan dewa ini pisaunya, kakak dulu potongnya aluna mau ambil teko air didapur" ujar aluna sambil berjalan kebelakang lagi.


"Iya aku potong jadi bagian kecil-keci aja, aluna mau yang potongan yang gede apa potongan kecil kuenya sayang" tanya dewa dengan nada suara meninggi.

__ADS_1


"Aluna mau kecil aja kak, kalau mau yah tinggal aluna ambil" ujar aluna sambil menaruh teko air di atas meja makan.


"Ini punya aluna dan ini punya kakak" ucap dewa sambil menyodorkan piring berisi kue kepada alunanya.


"Wah ini enak kakak, kakak pesannya dimana?" tanya aluna lagi.


"Pesen dari cafe vloid tadi sore, mereka juga menerima pesanan pelanggan sayang" jawab dewa


'Maafkan kakak aluna. kakak berbohong soal kue itu, kue itu buatan kak dante hanya karna kakak tidak mau malam ini berkumpul bertiga ditempat ini sebab kakak ingin menghabiskan waktu berdua saja denganmu" gumam dewa dalam hati


"Kak dewa sudah makan mau ikut aluna kesuatu tempat rahasia yang baru aluna buat beberapa bulan lalu" ajak aluna


"Mau aluna, kakak juga belum mengantuk dan ingin sekali menghirup udara segar sekarang" ucap dewa.


"Ayo tinggalkan ini dulu, kak dewa ikut aluna langsung ketempat yang aluna rahasiain" ucap aluna sambil membawa potongan kue didalam kotak makan dan membawa dua minuman kaleng persediaan disana nanti.


dewa berjalan mengikuti langkah alunanya kedalam pintu rahasia, pintu terbuka memperlihatkan lift berukuran besar didalam sana. tanggan dewa digenggam dan ditarik masuk karna aluna sudah begitu geram melihat kak dewanya bengong lagi didepan pintu lift rahasianya itu.


"Apasih bengong gitu kak ntar mulutnya masuk lalat gimana" ujar aluna kesel.


"hehehe kakak kaget aja liat bangunan ini yang canggihnya luar biasa dan ini lift yang berjalan dengan cara horizontal, bikin kakak gak habis pikir kalau dihutan ini ada rumah semewah ini" ujar dewa


"Aluna cuma ingin rumah ini aman dari jangkauan orang jahat dan ini tempat yang paling aman menurut aluna kak karna tempat berbelanja tak jauh dari sini bila barang dapur serta keperluan lainnya habis dan pikiran orang-orang jahat takkan sampe kesini bila mau cari aluna kak sebab hutan ini sudah aluna beli dan juga belinya atas nama orang tua mang didi jadi gak kan keicar dimana aluna berada" ucap aluna sambil tersenyum.


"Siapa dulu dong gadis kecilnya kak dewa dan kak dante" cengir kuda aluna saat brucap kata.


detingan pintu lift terbuka, lagi dan lagi dewa tercengang menatap kamar besar menghadap kearah air terjun yang mengalir kedanau yang indah ,kamar besar ini juga dilengkapi dengan fasilitas elit nan lengkap bak hotel berbintang.5.


Nuansa kamar mewah yang bergaya eropa ini sangatlah memanjakan mata sang dewa, ia melihat sekitar kamar yang hampir bergaya eropa semua dan hanya lampu kamar yang bergaya aesthetic led strip lighting. dewa duduk disofa modis tipe shelton, sofa recliner 4 seater yang terkenal kenyamanannya.


Dewa tak habis pikir dengan alunanya kenapa bisa sepintar ini membuat ide untuk persembunyiannya dan siapa profesor dibalik pembuatan alat canggih ini hanya dewa yang memikirkan itu karna aluna masa bodoh tentang nama dan latar blakang profesor terkanal itu.


" Nyaman tidak kak, sekat kaca ini memang aluna inginkan untuk melihat pemadangan diluar sana saat matahari terbenam dari kaca inilah kita bisa melihat keindahan langit senja serta pemandangan malam hari dan pagi harinya kak" ucap aluna panjang lebar.


"Indah dan nyaman sayang saat brada disini" seru dewa sambil melihat pemandangan malam hari yang begitu indah.


"Bulan sabitnya cantik dan kerlipan anak-anak bintang nya menakjubkan membuat malam ini begitu indah, disalah satu bintang itu ada mama nara dan papa daren sedang menatap kita dari kejauhan kak,mereka memantau kita dari sana sebelum kita menyusul mereka" ucap aluna getir yang menahan isakan tangisnya.


"Benar sayang karna mereka menyayangi kita selalu, jadi jangan pernah mengecil hati karna mama dan papa sudah tak lagi ditengah-tengah kita karna mereka hanya pergi sesaat dan memantau kita dari jarak jauh" ucap dewa kepada aluna.

__ADS_1


Aluna tak tahan lagi menahan tangisannya, tangisan itu pecah saat mendengar kata-kata kak dewanya itu. tangisan yang diiringi isakan kecil membuat hati dewa terasa seperti dihujam pisau,sakit yang ia rasakan.


Dewa berpindah duduknya ketempat aluna, ia memeluk aluna dengan erat dan penuh kasih sayang. dewa menenangkan alunanya sehingga dengkuran halus terdengar ditelinga dewa.


"Dasar gadis kecilku nakal, malah tidur ninggalin aku sendirian"gumam kecil dewa


Dewa menggendong aluna dan membawanya keatas kasur king size milik alunanya dengan pelan ia menempatkan aluna dalam kelembutnya dan empuknya kasur gadis itu, dewa segerah membersihkan diri didalam kamar mandi tepat disisi kiri samping kasur aluna kamar mandi bergaya eropa berada.


Selesai mandi dewa berpakaian, ia memakai baju kaos oblong berwarna putih serta celana joger hitam yang ada dipaper bag yang ia bawa dari bagasi mobilnya karna dibagasi mobil dewa sudah seperti lemari pakaian yang berjalan mengikuti dewa kemana-mana.


"Tidur yang nyenyak sayangku hilangkan rasa sedihmu karna aku akan terus berada didekatmu dan memberimu kebahagiaan setelah ini" seru dewa sendiri sambil merebahkan tubuhnya.


Dewa mencari remot tirai tak sengaja ia mengambil remot seluruh ruangan, ia mencoba mengertikan kata-kata dibagian tombol yang ada diremote besar itu. dewa memencet tombol kunci dan tombol perlindungan di dalam remot itu dan otomatis seluru ruangan terkunci.


Dewa melihat pergerakan tirai yang tertutup dengan dinding kaca yang telah berubah menjadi dinding besi bercampur logam serta pintu lift yang tertutup rapat dengan dinding logbes yang sangat besar.


Dewa merebahkan dirinya disamping aluna dan memberi lengannya untuk sandaran kepala aluna, ia memejamkan matanya sambil menepuk-nepuk pundak alunanya.


*****


Suara riuh dan dentuman musik yang kuat membuat orang-orang menari-nari didalam gedung club yang tidak jauh dari pertengahan kota xxx.


"Alunaku jangan tinggalkan kak dantemu ini sayang" seru dante yang sudah mabuk berat.


"Aluna menikahlah denganku"


"Aku mencintaimu"


"Alunaku"


"Gadis kecilku"


"Alunaku, uhuhuk"


Racau dante terbatuk-batuk saat meminum gelas terakhir baijiu dari china bagian barat itu.minuman berakol dari negara china barat itu sudah menjadi minuman tervaforit dante karna minuman tersebut disuling dari sorgum, gandum atau beras. Minuman ini masuk sepertiga dari minuman berakohol yang dikonsumsi didunia.


"Bos kita pulang sekarang, bos sudah terlalu banyak minum" ujar jay yang setia menemani bos sekaligus sodaranya itu, ia membawa tubuh dante keluar dari club milik bos nya itu sendiri.


"Jay, gadis ku diambil oleh adikku sendiri jay" seru dante dwngan racauannya.

__ADS_1


"Kita pulang ke apartemen bos, bisa bahaya kalau bos pulang kerumah" ujar jay.


Jay membawa tubuh dante masuk kedalam mobil dan jay membawa mobil sport mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke apartemen milik dante.


__ADS_2