
Mengenang Masa Lalu.
Para dokter mendekati tubuh sang putri asuh mereka dan memeriksa keadaan aluna sontak saja raja sedari tadi duduk di samping aluna langsung beranjak dari tempat duduk nya, menjauh dari aluna dan berdiri disamping soni.
"Bagaimana keadaannya" tanya raja dengan angkuhnya, raja memang
"Keadaan pasien sudah lebih baik dari sebelumnya, beberapa jam lagi akan pulih kesadarannya" jawab dokter sinta.
"Baiklah kami permisi tuan" seru dokter putra sambil melirik dokter candra.
"Ok sudah selesai, vitamin nya harus diminumkan pada pasien setelah makan siang tuan. kalau begitu saya undur diri" ujar dokter candra.
Mereka bertiga dan 1 perawat pun keluar dari ruang rawat aluna dan didalam benak merekapun bertanya-tanya kenapa bisa anak musuh masuk kedalam lingkungan aluna saat ini dan kemana dante dan danu, mereka bertiga larut dalam pikiran masing-masing.
Didalam ruangan aluna, pergerakan tubuh yang aluna tunjukan perlahan-lahan dilihat oleh raja.
"Una bangun"
raja pun tak berhenti-hentinya memanggil-manggil nama aluna.
Perlahan-lahan mata gadis itu terbuka dan ia melihat seisi ruangannya, matanya pun memindai 2 orang yang ada disampingnya.
"Kamu si-siapa, ke-kenapa kmu bisa masuk" tanya aluna bingung.
"Una apa kau benar una sang bulanku"
"Kamu siapa, kenapa kamu tau namaku"
Raja berinisiatif memeluk tubuh sang gadis kecilnya, ia pun memeluk tubuh una dengan erat tetapi tak mengenai areah tubuh aluna yang terluka.
"Una apa kau tak mengenalku" tanya raja kembali sambil melepaskan kacamata yang brrtengger dihidung mancungnya.
"Aku raja, 12tahun yang lalu kamu nolong kakak dari tawuran antar sekolah"
"Kaa-kakak, kak raja" seru aluna kaget.
Raja memeluk erat tubuh pucat alunanya, ia mengeluarkan rasa rindu yang telah lama ia pendam. entahlah perasaannya saat ini tak menentu.
"Una jahat, una ninggalin kakak tanpa memberikan kabar" seru raja tiba-tiba.
"Maafkan una kak, una salah tak mengabari kakak dahulu karena tiba-tiba saja mama dan papa mengajak una untuk pergi diam-diam dari sana. saat kami bertiga pergi diam-diam dari rumah ada beberapa orang menyiram cairan kearah rumah dan hitungan menit rumah yang una tempati terbakar kak" ucap aluna lirih.
"Aa-apa?" kaget raja mendengar cerita aslinya.
"Kakak pikir itu kejadian tak disengaja una, mereka memberi tahu kakak kalau una sama om dan tante sudah dibawa kerumah sakit sebab Pikir kakak itu hanya konslet dari aliran listrik, maaf kan kakak una. kakak sudah mencarimu kemana-mana tapi tak menemukanmu" ujar raja meneteskan air matanya.
__ADS_1
Mereka berdua pun saling menangis karna cerita masing-masing sudah diutarakan satu sama lainya, sedih, senang menjadi satu dan pertemuan kali ini menjadi hadia untuk una karena tuhan mengabulkan satu permintaan dihari lahirnya kemarin.
Mereka larut dalam obrolan masing-masing sampai tak menganggap soni berada di samping mereka, sangat apes buat soni tapi ini lah kesetiannya terhadap raja apa pun keadaannya ia selalu ada disampingnya.
'Ternyata sih bos bisa nangis juga yah, hihihi... hmmm boleh juga non una jadi pawang sih bos. lumayan bos gak marah-marah lagi untuk saat ini hihihi ' gumam soni.
"Son cari tau kejadian sebenarnya tahun lalu" perintah raja kepada soni.
lamunan soni pun terputus saat perintah bosnya terdengar ditelinganya. soni pun tau maksud dari bosnya, ia menganggukan dagunya dan keluar dari ruang inap aluna untuk mencari informasi kejadian tragedi pembakaran rumah kediaman una dimasa lalu.
"Kak, kakak tau dari mana una dirawat disini"
"hmmmm... Itu kakak dihubungi dari rekan hrd kamu, sean kasih tau ada karyawan baru izin kerja 1hari tapi hari ini tak masuk juga akhirnya anak buah kakak juga tau kamu dapat musibah begini, naluri bos ingin membesukmu karena filing kakak ingin bertemu sama kamu, nah saat anak buah kakak juga dapet informasi dari rumah sakit ini bahwa kode di leher bagian belakang kamu itu sama dengan ciri yang kakak beri contoh kepada mereka. yah kakak memastikan kebenaranyakan datanglah kakak kerumah sakit, eh beneran ini nyata kakak ketemu kamu lagi sayang" ujar raja panjang lebar sambil menyentil hidung una karena ia gemes dengan unanya.
"Berarti filing una benar dong, saat una cek berkas-berkas yang sudah ditanda tanganin ada yang menganjal dihati una dengan tanda tangannya tapi una lupa lihat dimana tanda tangan itu ternyata tanda tangan milik kak raja hehehe"
"Dasar gadis kecil nakal, kalau gitu kakak gak bakal cari kamu kemana-mana lagi yah karena kamu ada dihadapan kakak dan ada diprusahaan kakak, mulai besok kakak ingin una jadi seketaris kakak, ok"
"Loh kok gitu, gak bisalah"
"Bisalah, kakak pemilik prusahaan"
"Gak bisa begitu kak, kakak gak bisa seenaknya saja naikin jabatan una karna una baru beberapa hari masuk kerja kak kalau karyawan lain marah gimana?"
"Mereka gak berani kalau ada yang berani sama adiknya aku, aku bakal keluarin dia dari prusahaanku. Bereskan" ucap raja sambil menaik-turunkan alisnya.
"Iyalah siapa dulu raja gitu, wkwkw"
"Aaiss apalah kakak nih"
"Dek boleh tanya sesuatu tidak"
"Apa to the point aja kak jangan bertele-tele"
"Hmmm ini, una rindu tak sama kakak ganteng nih yang mirip primus artis indonesia ituloh"
"Yee preet... pd kali lah kak raja, mana ada kakak mirip primus malah jauh sangat tau kemiripannya bagai langit dan tanah..hihihi"
"Aiss kebiasaan yah tak pernah dirubah, disanjung dikitlah kakaknya biar bahagianya berkali-kali lipat"
"Iya deh kak, kakak mirip dewa yunani. Dewa apollo yang tampannya diakui dikalangan wanita, sudahkan? baikan una nya?"
"Iya baik sekalilah gadis kecil raja ini, adik yang paling kakak sayangi dan selalu ngegemesin kakaknya. kakak minta una jangan menghilang lagi dari kehidupan kakak, kakak sedih tau kau? Tiap hari mikirin keberadaan una bikin sesak tau"
" Iya-iya gak ngilang lagi, janji"
__ADS_1
"Nah gitu dong kalau ada apa-apa kasih tau kakak yah karna kakak selalu ada untuk kamu" ucap raja sambil memeluk una nya.
***
"Arrrggghhh sialan bajingan, hanya aku bisa memeluknya bangsat, bajingan" teriak dante dari kamar inap yang berhadapan dengan ruangan una nya.
Sedari tadi dante hanya memantau dari balik layar penda pipihnya, emosinya meluap saat aluna jatuh dipelukan raja.
"Bagaimana bisa una kenal sama dia, dia anak pembunuh mama dan papa. Una" jerit dante diruangan kedap suara itu.
kerekk.(pintu ruangan dante terbuka)
Dewa dan papa danu masuk dengan raut wajah yang sudah menggelap, entah apa yang terjadi kepada mereka berdua.
"Papa" seru dante.
Plak plak..
sebuah tamparan mendarat kearah pipi dante, sakitnya tak ada rasa lagi karena rasa sakit itu sudah berkumpul menjadi satu saat ia melihat gadis miliknya dipeluk oleh musuhnya.
"Kenapa bisa anjing itu masuk dante?kenapa dia kenal dengan una dante? Kenapa dia bisa seakrab itu sama una dante? Apa yang kamu tidak ketahui, seluruhnya kamu ketahui dan kenapa masalah una dan bajingan itu dekat? Kenapa tidak kamu ketahui dari awal. Hah" kesal papa danu sudah mencapai keubun-ubun.
"Pa ,kakak tidak tau masalah ini dan dewa pun kaget dengan kenyataan ini karena hubungan raja sama aluna itu tidak terendus oleh siapa pun pa? Dewa pun kali ini kecolongan lagi tentang aluna" ujar dewa.
"Pa ,maaf dante hanya memancing dia masuk dalam permainan dante saja pa? dante ceroboh sekarang karena dante tak mengetahui tentang kedekatan aluna sama dia" jawab dante Membela dirinya.
Papa danu pun duduk disofa dekat nakas disamping kasur rawat inap itu, ia melihat tangan anak tertuanya terluka, ia terpaksa memberi perhatian untuk dante walau emosinya masi meluap-luap.
"Nak ,obatin dulu luka mu takut nya terinfeksi" seru papa danu menghawatirkan anaknya.
Papa danu tau kalau dante tidak mengetahui apa-apa tentang kedekatan sang gadis kecilnya dengan anak musuh bebuyutannya itu tapi permainan dante ini sangatlah berbahaya buat aluna kalau adi gawa tau keberadaan aluna sebenarnya dan jati diri aluna terbongkar dihadapan adi gawa, bisa-bisa gadis kecilnya itu tak akan selamat ditangan mereka.
"Jalan satu-satunya memisahkan mereka itu dengan cara mempercepat pernikahan dewa dan kita semua akan membawa aluna menjauh dari pulau ini, yah itu jalan satu-satunya" ucap papa danu mematangkan pemikirannya.
"Mem-mempercepat pee-pernikahan dewa pa" ujar dante yang kaget akan ide papanya.
"Iya, pernikahan dewa harus dipercepat dan tidak ada jalan lain yang kita tempuh untuk saat ini karena peperangan antara kita akan terjadi" papar danu dengan ansumsinya.
"Pee-perang pa" ucap dewa gugup.
"Benar peperangan akan terjadi karna adi gawa ingin mengambil hak atas warisan aluna, ia sudah berencana untuk mencari keberadaan aluna dan mengambil kunci berbandul batu red beryl itu" ucap papa danu.
"Kunci bandul batu red beryl, sepertinya tak asing dengan benda itu" ujar dewa.
"Kunci itu milik mama nara" jawab dante
__ADS_1
Bersambung.