
Emosi Raja
Pagi yang indah dengan cahaya mentari yang menyinari muka bumi dan kicauwan burung seperti simfoni yang mengalun indah.
Aluna berjalan menyusuri lorong yang ada dikantornya ia tak melihat orang-orang disekelilingnya, berjalan bak orang mati ia menyisiri lorong itu tak ada semangat atau bahagia dihatinya karna separuh hatinya sedang tertidur lelap.
"Una ada apa, kenapa una seperti ini tak bergairah untuk berkerja" deep voice mengalun ditelinga aluna.
"Kak, hiks hiks aluna sedih kak hiks" air mata aluna semakin deras.
"Jelasinya didalam ruangan kakak aja na, ayo ikuti kakak" ujar raja mengelus kepala aluna dan ia menggenggam tangan aluna sontak saja seluru karyawan yang melihat adegan itu mereka semua menjadi riuh dan kisruh membuat isu-isu jelek tentang aluna menyebar.
Aluna mengikuti langkah raja menuju ruangan yang ada diujung lorong itu, aluna berjalan mengiringi langkah raja yang cepat, mereka berdua berjalan masuk kedalam ruangan besar nan mewah milik raja.
"Duduk dan ambil nafas dalam lalu hembuskan, hmmm udah merasa baik sekarang?" tanya raja.
Aluna yang mengikuti saran raja pun kini menghembuskan nafas beratnya dan aluna memandang raja beberapa detik.
"Sudah sarapan belom una nya?" tanya raja belom menanyakan kepoin permasalahannya karna ia tau kondisi aluna saat ini tidaklah baik-baik saja.
"Belum kak, una belum sempat sarapan karna pagi tadi una langsung melihat kondisi keluarga una! Una gak enak kak karna kendaraan una yang dirusakin orang malah menimbulkan kecelakaan buat orang lain apa lagi itu melibatkan keluarga una sendiri" ujar una lebih tenang dari yang sebelumnya sesugukan walau air mata masi mengalir una tetap akan menenangkan hatinya sendirian saat ini.
"Kenapa selalu saja menyepelekan hal kecil seperti sarapan itu kalau diterusin bisa bahaya sayang, fisik kamu yang dipertaruhkan karna mikirin yang sudah terjadi!"
"Eh apa, apa kecelakaan, siapa una?" tanya raja lagi karna ia baru sadar akan hal itu.
"Motor una disabotase seseorang kak, walaupun bukan una yang kecelakaan tetapi yang kena juga masih keluarga una kak" ujar aluna walau ia tak menyebutkan nama dewa dihadapan raja.
"What,are you serious una, ini masalah serius sayang kenapa gak bilang sama kakak sebelumnya!"
"Una baru tau kabarnya dini hari kak!"
"Oke tenang dulu una nya kita sarapan dulu, kakak juga belum sarapan. Kita sarapan dulu yah, aluna tenang dulu ok?"
Aluna hanya mengangukan dagunya dan ia melihat kak raja mengambil benda pipih dari dalam saku celananya dan raja mengotak-atik benda pintar tersebut.
"2Nagosea,cemilan dan 2lemon tea cepat keruangan saya" ujar raja memerintahkan seseorang dibalik benda pintarnya itu.
"Una sudah dapatkan petunjuk belum na?" tanya raja yang memecahkan keheningan yang terjadi saat itu.
__ADS_1
Dengan mata yang berkaca-kaca aluna membuka suara walau lirih masih terdengar jelas ditelinga raja,raja tak tahan melihat gadisnya bersedih kini ia mendekat dan memberikan kekuatan untuk aluna tegar saat ini.
"Una, kakak tau ini menyakitkan untuk hatimu yang begitu rapuh ini, kakak mengerti sayang dengan perasaanmu ini akan tetapi bersedih tiada gunanya tak dapat mengembalikan keadaannya sayang" Ujar raja memeluk erat tubuh aluna.
"Una kecewa dengan keadaan begini kak! una gak mau ada lagi orang-orang yang aluna sayangngi pergi lagi seperti mama dan papa, cukup mereka yang ninggalin aluna disini" seru aluna menggentakan kaki nya karna rasa sesal semakin mendalam coba waktu diputar biarkan aluna yang menggantikan posisi dewa.
"Cup cup ststtsss sssttttsssssss menangislah dan berhenti bila kakak bilang stop don't cry una, disini ada kakak jadi lampiaskan kekesalanmu kepada kakak jangan cengeng ok!"
"Hmmmm"
Tok tok tok..
"Permisi pak, pak ini makanan nya dateng pak" seru lelaki dibalik pintu ruangan private raja itu.
"Masuk" jawab raja.
"Pak ini pesanannya pak" ujar pelayan laki-laki itu.
"Nagosea,bolu pandan,lemontea, silakan dimakan pak! Saya permisi kembali berkerja lagi" seru pelayan tersebut.
"Terima kasih" jawab raja singkat akan tetapi berharga buat pelayan tersebut.
Aluna tersenyum melihat raja yang kaku saat mengucapkan kata terima kasih kepada pelayan tadi walau aluna masi menangis akan tetapi kelakuan raja yang menurutnya lucu itu membuat ukiran senyuman itu terpahat sempurna saat ini.
"Sarapan dulu ini nasi goreng seafood paling enak menurut kakak, una cobain deh" ujar raja sambil mengangkat sendok berisi nagosea itu masuk kedalam mouth aluna.
"Hmmmm enak sekali kak"
"Tentu dong ini cheff handal untuk menyambut tuan putri yang sukanya nagosea nya" ucap raja yang tersenyum.
"Enak beneran enak kak" ujar aluna yang tampak air matanya sudah berhenti menetes.
"Gak boleh sedih lagi ok, harus kuat dan kita harus ketemu sama pelakunya yah una harus kuat" nasehat raja kepada aluna.
"Una mau hajar dia sampe dia sekarat kak sama persis dengan keluarga una sekarang" ucap aluna yang mengebuh-ngebuh emosionalnya.
"Ini enak na, bumbunya meresap membuat rasanya pas, makan sayang abisin yah!"
Aluna menganggukan kepalanya walau hatinya tertuju pada dewa yang belum sadarkan diri, ia tetap menyembunyikan perasaan kalutnya karna ia mau menghargai perasaan raja yang berjuang membahagiakannya walau ia tau raja mencintainya sejak dahulu.
__ADS_1
"Cintamu tulus kak terbukti sampai saat ini kamu menjaga una dengan berbagai cara dan membahagiakan una dengan berbagai cara juga tetapi aluna gak bisa balas cinta kakak karna aluna anggap kakak itu kakak kandung aluna sebenarnya" gumam aluna dalam hatinya.
Selesai sarapan mereka pindah kebalkon yang ada di ruangan itu, dengan mode serius raja menanyakan seluruh penjelasan aluna karna hal ini sudah tepat waktunya untuk menanyakan penjelasan pokok cerita aluna.
"Gini kak, keluarga una kemarin itu mobilnya mogok didekat kantor terus dia telfon una mau pinjam motor, yah udah una bicara tuh sama resepsionisnyakan buat serahin kunci motor aluna kekeluarga una itu dan kabar kecelakaan itu baru terdengar saat una pulang dari jalan sama kakak semalamankan, una syok dengerin kabar mendadak itu karna una gak nyangka ada yang membuat motor una rusak sebelum keluarga una pakek motornya padahal una pakek pas pergi gak ada kendala kak hiks hiks polisi sudah selidiki ternyata motor aluna sudah disabotase diparkiran kantor kak" ucap aluna menjelaskan kondisi motornya yang baik-baik saja tiba-tiba remnya blong dan baut-baut roda motor yang sudah dikendurkan oleh tersangka.
"Apa! Bagai mana bisa ada seseorang masuk tanpa tanda pengenal, ini gak ada beres nih bisa-bisanya aku kecolongan lagi, kakak harus tindak secepatnya na karna kakak takut pelakunya ada didalam kantor ini. Tunggu sebentar disini una nya yah" seru raja bergegas keluar namun lengan kekar raja ditarik begitu saja membuat raja yang tak seimbangpun jatuh dan tak sengaja menarik aluna kedalam pelukanya.
Dengan posisi jatuh yang romantis menurut outhor sih, mereka saling memandang dan hal hasilnya jantung raja berdetak cepat sedangkan aluna biasa-biasa saja.
"Cantik" ujar raja terpesona dengan wajah indah aluna.
"Makasih kakak, ayo bediri tubuh una sakit nih"
Lamunan rajapun buyar ia berdiri dan membantu aluna berdiri juga, mereka tertawa bersama walau emosi sudah meledak raja akan menahannya untuk aluna sang gadis kecilnya itu karna hatinya sakit kalau ia berkata kasar kepada aluna, cukup masa lalu saja jadi pelajarannya.
"Kakak keluar dulu na, una tunggu disini yah!"
"Baik kak, una tunggu kakak disini dan jangan lama-lama perginya yah"
Raja menganggukan dagunya dan membelai kepala aluna dengan lembut, ia berjalan menuju pintu keluar dari ruangannya itu. Sesampainya di tempat tujuan raja langsung saja memberi aba-aba kepada bagian room monitoring disana.
"Cek cctv waktu pagi" seruan deep voice yang sangat dingin.
"Baik bos" ujar mereka serempak dan mencari cctv kemarin.
"Stop disana" ujar raja yang melihat pergerakannya.
"Bos, disana bos! Ada satu orang ngotak-ngatik kendaraan"
"Sialan pereman bayaran rupanya, cari sampai ketemu orangnya" jerit raja yang emosinya sudah nik.
"Baik bos"
"Bajingan, bangsat bisa-bisanya aku teledor jaga una, Cari orang ini langsung bawa kemarkas" seru raja sambil meninggalkan ruangan dan juga ia mengambil bedah pipihnya dari dalam saku celananya ia menghubungi seseorang lewat benda pintar itu.
"Cari dalang sabotase nona kecil, sekarang!" perintah raja kepada seseorang dibalik telfon yang terhubung itu.
Raja kini berjalan kearah ruangannya tetapi raja kebelet ingin ke toilet umum karna jarak dia berjalan begitu dekat dengan toilet disana, ia langsung berjalan menuju toilet umum yang ada diperusahaannya itu ia masuk kedalam bilik toilet tak berselang lama ia mendengar suara perempuan berbicara sendiri mungkin pikiran raja, perempuan itu menelfon seseorang lewat handfhone.
__ADS_1
"Kenapa gagal celakainya, kenapa bisa! Kalian harus bunuh perempuan itu dan selesaikan misi kalian dengan rapi jangan membawa nama saya mengerti kalian" ujar wanita dibalik pintu toilet raja.
Bersambung