Obsesi Sang Gadis Kecil

Obsesi Sang Gadis Kecil
KEINGINAAN


__ADS_3

Tangisan Sang Seketaris.


Raja kini berjalan kearah ruangannya tetapi raja kebelet ingin ke toilet umum karna jarak dia berjalan begitu dekat dengan toilet disana, ia langsung berjalan menuju toilet umum yang ada diperusahaannya itu ia masuk kedalam bilik toilet tak berselang lama ia mendengar suara perempuan berbicara sendiri mungkin pikiran raja, perempuan itu menelfon seseorang lewat handfhone.


"Kenapa gagal celakainya, kenapa bisa! Kalian harus bunuh perempuan itu dan selesaikan misi kalian dengan rapi jangan membawa nama saya mengerti kalian" ujar wanita dibalik pintu toilet raja.


Alis raja mengerut sambil memikirkan sesuatu dan ia merasa suara orang dibalik pintu itu seperti seketarisnya, firasatnya semakin menjadi-jadi.


"Bunuh yang bernama aluna kalau tidak kamu yang aku bunuh dan mayatmu aku buang kepenangkaran buaya!" ujar wanita dibalik pintu itu.


"Apa aluna!" kaget raja kini keluar dari dalam toilet dan melihat langsung orang yang ingin membunuh sang gadisnya.


"Siapa yang mau kamu bunuh voni" deep voice yang berasal dari belakang wanita itu.


Deg deg deh (Jantung voni menegang saat suara yang ia kenali sudah berada di belakangnya"


"Aa-anu pak cicak dirumah sering pup sembarangan pak jadi minta orang tua ku yang ngebunuh cicaknya pak" ujar voni yang gugup.


"Oh cicak, udah mati cicaknya kalau belum saya mau bantu kamu bunuh cicaknya sekarang" ucap raja dingin sambil berjalan mendekati tubuh voni.


"Tii-tidak usah pak, sudah mama yang ngebunuhnya pak" jawab voni ketakutan dgn aura yang dibawa raja saat ini.


Sreeeeeetttttt bugh


Raja yang sudah diambang emosipun kini mendekat kearah voni dan ia mencekik leher voni dengan kencang serta mendorong tubuh voni keujung dinding di wastafel yang ada dibik itu.


"Uhuk uhuk am-ampun pak, salah saya apa pak"


"Kamu salah orang voni, aluna tak bisa kamu sentuh tanpa seujung jari kamu karna kamu tak dapat izin dari saya untuk membunuh aluna, kenapa kamu kaget saya mendengar percakapan kamu dengan seseorang lewat hp kamu itu" ujar raja masih mencekik leher putih voni.


"Maaf pak, sa-saya hilaf maafkan saya pak"


"Maaf hohoho tentu tidak, kamu sudah menyakiti keluarga calon istri saya voni! Kamu wanita tak ada harga dirinya voni jangan karna cemburu kamu bisa melakukan hal yang fatal kepada aluna saya, heheheheiii kamu dapat ganjarannya voni hari ini kamu dipecat dan tunggu saya diapartemen!" ujar raja melepaskan cengkramannya pada leher raja, ia punya ide untuk membunuh voni dengan tanganya itu.


"Kujadikan kau pajangan dibrangkasku voni, hihihi" gumam raja dalam hatinya.


Voni yang kini ketahuanpun hanya bisa pasrah saja karna nasib nya yang menuntun untuk jadi pelayan raja yang terkenal dengan kegilaannya, ia hanya menitikan air mata tanpa ada suara


sedikitpun, ia tau semuanya bakal ada Konsekuensinya diakhir pilihannya itu.


Raja keluar dari dalam toilet itu karna emosi yang belom bisa redah dan tak bisa melampiaskan kepada voni saat didalam toilet.


Langkah yang begitu cepat dan raut yang begitu muram membuat orang-orang yang ada dikantor pun menjauh dari jangkauan bos rajanya mereka karna mereka sudah mengenal sifat buruk bosnya itu.

__ADS_1


Raja berjalan mendekat kearah ruangannya, fikiran tertuju kepada aluna karna raja ingin meredam seluruh emosinya kepada aluna.


"Una dimana?"


"Hmmm ada apa kak, una disini kak"


Raja berjalan dengan cepat kearah aluna, ia memeluk aluna dengan erat sehingga aluna yang tak kuat menopang tubuh kekar raja membuat gadis itu terjatuh membentur kursi.


"Hahhahahahhahahahhahah" suara ketawa aluna dan raja menggelegar diseluru penjuru ruangan.


"Berat tau, gila yah kakak" ujar aluna kepada raja yang masih diatas tubuhnya.


"Upss maaf sayang hehe,, refleknya ingin meluk tubuh una" cengir kaku raja walau hatinya masi terbakar karna emosi sebisa mungkn ia tutupi didepan alunanya.


Aluna senyum dan menyuruh raja menjauh dari tubuhnya, mereka berduapun berdiri dan berjalan mendekati sofa yang ada di ujung balkon.


"Duduk sini una, kakak mau menanyakan sesuatu kepada aluna" ucap raja serius.


"apa itu kak! Sebisa una jawab yah!"


"Gini una hmmmmm gini"


"Gini apa kak?"


"Mau bicara apa kakak"


"itu kakak mau memeberi tahu kamu soal perasaan kakak yang suka sama seseorang una"


"Apa kakak mulai suka sama seorang wanita, siapa kak beri tau aluna kak?" tanya aluna.


"Ada seseorang udah kenal lama tapi kakak takut diterima atau tidak soalnya kakak cinta banget sama dia una, gak mau kehilangan dia una kalau bisa kakak nikahin dah sekarang biar dia gak menjauh dari kehidupan kakak lagi"


"Siapa kak! Waaahh beruntungnya wanita itu untuk dapatkan kakak una ini hmmm siapa sih kaka, una jadi penasaran"


"Ada seseorang una, kira-kira perempuan sukanya apa sih sayang"


"Tergantung dia sukanya apa kak, kalau dia suka bunga yah belikan dia perkebunan bunga, kalau dia sukanya mancing yah belikan kolam ikan untuknya, kalau dia suka balapan yah belikan mobil lah kak hihihihi" ujar aluna tertawa geli.


"Sampe segitunya, masa sih!" ucap raja pura-pura mikir padahal ia ingin mengetahui keinginan alunanya.


"Kalau una sukanya apa sekarang seandainya ada cowok nembak aluna jadi kekasihnya?" tanya raja.


"Kalau aluna sih inginya senjata api yang terbaru kak" jawab aluna santai.

__ADS_1


Raja yang mendengarkan aluna berbicara senpi pun mengaga mulutnya sampai-sampai bibir nya membentuh huruf O besar.


"Apa senpi aluna"


"Iya kakak senpi"


"Masa dek orang nembak pakek senpi,yah mati dong orangnya!"


Aluna mendengar ucapan raja pun memutar mata malasnya, ia memandang mata raja yang begitu tanjam mencari cela kebohongan dari sana tetapi tidak ada binar kebohongan dari matanya.


"Kakak serius nembak wanita untuk pendamping kah?"


"Yah iyalah sayang kakak nanya serius" ucap raja memutar mata malasnya juga.


"Oh serius, kasih aja hal yang romantis kakak karna seluruh perempuan ingin hal romantis kak"


"Contohnya?"


"Seperti buket bunga dan makan malam romantis, atau memberi cake dan membawanya karokean atau ajak dia kesesuatu tempat kak buat acara menyatakan perasaan kakak sama wanita itu kak"


"Ok kakak ambil saran terakhir deh, bawa dia kesesuatu tempat" ujar raja tersenyum sambil membayangkan una yang menerima pernyataan cintanya.


"Siapa kak cerita dong, jangan pelit!"


"Rahasia dong dek, oh ia hari ini gak usah dikantor hrd lagi yah karna una sudah resmi jadi sekertaris kakak"


"Hmmmm secepat itu! Apa kata bawahan kakak nanti?"


"Pecat aja kalau dia buat masalah dikantor ini una, gak ada yang berani ngusik kakak sayang"


"Aku gak enak sih kak karna baru beberapa hari masuk kerja udah jadi seketaris kakak! Apa kata dunia kak" ujar aluna memperaktekan gaya lucunya.


"Hahhahahahahhahahha una lucu kali kamu sayang iihhhhhh" ujar raja mencubit pipi aluna sambil berbincang-bincang santai dengan raja.


3 jam berlalu perut aluna keroncongan membuat raja yang mendengarkan nya berhenti berbicara dan membuat raja melihat kearah aluna.


"Laper una?"


"Tanya raja laper kak"


"Yah sudah kita makan dulu dibawah yah"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2