
Kesedihan Aluna.
Suasana ruangan yang hening membuat hati aluna nyaman , ia melihat isi ruangan cafe shop milik raja. ruangan yang bernuansa keeropaan membuat cafe shop menjadi tempat favorit dari kalangan milenial.
Kesegaran dari wewangian dari bunga membuat hati aluna tenang berada private room ini, ia sendiri disini karna raja ingin membuatkan makanan dengan tangannya sendiri.
"Hallo sayang udah menunggu lama yah!" ujar seseorang masuk dari balik pintu.
"Kak raja, kenapa kakak berpakaian seperti itu?" tanya balik aluna kepada raja.
Raja hanya menjawab dan tersenyum kepada aluna.
"Special for you gadis kecil" jawab raja,yang terlukis begitu tulus.
"waww kakak, aluna is terharu dengan the surprise ini untuk aluna, thank you very much kakak. the best kak raja" aluna meneteskan air mata bahagianya.
"I always do the best for you sayang" jawab raja.
"Kakak ganti pakaian dulu, nikmatin masakan buat kakak dan ingat jangan kemana-mana"
"Siap brother king" senyum aluna mengembang sempurna membuat hati raja meleleh.
"Oo-oke kakak ganti costum dulu bye" pamit raja.
Sepeninggalan raja, ruangan yang tadinya sunyi kini terdengar alunan simfoni dari alat seruling, lagu yang awam seluruh milenial menyukainya kini terdengar syaduh menambah rasa hangat dihati aluna.
Aluna mencicipi masakan pavoritnya yang dibuat langsung oleh raja, sesuap nasgor seafood masuk kedalam kerongkongan aluna, aluna terdiam sesaat karna rasa nasgor itu tak berubah rasa sama persis buatan raja di masa lalu.
"Iii-ini rasanya , yak ampun kak" ucap aluna dengan mata berkaca-kaca.
Aluna membayangkan masa lalu bersama raja. Saat itu aluna baru pulang dari jam sekolahnya, ia berjalan kaki menuju gerbang saat itu tangan nya digenggam erat oleh seorang pemuda yang ia kenali.
"Kak raja" kaget aluna.
"Ikut kakak"
"Kemana?"
"Ayo ikut aja" ucap raja saat itu.
__ADS_1
Mereka berdua masuk kedalam mobil yang terpakir dihalaman sekolah aluna, saat itu raja masi memakai baju sekolah menengah atas dan aluna memakai baju sekolah menengah pertama.
mereka seperti kakak dan adik yang harmonis tak bisa dipisahkan, dimana ada aluna saat itu pasti ada raja yang menemaninya.
"Mau kemana kak" tanya aluna lagi.
"Bentar lagi sampe, jangan protes dulu bawel"
"Iya..iya aku diam"
Sampailah diujung perkotaan tepatnya dihutan mangrove yang ada dibagian pesisir pantai, meraka turun dan berjalan beberapa menit setelah sampai ditujuannya ada rasa yang tak bisa diungkapkan.
Aluna tak berkedip memandang rumah pohon yang indah,kerlipan lampu yang kemerlap, lilin-lilin aroma terapi bertaburan dimana-mana walau terik matahari masih diatas kepala akan tetapi didalam hutan itu terasa gelap membuat rumah pohon yang dibuat menjadi sangat menakjubkan.
Mereka masuk kedalam rumah pohon yang terbuat dari kayu, disana aluna melihat meja yang sudah didekorasi dan terdapat banyak hidangan yang tersedia diatas meja. Aluna dan raja pun berjalan menuju meja mereka berdua menyantap hidapan yang telah dibuat oleh raja sendiri.
Aluna memakan nasgor seafood buatan raja, ada rasa bahagia yang ia rasakan karena makanan yang ia makan saat ini terasa lezat dan terasa lebih fress.
"Enak kak, enak sekali rasa nya enak ini. jago sekali kakak masak"
"Sepcial buat aluna, makan yang lah lahap sayang"
"Kebahagianku tak dapat ditukar dengan harta karena harta yang paling berharga itu yang ku punya hanya mereka yang tetap setia disisiku" gumam aluna dalam hatinya.
Alunan simfoni mengalun indah, suasana yang menenangkan membuat raga aluna nyaman dan tak ingin moment ini berlalu dengan sia-sia tanpa ada foto yang mengabadikan moment itu.
"Tuan putri, ayo dimakan yang lahap! Kenapa jadi melamun aja hmm?" tanya raja.
Lamunan aluna pun buyar, seiring suara bas yang keluar dari raja, aluna tersenyum kikuk atas ke geb nya dia yang asik melamun.
"Una hanya mengingat bayangan masa lalu kak, habisnya masakan kakak gak ada bedanya dari 8thn silam masi the best dan layak dikonsumsi para melinial nih kak"
"this for una, but there are different recipes for customers baby"
"Oh gitu"
"Habisin makanan nya" ujar raja tersenyum pada aluna, ia sudah ada disamping aluna,memandang aluna dengan tatapan memuja.
__ADS_1
"Sini aluna suapin , aaa' ini untuk kakak" ujar aluna mengulurkan tangan yang berisi makanannya.
Merekapun tertawa bersama sambil menikmati hidangan diatas meja, canda dan tawa menghiasi ruangan itu. mereka juga larut dalam canda tawa, saat makanan yang mereka makan habis aluna pamit ingin ke toilet.
"Kak, aluna pamit ke toilet yah"
"Oh ya ya, tau toilet nya dimana?" tanya raja.
"Yah udah kakak tunjukin, ayo!"
Aluna tersenyum dan menyambut tangan raja yang sudah terulur kearanya, aluna menggenggam tangan raja,ada rasa kehangatan saat menggenggam tangan raja.
Sesampainya ditoilet wanita,aluna meninggalkan raja diluar sana. Ia berjalan sendiri kedalam toilet wanita itu sebelum masuk kedalm bilik ia mencuci wajah nya diwastafel yang ada ditoilet itu.
"Gak ada prasaan apa-apa, seperti biasa saja walau bertemu hanya sebentar" ucap aluna dengan bayangannya yang ada dicermin toilet itu.
Aluna bergegas masuk kedalam toilet itu guna beraktifitas membuang air kecil, dari arah luar toilet raja hanya memandang benda pipihnya ia tak beranjak dari sana takut alunanya kenapa-napa karna ia sudah melihat rekaman aluna menghajar para pembunuh bayaran itu ,rekaman itu tersebar luas disosial media ada yang pro dan ada yang kontra akan tetapi raja tak akan ambil pusing karna ia akan meredam semua berita itu nantinya.
Didalam toilet aluna sudah keluar dari tempat pembuangan hajat tersebut, ia kembali kearah cermin yang ada ditoilet itu.
Dring dring
(handfhone genggam aluna berdering)
"Sayang dimana? Kakak sudah ada diparkiran kantormu sayang" tanya dewa didalam handfhone aluna.
"Una keluar cari sarapan sama temen una kak, loh kakak ada diparkiran kantor ngapain" ujar aluna sewot.
"Mobil kakak mogok sayang, tadi kebetulan kakak abis ketemu klien disekitar sini gak taunya mobil tiba-tiba aja mogok ditengah jalan kebetulan deket kantor una jadinya kakak sekalian mampir sayang"
"Oh yah udah kalau gitu kakak langsung aja ke resepsionis nya kak, biar aluna bicara sama mereka"
"Nih mbaknya sayang"
"Selamat siang buk aluna, apakah benar bapak ini saudara ibu aluna?" tanya mbak tania si resepsionis.
"Betul kak tania, kak dewa saudara saya! Mbak kunci motor saya kasiin aja ke kak dewa nya mbak, aman kalau kak dewa yang bawanya mbak"
__ADS_1
"Baiklah buk aluna saya memberi kunci motor ibu sama saudara ibu yah. Selamat pagi ,selamat beraktifitas kembali ibu aluna" jawab mbak tania.
Bersambung