
Air Mata aluna
"Kak, hati-hati nanti kita berjumpa dirumah yah!" seru aluna dalam telfon genggam dewa.
"Ok sayang, una juga hati-hati jangan pulang telat yah!" peringatan dewa untuk sang kekasihnya.
"Siap bosku" ujar aluna. telfonpun terputus aluna pun langsung kluar dari toilet itu.
"Sudah?" tanya raja dari ujung lorong yang ada di toilet itu.
"Udah kak, loh kakak nungguin aluna disini?"
"Iya kakak nungguin una takutnya ada hal-hal terjadi" ucap raja santai.
"Cie kahwatir yah"
"Iya dong takutnya aluna kakak kenapa-napa lagi"
"Heheherh iya iya, biasa aja jangan nyolot melotot gitu"
Raja pun tersenyum mereka berjalan melewati para pengunjung yang ada dicafe shop itu, tak henti-hentinya para pengunjung bersorak sorai dan ada pula mendoakan mereka berdua tak terpisahkan lagi dari jarak dan waktu"
"Semoga kalian selalu bahagia dan tak pernah terpisahkan nak" jerit wanita paruh baya yang duduk dibangku belakang itu.
Mendengar ucapan itu membuat mereka berdua tersenyum, raja melirik kearah aluna ia melihat wajah cantik yang tak pernah luput dari pandanganya.
Aluna tersipuh malu mendengar sorak sorai para pengunjung disana bahkan saat ini aluna menggenggam tangan kanan raja dengan erat, rajupun tersenyum melihat ada guratan tersipuh malu dari sang gadisnya.
"Ayo kak kita ketempat penyekapan pelaku penyerangan una ,kak" ajak aluna.
"Nanti aja kalau kesananya, temenin kakak kesuatu tempat dulu. Mau?" tanya raja dan memberi ajakan kembali kepada aluna.
"Mau ikut. Una mau ikut kak ayo kalau gitu"
Mereka pun melangkah keluar dari cafe shop mataram milik raja itu, raja pun menggandeng tangan aluna. Mereka berdua melangkahkan kaki menuju parkiran mobil sesampainya dimobil raja membuka pintu untuk aluna dan ia pun masuk kedalam mobilnya.
Didalam mobil aluna meminta raja untuk memutar cp p1 (Cowon plnue p1), raja menghidupkan cp p1 guna memutar semua lagu yang aluna suka.
"Makasih kak" seru aluna.
"Sama-sama sayang" jawab raja sambil mengelus rambut aluna.
Mereka berdua menikmati perjalanan dengan senang seakan dunia milik mereka berdua, setelah 3jam berlalu mereka telah sampai ditempat tujuan.
"Wah indah banget kak, aluna suka dengan tempatnya" ujar aluna bahagia.
"Syukurlah kalau aluna suka tempatnya karna kita gak sia-sia nempuh perjalanan jauh ini"
"Sungguh aluna suka kak" ucap aluna gembira sambil menginjakan kaki ketempat itu.
Aluna berlari menuju bangku yang ada dibawah pohon besar, pemandangan yang indah membuat aluna bahagia dan merasa terharu akan ciptaan sang pemiliknya.
Padang rumput yang luas dan pemandangan laut yang indah memanjakan mata aluna, begitu menawan tempatnya membuat hati begitu damai melihat pemandangan ini.keindahan yang tersaji didepan mata.
Siang berlalu langit biru kini bertemu dengan cahaya merah dan keemasan membuat waktu terbenamnya sang surya membawa keindahan yang menjanjikan ketenangan.
__ADS_1
"Sangat indah kak, una ingin setiap hari kesini" celetuk aluna.
"Baiklah akan kakak janjikan kita akan datang lagi"
"Janji" seru aluna kegirangan dan menyodorkan jari kelingking syarat akan janji dibuat untuk ditepati.
"Janji raja untuk una" jawab raja menautkan jari kelingking kepada aluna.
Aluna tersenyum kepada raja, aluna yang begitu bahagia membuat raja tenang karna kebahagian aluna la yang ia jaga saat ini dan seterusnya.
"Kakak boleh tidur disini, mata kakak lelah"
"Sini una siap untuk jadi sandaran kakak"
Raja pun tiduran beralaskan paha aluna, aluna dan raja memandang langit yang berwarna jingga, ada rasa kebahagiaan dihati mereka masing-masing dan ada rasa tak ingin kehilangan pemandangan saat ini.
Mata indah aluna tertuju pada pandangan alam yang menakjubkan akan Matahari terbenam membuat keindahan panorama alam raya ini bahkan raja mengabadikan moment ini lewat benda pipih nya.
"Indah sungguh indah kak"
"Iya terlalu indah membuat hati dan pikiran tenang bersama mu"
"Apa kak"
"Gak ada apa-apa una"
"Tadi una denger kok kakak berucap tapi sekilas"
"Gak ada una"
"Yah uda kalau gak ada kak hehehe".
"Aluna rindu mama dan papa, kak" ucap aluna sambil mengelus rambut raja.
"Mereka bahagia disana na, semuanya juga rindu kepada una tetapi mereka bahagia kalau aluna disini mendapatkan kebahagiaan yang nyata contohnya seperti sekarang kan aluna bahagia lihat alam semesta memancarkan keindahanya sore ini dan kita orang yang beruntung bisa menikmatinya dengan rasa senang" ujar raja panjang lebar memberi rasa ketenangan di hati aluna.
Aluna pun semakin menjadi haru mendengar kata-kata dari raja,tetesan air mata alunapun kian deras. raja yang terbaring dipangkuan aluna melihat aluna bersedih diapun beranjak dari posisi nya dan bergeser duduk berdampingan dengan aluna,kemudian raja membelai lembut rambut aluna dan berkata.
"udah sayang,jangan sedih terus ...
kan kita lagi nikmati suasana ini, disini berdua" ujar raja sambil mengusap air mata aluna yang mengalir di pipi.
"iya kak,iya aluna gak nangis lagi deh,cuma ya itu kak aluna rindu sama mama papa" jawab aluna lirih.
"Sini jangan nangis ,kakak peluk" seru raja kini beranjak duduk dari tidur nya.
"Aluna rapuh kak hiks hiks" seru aluna lirih.
"Ada kakak yang membuatmu tak rapuh lagi, ada kakak yang membuatmu bahagia. jadi kakak mohon jangan pergi dari kakak yah!"
Aluna hanya menganggukan kepalanya tanda ia menyetujuii ajakan raja, pelukan itu begitu erat sekarang, lagit jingga telah bertukar dengan gelamnya malam.
"Kita pulang sekarang!"
__ADS_1
Merekapun pergi dari sana menempuh perjalanan selama 3jam lagi, jalan begiitu ramai membuat waktu yang begitu lama untuk meniti jalan yang ada.
Raja melihat kearah aluna dan hal hasilnya ia mendapati aluna yang tertidur dengan lelap, perlahan aluna menggenggam tangan aluna dan memberi kecupan manis dipunggung tanganya"
Mobil sport dikendarain oleh raja kini telah sampai dimarkasnya, ia membangunkan aluna dengan suara yang lembut.
"Una sayang bangun uda sampai dimarkas" ucap raja sambil mengelus pipi mulus aluna.
"Mmmmm iii-iya kak, aluna ketiduran" jawab aluna.
" Gak apa-apa ,ayo kita masuk"
Aluna pun menjulurkan tangannya kepada raja membuat kode manjanya dimengerti.
"Gendong maksudnya?"
"Gendong, masih ngantuk"
"sini naik kepundak"
"baik kak"
Degh Degh ...
(Jantung aluna merasa tak enak, pikiranya melayang ke kakak angkatnya) iar mata mengalir sendiri.
"Kakak" seru aluna mingigau diblakang punggung raja.
"Iya ada apa sayang" tanya raja melihat kebelakang punggungnya.
"Hmmm kebiasaan molornya selalu gak tepat waktu"
Raja membuka pintu menuju ruang penyekapan disana sudah menunggu 8orang bawahan raja untuk meminta pekerjaan yang sudah di atur.
"Bos, nona kecil kenapa?" tanya jon.
"Lelah, ketiduran"
"Bos bawa kekamar aja bos, kasihan nona nya"
"Gak apa-apa dia mau melihat lawannya langsung"
"Baik bos"
"Ikut aku sekarang"
"Baik bos" jawab jon.
Pintu terbuka lebar, pertama pemandangan yang dilihat terkesan mengerikan akan tetapi itu setimpal apa yang wanita muda itu lakukan.
"Wah kamu membawanya kemari, sungguh perempuan kotor. suka gonta-ganti cowok"
Plak plak
Raja menampar wajah wanita muda itu.
__ADS_1
"Tutup mulutmu, 1x lagi menghinanya maka hidupmu ku antar kepintu neraka" desis raja kepada wanita itu.
bersambung.