
Rasa Sakit Yang Mendalam.
"Ini gara-gara kalian tidak becus menjaga aluna dan dewa, bang***" teriak dante frustasi.
"Kemana kamu sayang! Kamu belum tau kabar menyedihkan ini" ucap dante lirih sambil memandang seseorang dibalik dinding kaca.
Didalam sana terbaring tubuh dewa yang lemah cedera yang ia alami sangatlah serius, kekahwatiran seluruh keluarga terlihat jelas saat aluna tak dapat ditemukan saat ini.
Dante pun berinisiatif mencari aluna diluar sana, ia memikirkan nasib sang gadis kecilnya diluar sana.
"Ma, pa! dante titip dewa disini yah pa? Dante mau cari aluna diluar sana takut aluna kenapa-napa" ucap dante kahwatir.
"Baik nak, hati-hati dijalan dante. papa percayakan aluna kepadamu semoga aluna tidak kenapa-napa trus lacak keberadaannya" jawab papa dan pesan dari papa danu untuk putra sulungnya.
"Hati-hati sayang, mama mengandalkanmu hiks hiks" ucap mama sinta yang masi menangisi keaadaan sekarang ini. ibu mana yang tak sedih melihat kedua anaknya dalam bahaya.
"Ma jangan nangis yah ma, dante berusaha kuat untuk mencari aluna dan dante mengundang teman dante yang berada diprancis mereka sudah lam perjalanan untuk menemui dewa dan juga mengobati dewa ma. Mama tenang yah" seru dante memeluk mama sinta dengan erat, mama sinta tau bahwa hati dante juga terguncang saat ini,dante hanya menguatkan dirinya saja saat berbicara menenangkannya.
Kini dante mengendarai mobilnya dengan cepat menuju rumah mendiang mama nara nya, ia akan menunggu aluna disana karena ia yakin akan aluna yang akan pulang malam ini kerumahnya.
"Kemana kamu sayang, jangan bikin kahwatir begini" gumam dante sendiri tanpa ada yang mendengarkanya kegelisahan menusuk relung hatinya saat ini.
"Mang ini dante buka pintunya" teriak dante kepada mang didi.
"Baik den dante, tunggu sebentar!" jawab mang didi.
Mobil dantepun memasuki pekarangan rumah mendiang mama nara, ia masuk tanpa mengetuk pintu dahulu.
"Bibi bibi bibi dimana? Aluna sudah pulang belom bi?" teriak dante kepada bibi setia.
Bi setia yang berada didapurpun kaget karena mendengar suara jeritan dante yang nyaring, bibi langsung berlari mendekati den dantenya.
"Saya den. non aluna belom pulang den! Bibi pikir non aluna lagi sama aden. ada apa den?" tanya bibi yang mulai kahwatir juga.
"Bi apa aluna memberi kabar? dewa kecelakaan bi saat dewa membawa motor aluna, motor aluna sudah disabotase sama orang lain bi. Kecelakaan ini niatnya tertuju untuk aluna bi tetapi naasnya dewa yang membawa motornya tanpa ada aba-aba dari anak buah dante untuk tidak memakai kendaraan itu bi" ucap dante lirih dan ia menceritakan kecelakaan yang menimpa adiknya itu.
"Astaghfirullah ya allah gusti, kenapa jadi begini kehidupan non aluna tidak non aluna yang tersakiti malah orang-orang yang disayangi non aluna yang tersakiti hiks hiks" ucap bibi dengan rasa terkejutnya dengan apa yang menimpa non aluna dan den dewanya itu.
Mereka berdua berbicara tak lama kemudian mang ujang datang menemui mereka, dengan rasa was-was mang ujang memberi tau den dantenya.
"Den gawat den, nona pergi bersama keturunan adigawa den!" ujar mang ujang kahwatir.
"Aaa-apa mang,dari mana mamang tau bahwa una pergi dengan raja?" ucap dante dingin.
"Aaa-anu den, didepan ada anak buah den dewa memberi kabar ini den" jawab mang ujang.
Dante segera beranjak dari tempat duduknya, ia melangkahkan kaki menuju ruang depan didalam rumah besar mendiang mama naranya itu.
"Candi ada apa?" tanya dante dengan dingin.
__ADS_1
"Bos besar kami berdua menghadap ke bos besar karena kami mendapat informasi dari kantor nona aluna bos besar, kata mereka nona aluna tidak berkerja hari ini tapi non aluna nemenin bos prusahaannya. Anak dari adigawa bos ternyata pemilik perusahaan tempat nona aluna berkerja, apa ini bahaya bos kalau bahaya saya membawa pasukan untuk mencari ke beradaan nona bos" ujar panjang lebar candi dan temannya.
"Tidak can kamu tetap disini, ajak pasukan menjaga kediaman mama nara selama beberapa tahun disini. kita mulai berjaga-jaga can karena garda sayap terdepan kita tumbang" ujar dante lirih, ia teringat akan kejadian yang menimpah dewa.
"Siap bos perintah dilaksanakan" seru kedua bawahanya itu.
***
"Aluna mau pulang sekarang, ini udah malam sayang" seru raja mengejar aluna saat aluna masih berlari-lari ditaman bunga.
Aluna mendengar suara raja pun ia langsung menoleh kearah raja menatap raja dengan intens dan berkata "Kak bawa aluna ketempat Youth hostel milik mama?" tanya aluna tiba-tiba.
"Pulang aja udah malem sayang, besok kita kesana yah mlm ini kita pupang dulu ok!" jawab raja membujuknya karna malam semakin larut.
"Baiklah kalau gitu" ujar aluna.
Mereka berjalan menuju kearah mobil dan masuk bersamaan, raja menoleh kearah aluna yang lagi cemberut tak sampai hati raja melihat sang pujaannya memendam rasa kesal didalam hatinya.
"Tereng kakak belikan ice cream coklat untuk kamu una" seru raja mengagetkan aluna.
"Waw ice cream coklat, aku mau kak" jawab aluna.
"Tapi janji dulu gak boleh cemberut gitu mukanya, tulislah hari ini dengan coretan kebahagiaan ok. sayang"
"Ok kak raja, ku tulis dikertas putih tentang hari ini. makasih yah kak" jawab aluna sambil tersenyum memandang ice cream coklat ditanganya.
Kendaraan mewah yang dikendaraiin oleh raja kini meluncur menuju kediaman aluna tetapi ditengah perjalanan aluna memikirkan cemilan yang ia iginkan.
"Baik sayang nanti kita cari didekat perkotaan saja ok"
"Ok kak" jawab aluna.
Mereka berdua sudah sampai diminimarket di tengah perkotaan xxx, mereka berduapun turun dari mobil menuju keminimarket untuk membeli keperluan aluna. Raja mengikuti aluna dari blakang sambil mendorong kereta belanjaan dengan hati-hati raja membantu aluna mengambil barang yang ada diujung rak.
"Makasih kakak" ucap aluna tersenyum lalu berjalan lagi kearah rak dimana ada gandum dan peralatan kue lainnya.
"Sama-sama una, mau bikin kue yah! Apa boleh kaka cicipin sedikit buatan alunanya?" tanya raja penuh arti.
"Boleh kakak nanti aluna bikinin yah, ntar aluna bawa kekantor aja yah" ujar aluna manja.
"Ok adikku yang manis" seru raja sambil ngucekin rambut aluna.
"Kakak berantakan rambut aluna kak!" teriak aluna.
Raja hanya tertawa melihat tampang aluna yang sudah kesal, raja berjalan membawa kereta belanjaan yang sudah penuh. Raja berjalan menarik tangan aluna menuju rak minuman dan iya mengambi minuman tea yang dingin disana.
"Una nama tea mirip author kita una yah, namanya tea hihihi tapi outhor kita gak bisa diminum una cuma bisa dimakan hahahah" kata raja.
"Maaf author, abang saya radah-radah setengah" ujar aluna.
__ADS_1
Mereka berdua sudah ada didepan pintu untuk kluar dari gedung itu, tanpa sadar mereka ada 10orang mendatangi mereka berdua.
"Maaf non, mari kita pulang non" seru salah satu anak buah papa danu.
Aluna yang sudah tau siapa mereka pun menganggukan kepala tanda ia ingin mengikuti mereka, tepat pukul 12.malam mereka menemukan nona kecilnya bersama anak musuh mereka dengan rasa hormat juga mereka meminta luna kepada raja karna ini kabar penting untuk nona kecil mereka.
"Maaf tuan, saya ingin membawa nona kami pulang sekarang karena sudah terlalu larut malam" ujar bimo salah satu dari mereka.
"Aluna tau siapa mereka?" tanya raja.
"Iya kak, aluna tau sama mereka. mereka ini bodyguard aluna kak hehehe"
"Baiklah aku serahkan gadisku kepada kalian jangan sampai gadisku lecet! Kalian akan berhadapan dengan saya paham!" seru raja dingin.
"Baik tuan" serempak mereka berucap.
Raja pun kembali kedalam mobilnya dengan sendiri, sepi yang ia rasakan tanpa alunanya. Ia menoleh kearah sampingnya mulai ada rasa obsesi memiliki yang mendalam dinalurinya.
"Tunggu aku una, aku ingin mempersuntingmu tanpa memberi tahu papaku karna ia bukan orang tua kandungku" gumam raja dalam hatinya.
"Nona sebauknya kita kerumah sakit sekarang karna nona kecil ditunggu disana?" ucap mereka serempak.
"Siapa yang ada disana dan siapa yang ingin bertemu denganku" ucap aluna bingung.
"Setelah sampai nona akan tau" jawab salah satu dari mereka.
Sesampainya perjalanan menempuh 38menit untuk sampai dirumah sakit, tanpa sengaja aluna melihat plat mobil papa danunya disana.
"Kok ada mobil papa dani disini, ada apa ini" seru aluna kahwatir.
"Ayo nona, kami menunjukan jalannya"
Aluna pun turun dari dalam mobil,ia berjalan mengikuti 3bodyguard nya itu dan sisa nya menjaga kendaraan mereka dari jarak jauh. rasa cemas didalam dada kian terasa serasa seluruh tubuh lemas tak bertulang.
"Aluna" teriak mama sinta.
"Mama, mama kenapa ada disini" tanya luna polosnya.
"Kamu tidak apa-apa sayang? Ada yang luka?" tanya papa danu memutar tubuh sang gadis kecil miliknya itu.
"Gak ada pa, maaf hp aluna hilang dalam perjalanan pa" jawab aluna.
"Pa siapa yang sakit?" tanya aluna plos.
"Dewa nak, kakak kamu kecelakaan soalnya motor yang dibawa dewa sudah disabotase orang sayang" ucap mama sinta hati-hati.
"Aaa-apa ma, gak mungkin ma ini gak mungkin"
Aluna berlari melihat kearah jendela yang terbuat dari kaca disana aluna melihat tubuh lemah sang kakak sekaligus calon tunangannya itu.
__ADS_1
"Gak ini gak mukin ma, ini gak mungkin terjadi kenapa tuhan jahat sekali dengan aluna ma" jerit histeris aluna membuat mama sintanya kualahan dengan sigap papa danu memeluk erat tubuh aluna menggantikan sang istrinya.
Bersambung.