
Tangisan aluna pecah.
"Pa siapa yang sakit?" tanya aluna plos.
"Dewa nak, kakak kamu kecelakaan soalnya motor yang dibawa dewa sudah disabotase orang sayang" ucap mama sinta hati-hati.
"Aaa-apa ma, gak mungkin ma ini gak mungkin"
Aluna berlari melihat kearah jendela yang terbuat dari kaca disana aluna melihat tubuh lemah sang kakak sekaligus calon tunangannya itu.
"Gak ini gak mungkin ma, ini gak mungkin terjadi kenapa tuhan jahat sekali dengan aluna ma" jerit histeris aluna membuat mama sintanya kewalahan dengan sigap papa danu memeluk erat tubuh aluna menggantikan sang istrinya.
"sabar sayang sabar,aluna harus tenang kita harus berdoa demi kebaikan kak dewa" ucap mama sinta.
"Aluna sayang, aluna yang kuat nak kita lagi di uji nak oleh yang maha kuasa" ucap papa danu menimpal ucapan mama sinta sembari menenangkan sang gadis kecil mereka.
"Ma,pa. kenapa ini bisa terjadi pada kak dewa,itu bagaimana pa"
"Berdasarkan informasi di tkp dewa mengalami kecelakaan sayang, cuma belum tau pasti kebenaran dewa kecelakaan itu sayang" ucap papa danu.
"Intinya kita berdoa sekarang sayang,berdoa yg terbaik buat kak dewa" ucap mama pada aluna"
aluna pun agak tenang dan perlahan pelukan pun terlepas seperti aluna mulai mengihklaskan apa yang terjadi.
kemudian aluna berucap dengan mata yang berlinangan air mata "ma, pa. Aluna harus usut secara detail dan tuntas kok bisa-bisanya motor yang selalu di rawat dan di pakai oleh aluna mengalami kecelakaan atau ini sama motifnya dengan kecelakaan mama nara dan papa dan juga semisalnya kecelakaan kak dewa ini tabrak lari kita harus cari siapa yang menabrak kak dewa. Pa!" ucap aluna panjang lebar walau air mata terus mengalir ke pipi gadis itu.
"Iii-iya sayang kita usut sampai tuntas, sekarang aluna duduk sama mama disini yah! Mama mau telfon kak dante kamu karna kakak kamu dante itu cemas cariin kamu kemana-mana sayang" ucap mama sinta dengan tegar supaya putrinya ini bisa tenang kembali.
Dring Dring
__ADS_1
(Telfon genggam dante berdering).
"Hallo mam ada apa mam?" tanya dante cemas.
"Kamu kembali kerumah sakit! Aluna ada disini" jawab mama sinta langsung mematikan telfonnya.
"Aluna sudah dirumah sakit bi, aku jemput aluna dulu yah bi" ujar dante kepada bibi setianya itu.
"Alhamdulillah nona gak kenapa-napa, titip non aluna den" lirih bibi berucap.
"Baik bi, aku pamit kerumah sakit yah bi dan tolong bi buatkan cemilan rasa pandannya nanti dante pulang dengan aluna bi" seru dante sambil berlari.
"Baik den" teriak bibi dan bibi juga bergegas kedapur membuatkan cemilan buat nona kecilnya yang lagi bersedih.
Dante melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata, waktu menunjukan tengah malam jadi pengemudi yang ada dijalan rayapun sudah merenggang membuat dante tak perlu menerabas kendaraan yang lainnya dengan hati yang cemas dan gelisa membuat pikiranya kalut.
Sesampainya dilobi rumah sakit dante sudah dikawal oleh anak buahnya, mereka memberi kabar sesuai dengan yang mereka lihat.
"Tapi bos, ada sekelompok orang yang menjaga non aluna dari jauh tetapi kami belum tau mereka siapa" jawab salah satu bawahannya itu.
Langkah kaki dante berhenti dan ia menoleh kearah bawahannya itu dan berkata dingin.
"Cari tau mereka dari kelompok mana? Cari tau mereka musuh atau bukan? Dan cari tau apa tujuan mereka jangan sampai mereka menyakiti nona kecil kalian!" ujar dante dengan kata-kata dinginya.
"Baik boss" jawab seluruh bawahannya itu.
Dari jaraj jauh dante sudah melihat sang gadis kecilnya, ia merasa kasihan melihat sang gadis nya menangis seperti ini.
"Aluna"seru dante lembut.
__ADS_1
" Kakak" jerit aluna langsung memeluk tubuh tinggi nan kekar itu.
"Kakak, aluna minta maaf hiks...hiks..hiks. Aluna gak memeriksa lagi kendaraan roda dua aluna kini kak dewa jadi naruh nyawanya demi aluna hiks ,,, aluna bodoh kenapa aluna gak pulang cepat tadi hiks hiks..." ucap aluna berderai air mata membasahi pipi putihnya itu.
"Hei sayang, sayang dengarkan kakak yah! Kita tidak tau takdir bagaimana yanga kita tempuh didepan nanti, semuanya misteri sayang. Jangan berkecil hati seperti ini dan jangan menyalahkan diri aluna sendiri. Hmmm lihat kakak sekarang"
Aluna memandang mata dante dengan tajam, ia mencoba menyelami mata indah dihadapannya itu membuat hati yang merasakan sedih kini diliputi rasa yang campur aduk.
Deg deg..
"Hatiku kenapa berdebar seperti ini lagi, kenapa?" tanya aluna dalam hatinya, ia ttetap memandang mata indah itu.
"Dengarkan kakak, ini bukan salah aluna dan ini mutlak ujian dari tuhan jadi jangan menyalahkan diri sendiri sayang" ujar dante memeluk tubuh rentah aluna itu.
"Iya sayang, gadis papa harus kuat dan harus lebi semangat untuk bisa menyemangati kesembuhan kak dewa nantinya yah" cicit papa danu dari belakang.
"Iya nak, kita harus lalui badai ini dengan tenang yah dan mama ada diblakang kamu dan juga merangkul kamu dibelakang saat kamu tersesat nantinya karna mama sayang banget sama kamu una" timpal kata dari mama nara yang ikut memeluk tubuh kedua anaknya itu walau salah satu dari mereka tak berdaya tak kan mereka menyerah untuk menghadapi ujian dari tuhan ini.
Aluna tak dapat berkata-kata ia ingin menyendiri saat ini karna orang yang ada didalam ruangan itu rela berkorban untuknya walau itu tak disengaja.
"Ma, dante bawa aluna pulang yah ma, ini udah malam sekali gak bagus dengan kondisi tubuh aluna" ujar dante.
"Iya nak, ajak aluna pulang biar mama dan papa jaga dewa disini, sayang inget pesan mama jangan menyalahkan diri sendiri atas kecelakaan yang menimpa kakak kamu dewa yah! Mama sayang aluna mama gak mau aluna bersedih trus yah!"
Ucap mama sinta.
"Iya sayang pulang sama kakak dulu, biar papa dan mama jaga kakak kamu, papa sudah pesen ruangan buat mama kamu tidur jadi gak usah cemas dan gak usah merasah bersalah yah nak. Aluna gadis kecil papa yang tegar" seru papa danu memeluk tubuh aluna dan diikuti oleh mama sinta.
Dante dan aluna kini berada didalam mobil mewah milik dante diiringi mobil bawahannya sedari tadi menjaga dante dengan ketat, dante melirik kearah aluna yang sedang melihat pemandangan kota dini hari. Dante tau aluna tetap saja menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan ini.
__ADS_1
"Dek dengerin kakak yah! Kamu bersedih begini buat kak dewanya dialam sadarnya juga merasa sedih melihat kamu seperti ini" ucap dante tetapi tidak ada jawaban dari aluna.
Bersambung.