Obsesi Sang Gadis Kecil

Obsesi Sang Gadis Kecil
KESEDIHAN ALUNA 2


__ADS_3

Air mata aluna.


"Wah kamu membawanya kemari, membawa gadis yatim piatu yang malang itu kesini" ujar wanita yang tak pernah aluna kenali.


Plak plak


Raja menampar wajah wanita muda yang terikat dikursi, wanita muda yang terikat memandang aluna dengan kebenciannya.


"Tutup mulutmu, 1x lagi menghinanya maka hidupmu ku antar ke pintu neraka" desis raja kepada wanita itu.


"Hahahah dia yang pantas keneraka hahahah"


Aluna yang membuka mata kini berdiri tegak disamping raja, ia memandang wanita ini tetapi ia tak mengenalnya.


"Siapa kamu, aku gak mengenalmu?" tanya aluana menajamkan mata indahnya kepada wanita dewasa dihadapanya itu.


"Kita memang gak kenal aku rhea, rhea kekasih dante. Kamu kenal dante walau kamu gak kenal aku tapi aku kenal kamu dari danteku, ia yang memuja kamu sampai-sampai ia rela tak mementingkan kehidupannya sendiri karna kamu gadis yatim piatu sialan" teriak wanita muda dari raja itu.


Tak..


"Argggghhh sakit" rintihan rhea menggemah diseluruh penjuru ruangan yang ada dimarkas bawah tanah itu.


Aluna menoleh kearah raja, ia tak habis pikir kenapa kakak nya begitu kejam kepada wanita sekarang.


"Kenapa kakak melemparkan pisau kepadanya, aluna aja ambil alih kak!" ujar aluna kesal.


"Maaf sayang, kakak kelewat gak suka sama mulut sok suci perempuan itu"


"Biar aluna urus, jangan membuat kegaduhan lagi yah kak"


"Ok ,fine akan kakak laksanakan perintahmu"


Aluna tersenyum kepada raja, ia berjalan mendekati tubuh rhea dan ia duduk dibangku yang disediakan oleh jon.


"Makasih om" ujar aluna. sontak saja jon melotot matanya karna ia masih muda tapi si nona kecilnya manggil om.


Raja tersenyum miring melihat keadaan jon dipanggil om "Jon kemari"seru raja.


" Baik bos, siapkan peralatan mandi buat una dan pakaian tidur buat una" perintah raja.


"Baik bos" jawab jon tegas.


Raja beralih melihat aluna yang sedeng mengajak rhea berbicara, raja sudah tau siapa yang diperebutkan oleh rhea karna ia tak sengaja mengenal dante dari kampusnya karna ia 1 kampus dengan dante tetapi alumni yang berbeda.


Sory kak, maafkan abangku udah lancang menyakitimu seperti ini" ucap aluna.


"Aku tak sudih berbicara dengan mu, gadis sialan suka gonta-ganti pasangan cuih" ucap rhea yang memberi hadiah ketubuh aluna.


"Astaghfirullah" ucap una sambil membersihkan kontoran yang terkena mukanya.


Sontak saja raja maju memeluk tubuh aluna dan membawanya kearah kamar mandi, ia membersihkan wajah aluna dengan air hangat dan menyemprotkan sesuatu diwajah aluna.


"Iiih apa ini kak, kok dingin diwajah aluna"


"Sabun sayang pakai itu biar kontoranya hilang, kakak izin keluar dulu ok"


"Gak boleh kemana-mana kak disini aja temenin aluna" ujar aluna sudah mengetahui bahwa raja akan membalas perbuatan wanita itu.


"Ok baiklah" jawab raja pasrah.

__ADS_1


"Aku menyayangimu, aku mencintaimu, aku ingin menjagamu dari apapun yang bikin kamu sakit ataupun menangis karna itu aku mengalah darimu una. aku butuh kamu dihidupku" gumam raja dalam hati.


"Ada apa kak, kok bengong?"tanya aluna.


" Gak ada apa-apa una, sekarang mau istirahat atau mau makan malam?"tanya raja balik nanya.


"Aku mau keruangan tadi kak, temenin yah"


"Iya ditemenin tapi kalau kakak lepas landas jangan marah yah"


"Gak marah, tapi ini milik aluna. aluna mau tubuhnya"


"Wajahnya boleh kakak yang bikin lukisan"


Aluna pun menganggukan kepalanya dan ia memeluk lengan kekar raja, raja begitu senang menerima sentuhan hangat dari aluna walaupun hanya sebentar.


Mereka berjalan melewati lorong demi lorong dan sampailah dipintu penyekapan itu, ia dan raja berjalan dengan santai mendekati kawanannya.


"Hai kak rhea, kakak udah gak sakit lagi kalau gak sakit lagi kita main-main sedikit yah!" ujar aluna.


"Gadis sialan! Kenapa kau kemari lagi hah"


Plak bugh


"Aaaargggghhh gila kau" teriak histeris rhea.


"Kak raja tolong lepasin dia kak, aku mau main-main sebentar" ujar aluna.


"Tapi una, yakin" jawab raja dengan keraguannya.


"Yakin kak, una gak apa-apa dan juga gak akan terluka oleh wanita yang bukan selevel kita kak"


Raja pun melepaskan tali yang terikat kuat ditangan dan kaki rhea dan sedikt menjambak rambut rhea guna mengancamnya sedikit saja.


"Sedikit tegores,kau bakal ku giring keneraka! Mengerti" sentak raja kepada rhea.


"Kau sepertinya melindungi wanita yatim piatu sialan itu, tuan" ujar rhea tersenyum sinis walau seluruh tubuhnya sudah memar-memar ia akan berdiri tegak menantang lawannya tanpa rasa takut, ia tidak tau kepandaian beladiri lawannya sekarang.


"Aku suka melihat kak rhea semangat, sungguh ironis ck ck ck" ucap aluna.


"Mati kau" ujar rhea sambil memegang pecahan kaca ditanganya.


Aluna sudah tau ia akan lepas kendali jadi ia sudah siap untuk menghukum lawannya satu persatu dengan cekatan aluna berbalik dan menendang tangan rhea yang memegang pecahanan kaca seketika rhea berteriak karna tendangan wanita didepannya itu membuat tangannya terkilir dan sedikit terluka.


"Bangsat gadis sialan" teriak rhea.


"Ups maaf kak gak sengaja"


Tanpa belas kasih aluna bertubi-tubi memberi pukulan ke arah rhea, rhea yang tidak tau beladiri pun berakhir mengenaskan. sedikit suara yang rhea timbulkan membuat aluna tak senang walau hanya suara rintihan.


"Kak raja G.17 kak"


Sontak saja raja yang sedari tadi melihat kepandaian aluna berkelahi menajamkan mata nya kearah aluna.


"Yakin"


"Yakin kakak, mana?"


"Gerjon G.17 bawa kesini" teriak raja dari dalam ruangan yang tak jauh dari ruangan raja, ia berlari membawa G.17 itu.

__ADS_1


"Ini bos" seru gerjon dari balik pintu.


"Sayang gak apa-apa?"


"Gak apa-apa kak, om jon bawa kemari G.17 nya"


"Taaa-tapi non" ujar jon kahwatir kalau nonanya main senpi itu, ia melirik kearah raja dan raja pun menganggukan dagunya tanda ia memberinya izin.


"Gak apa-apa om, una bisa pakainya. ayo kemari om!" seru aluna lembut.


Gerjon melangkah mendekati nona kecilnya, dengan rasa gelisa ia mendekati aluna dan memberikan benda berbahaya itu.


"Non saya aja non yang menggenggam G.17 nya non" ujar gerjon kahwatir.


"Gak apa-apa om!" gentak aluna yang habis kata sabarnya.


"Iii-iya non ini"


"Mata aluna mulai menajam menatap kearah wanita yang merintih kesakitan"


"Mudahnya kakak menyuruh orang bayaran untuk membunuhku, kakak salah sasaran kak" ucap aluna dingin.


"Dasar gadis sialab tetap saja kamu seperti ja.."


Dorr dorr dorr (Aluna melepaskan timah panas itu kearah tempurung kepala rhea).


"Salam untuk teman-temanmu kak" ujar aluna santai tanpa ada rasa penyesalan sama sekali.


"Sayang mari kita keluar dari sini" seru raja sedikit syok akan tingkah aluna sekarang.


"Ayo kak, disini gak ada mainan yang mengasikkan kak"


"Nanti kita jalan-jalan mau?" ucap raja membujuk alunanya.


"Mau kak" jawab aluna dengan senang.


"Ayo kekamar dulu" seru raja kepada aluna.


"Jon bereskan semuanya tanpa tersisa" perintah raja dengan dingin.


Merekapun pergi dari sana menuju kamar yang sudah disiapkan oleh bawahan raja.


"Aku coba dulu, gak tersambung bos handfhone nona tetap tidak aktif dan gps y gak kelacak bos" ujar anak buah dante.


"Ini gara-gara kalian tidak becus menjaga aluna dan dewa, bang***" teriak dante frustasi.


"Kemana kamu sayang! Kamu belum tau kabar menyedihkan ini" ucap dante lirih sambil memandang seseorang dibalik dinding kaca.


Didalam sana terbaring tubuh dewa yang lemah cedera yang ia alami sangatlah serius, kekahwatiran seluruh keluarga terlihat jelas saat aluna tak dapat ditemukan saat ini.


Bersambung.


Ada rasa yang tak dapat diungkapkan,


Ada rasa perih yang tak tersalurkan.


Bila kata maaf tak dapat mengobati


Maka langkah kaki berhenti mendekati dikemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2