
Kebahagian Aluna.
Saat ini dewa memeluk tubuh sang gadis kecilnya dengan pelukan sangat erat seakan-akan ia takut akan kehilangan alunanya, kini ia mulai menutup matanya dan ia juga membayangkan bayang-bayang bersama aluna melalui ingatannya mimpi itu tercipta dengan sendirinya lama-lama suara yang ditimbulkan oleh dewa itu hanyalah sebuah dengkuran halus yang mengiring.
Aluna pun bergerak pelan melepaskan pelukan kakaknya itu sebenernya ia ingin mencari angin malam dibalkon akan tetapi pelukan itu tidak bisa dilepaskan mata yang tertutup kini terbuka lebar.
"Mau kemana?" tanya dewa singkat.
"Kamar mandi" ketus aluna.
"Sayang maafin aku yah, karna aku kamu celaka dan karna aku kamu menangis"
"Terlalu bodoh untuk kakak ingkari janji karna hal kecil, kakak bisakan tanya dulu sama aluna"
"Sekali lagi kakak minta maaf una" ujar dewa sambil memegang muka aluna, lambat laut dewa tergiur untuk mencicipi bibir ranum alunanya.
Cup... Kecupan lembut mendarat dibibir mungil aluna dan sontak saja aluna melawan tetapi tenaganya tak sebanding dengan tenaga dewa, dewa yang terikuti dengan alur syahwatnya kini melepaskan kecupan nya dengan lebut.
Plak Plak..
"Maksud kakak ini apa hah? Apa kita udah nikah main selonong aja! Aluna kecewa sama kakak" seru aluna sambil berlari kekamar kakak tertuanya.
"Maaf aluna, kakak terbuai oleh senyuman mu yang indah ini"
Tok tok ..
"Kakak" seru aluna memanggil dante.
Dante yang sedang membaca majalah sport pun berhenti saat ia mendengarkan suara sang gadisnya memanggil namanya dari balik pintu kamarnya, ia membuka pintu kamarnya dan disaat ia membuka pintu aluna sudah merangkul pinggangnya.
"Ada apa una?" tanya dante yang penuh kebingungan.
"Hiks hiks kak dewa jahat kak hiks"
"Kamu diapain sama dia hmm"
"Kak dewa diam-diam ambil first kiss was taken by force kak, Aluna don't like what she did"
"Aluna tunggu dikamar kakak ok, kakak mau kasih pelajaran buat dewa"
Aluna hanya menganggukan dagunya dan dante berlalu dari kamarnya meninggalkan aluna sendiri dikamarnya sesampai dikamar aluna, dante mencari keberadaan dewa yang tak ada di kamar itu dan akhirnya dante memutuskan kembali kekamarnya.
Didalam kamar dante, aluna sudah berbaring dan memejamkan matanya. dari jauh dante memandangnya dengan intens.
"Maafkan kakak,una" ucap dante.
Dante mendekat kearah aluna dan ia tidur memunggungi alunanya karana ia sebenarnya taku kebablasan, nalurinya sama dengan pria normal diluar sana hanya saja ia selalu menutup diri dari hal-hal yang akan menyakiti pasangannya dan mereka berdua pun tidur diatas kasur yang sama.
***
Rembulan kini berganti mentari, hangatnya mentari masuk dari cela-cela ordeng yang tak tertutup rapat, sinar mentari menusuk mata yang terpejam.
Terdengar seruan gemercik air ditelinga dante dan sinar mentari yang menyilaukan menyapa tubuhnya dengan hangat, ia melamun seandainya bisa waktu diputar pasti saat ini ia menjadi pria yang paling bahagia karena kebahagiannya terletak pada gadis kecilnya.
Pintu kamar mandi terbuka lebar memperlihatkan tubuh kekar nan berotot keluar dari balik pintu kamar mandi sontak saja dante yang tadinya berharap sang gadis keluar kini rasa sok nya muncul karena apa yang ia harapkannya itu hanya angan-angan saja.
"Hihihihi kenapa kak wajah nya aahhahah"
__ADS_1
"Bangsat kau" jawab kesal dante sambil berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Hahahahah kakak pikir aluna kan yang ada didalam kamar mandi hhahah"
dante memutar bola mata malasnya, ia masuk kedalam kamar mandi meninggalkan dewa yang ketawanya seperti orang gila.
Di dalam lobi aluna berjalan santai menuju lift yang sudah terbuka didalam lift ada seorang laki-laki melambaikan tangannya untuk menyuruh aluna segera masuk, aluna tergesah-gesah menggapai pintu lift yang hampir tertutup.
"Huuftss haah. Pagi kak pandu" sapa aluna kepada rekan kerjanya.
"Pagi juga aluna, maaf yah kakak bikin kamu kecapekan" ujar pandu merasa bersalah.
"Gak apa-apa kak, untung saja kakak tahan pergerakan lift y soalnya aluna blom bisa banyak gerakin tangan aluna" jawab jujur aluna.
"Semoga lekas sembuh aluna, kakak terpukul soal kejadian yang menimpa kamu"
"Loh kakak tau aluna" aluna menutup mulutnya saat pandu memberi foto ia bersama mama sinta.
"Pandu menulis sesuatu dihandfhone nya dan memberikan handfhone itu ke arah aluna supaya cctv di lift tak dapat merekaman suara pandu dan aluna saat berbincang.
Aluna pun kaget dan sok pantas saja ia curiga sama gerak-gerik pandu.
" Aissh dibohongi mulu nih"
Dring Dring..
(benda pipih aluna berdering)
"Asalamuallaikum buk sonya" ucap salam aluna kepada buk sonya.
"Pagi aluna, apa kabar? Gimana keadaan kamu? Hari ini mulai kerja apa belum?" tanya buk sonya dari sebrang sana.
"Kalau gitu kamu langsung saja kelantai 16 soal y kamu dipanggil atasan lun"
"Baik buk saya kesana" jawab aluna langsung menutup telfon y.
"Disuruh keruangan bos yah na, hati-hati pesanku" ujar pandu kepada aluna.
"Baik kak, kakak juga hati-hati yah semoga kita selalu dilindungi tuhan amin" jawab aluna menganggukan dagunya.
Dentingan pintu lift terbuka berbunyi, pandu bergegas keluar dan perpisah dengan aluna dilantai 8 ini.
Sampailah didepan ruangan bos besarnya, aluna yang suda berada didepan pintu pun mengetuk pintu lalu keluarlah seketaris atasannya sih mbak voni.
"Hallo mbak voni, aku aluna bagian hrd yang dipanggil untuk datang keruangan bos mbak" ujar aluna sopan.
"Oh kamu namanya aluna, yah sudah masuk dan aku pamit kebawah yah! Hati-hati bertemu sama bos besar"
"Ba-baik mbak voni, terima kasih"
"Asalamualaikum pak"
"Una sayang, kok udah masuk kerja" seru raja yang kaget saat unanya masuk kerja.
"Loh kakak" kaget aluna.
"Kemari-kemari duduk sini" ucap raja menjemput akuna didepan pintu dan memopong tubuh aluna kedalam ruangannya.
__ADS_1
"Kak turunin! Una malu kak nanti ada yang masuk gimana"
"Gak ada yang berani mempermalukan adiku" ujar raja sambil menuntun aluna duduk disofa miliknya itu.
"Hehhe... gak berubah yah kakak, masih aja sok perhatian padahal sifat kakak gak gitu-gitu banget deh"
"Emang kakak perhatian loh sama aluna cantik jelitanya kakak ini, oh yah gimana udah mendingan lukanya"
"Mendingan,lumayan kak latihan ini luka jahitannya sudah mengering paling masi nyeri aja"
Pletak ..
"Auuu sakit kak" jerit aluna sambil mengelus keningnya yang sudah memerah karena jitakan tangan raja.
"Lumayan lumayan endas mu itu lumayan, itu cari mati una! bisa gak sih jangan buat orang bersalah gara-gara gak bisa jaga kamu untung aja kamu selamat kalau enggak!
Hmmm mungkin seluruh orang pun kakak bunuh na"
"Gak bisa dong salahin una, salahin tuh orang cari gara-gara! orang mau pipis juga eeh dia mau ikut kedalam malah mukul aluna duluan loh! Aluna hajar dah, siapa yang mau orang-orang yang mau dibuh kak?"
"Hajar tapi kena juga kan, yah pemilik cafe yang gak becus penjagaan dari keamanannya, orang-orang yang berkunjung juga bisa saja kakak bunuh semua kalau kamu kenapa-napa" Ucap raja yang sewot sambil memegang 2kaleng minuman bersoda.
"Una? kakak kahwatir una, baru aja kakak ketemu una! Baru aja kakak dapetin keberadaan una, eeh malah babak belur gini"
"Salahkan takdir kak, bukan salah una" ujar aluna santai.
"Hmmm orangnya udah kakak kasih pelajaran, mau ketemu sama orang nya?" tanya raja kepada aluna yang sedang menikmati minuman kaleng bersodanya.
"Aa-apa kak ,kakak udah ketemu sama dalang yang ingin bunuh aluna?" tanya aluna.
"Dia yang harus mati! gak ada yang bisa menyentuh gadis masa depanku" ujar dingin raja membuat aluna terdiam sesaat.
"Maksudnya gadis masa depan apa kak?"
"Gak ada, gak usah dibahas! Mereka sudah kakak amanin ada 1 orang yang memicu kejadian ini"
"Siapa kak"?
" Lihat aja nanti,
siapa dante yah na? Dia nyebutin nama dante mulu na"
Deg deg deg (jantung aluna semakin tak karuan rasanya"
"Ke-keluarga aluna kak, dari papa"
"Baru ketemu dikota ini?"
"Baru pulang dari new york kak, mereka baru nyampe di indonesia baru beberapa bulan lalu"
"Wanita itu ngaku pacar nya terus na, kakak kaget kamu dicap tuh wanita perebut pacarnya yah itu dante"
"Aa-apa perebut, pacar" kaget aluna sambil tertawa setelah kaget beberapa detik.
"Kenapa ketawa, lucu"
"Yah luculah masak keluarga dekat bisa jadi pacar,, pagar melilit pagar dong hahhahahahah"
__ADS_1
Sontak saja raja memutar mata malasnya karna aluna memainkan pertayaannya, bila orangvlain diposisi aluna mungkin udah ditembak mati oleh raja tetapi ini gadis kecil pengisi hatinya yah gak mungkin dia sakiti pasti dijaga ketat oleh raja.
Bersambung