
Hari ke.3 Berada Dirumah Sakit.
Dengan keadaan yang sudah stabil
"Una sayang boleh kakak tanyakan sesuatu" tanya dewa serius.
"Apa itu kak" jawab aluna.
"Gini dek, kakak kemarin lusa gak sengaja tuh lihat una bersama laki-laki yang gak dikenal! apa mau una jelasin semuanya ke kakak" tanya dewa dengan mode membujuk sang kekasihnya.
"Cie-cie ada yang cemburu nih, ayo kakak ngaku sama aluna bahwa kakak lagi mode cemburu kan"
"Sii-siapa yang cee-cemburu sih una, kakak gak cemburu tapi maunya nanyain tentang laki-laki yang datang kemarin lusa aja kok" jawab dewa gugup.
"Cie yang cemburu gak ngaku"
"Mau jawab tidak sayang" ujar dewa sambil mencubit hidung aluna.
"Dia raja, kak raja teman aluna saat aluna masi dikota kecil sibolga bagian pantai barat sumatera. kak raja teman masa kecil aluna kak jadi jangan cemburu yah hanya teman dan tetap menjadi teman"
'maafkan alunamu kak, aluna berbohong demi kebaikan kita karna perasaan untuknya hanya segelintir dan aluna tak tau itu perasaan macam apa' gumam aluna dari dalam lubuk inti hatinya.
"Baiklah" dewa tersenyum kepada kekasih hatinya.
"Kak, aluna mau pulang" bujuk aluna kepada dewa.
"Iya nanti kita pulang asalkan aluna mau rutin meminum obatnya yah!"
"Siap komandan"
"Tunggu disini dan jangan kemana-kemana, awas kalau una kemana-mana!"
"Iya beres itu mah, aluna gak kemana-mana kak asal kakak mau pesanin bakso super dan es campur kacang merah yah" ujar aluna yang sudah memohon.
"Ok , Bakso super dan es campur kacang merah akan meluncur" jawab dewa memainkan mata nya sambil mengabil benda pipih yang ada disaku celananya.
"Ditunggu dan secepatnya" teriak aluna kepada kak dewanya yang sudah didepan pintu ruangannya.
"Siap komandan"
Dewa pun bergerak pergi dari ruang inap yang ditempati alunanya, ia berjalan menuju keruangan dokter candra berada untuk menanyakan perawatan aluna saat dirumah nanti.
Didalam ruang inap aluna. aluna yang ingin bermain game dengan handphone genggamnya kini berhenti saat handphonenya berdering. aluna mengangkat video call dari nomor handphone yang bertuliskan nama kontak Rajaku, ia menekan tombol hijau dan telfon pun tersambung.
__ADS_1
"Halo kak, ada apa" tanya suara aluna dari dalam telfon genggamnya.
"Siang cantik, lagi apa sekarang adik kak raja ini? Sudah makan siang belum unanya?" sapa raja dan bertanya banyak hal.
"Siang kak, una masih berbaring saja kak! una belom makan tapi sudah pesan makanan diluar. kenapa kakak gak besuk una lagi atau kakak lagi sibuk sekarang?"
"Kakak masi diluar kota una. Kakak pulang 2hari lagi. kemungkinan kakak jenguk una saat sampai dikota xxx sayang. una mau pesan oleh-oleh apa dari sini?"
"Oh kakak lagi kerja toh. una titip oleh-oleh dodol sama manisan saja kak soalnya una lagi pengen cemilan yang banyak kak"
"Ok una permintaan dikabulkan tapi kok kedengarannya seperti ngidam dek. Hihihi"
"Aissh kak, una gak ngidam toh una belum menikah jadi gak ada kata-kata mengidam" cemberut aluna saat video call masih tersambung dengan raja.
"Hehe.. Canda sayang jangan cemberut nanti wajahnya kelihatan tua. pesanannya itu saja una! ada titip yang lain tidak selain itu?" tanya raja satu kali lagi.
Aluna pun memikirkan sesuatu yang jelas memikirkan cemilan untuk dipesan ke kak raja nya. ia berfikir dan berfikir 3menit buat berfikir sampailah ia melamun.
"Una sayang mikirin apa kok lama jawabnya, una yak una"
"Eeh iya-iya jadi bengong sendiri una hihi, una pesen seluruh cemilan yang manis-manis aja deh kak"
"aissh dek mikirin itu sampe lumutan kirain mikirin apa, yah udah deh itu aja kan soalnya kakak mau tutup telfon nya. 5menit dari sekarang kakak ada meeting dengan klien petinggi saham sayang. Gak apa-apa kan kakak tutup sebentar telfonnya?"
"Gak apa-apa kak, assalamualaikum kak" salam penutup aluna.
Tok tok tok..
"Assalamualaikum, pesanan" ujar seseorang dari luar sana.
"Waalaikumusalam masuk, pintunya gak dikunci pak" seru aluna.
pintu terbuka menampilkan sosok pemuda berumuran 35tahun dengan paras wajah yang tampan dan juga berkarisma. Ia masuk dengan senyumannya yang menawan sambil membawa katong pelastik berisi 4 kotak makan berbentuk sterofoam.
"Selamat siang menjelang sore tuan putri una, ini pesanannya sudah datang" ucap dante sambil mengusap lembut rambut adik angkatnya itu.
"Loh kok kakak yang antar bukan dari goap" tanya aluna keheranan.
"hehe.. goap yang ditelfon dewa itu adalah kakak sayang, emang otak dewa lama-lama gak beres tau"
"hihihi kak dewa tuh jahil sudah tau kak dante ada dikantin rumah sakit malah disuruh pergi kekantin luar sana" kekehan aluna yang panjang membuat dante gemes sendiri melihat tingkah sang pujaannya itu.
"Uda tawa-tiwinya ntar nangis bisa-bisa ruangan ini penuh air mata alunanya kakak hehe"
__ADS_1
"Aissh kak gak ada air mata sampai bikin banjir tau, ada-ada saja kakak"
"Ya udah sini kakak yang nyuapin, mau pakek semuanya" tanya dante sambil memasukin makanan kedalam mangkuk dan membuka minuman ice kacang merah buat alunanya.
"Mau makan semuanya tanpa nasi yah kak" jawab aluna manja.
"Kok gak pakai nasi sih. Nanti sakit gimana? Nanti juga mau minum obat sayang" ujar dante menahan ocehannya.
"Harus makan nasinya jangan gak una, kan sudah dipesen jangan mubasir sayangku" seru dewa yang baru saja kembali dari ruang kerja dokter candra.
"Nih omdo terus katanya aplikasi dipesan, kenapa kak dante yang disuruh. Kasihan tau kak dantenya" ucap aluna ketus.
"Makan dulu biar kak dante yang suapin dan kakak siapin barang-barangnya. Jam.3 kita pulang" seru dewa sambil menata pakaian aluna.
"Apa pulang" kaget dante karna ia tak tau rencana adiknya itu.
"Heee aku lupa memberi kabar ke kakak bahwa hari ini aluna diperbolehkan pulang" ucap dewa dengan senyum kikuknya.
"Hmmm.."
Aluna pun lahap memakan makanannya, suapan demi suapan ia nikmati karena baginya lebih enak disuapin dari tangan dante tanpa sendok, ia tidak merasa jijik. dari kecilpun sudah terbiasa dimanja sama kakak-kakak angkatnya itu.
"Sudah beres, ini baju aluna untuk dipakai nanti" ujar dewa.
Tok tok tok..
"Permisi tuan dan nona, saya disini bertugas untuk membantu melepaskan infus dan memberikan obat jalan kepada nona aluna" ucap perawat.
"Silakan mbak" seru dante yang sudah menyingkir dari samping aluna.
Suster pun memeriksa aluna dan membantu aluna untuk melepaskan jarum infusnya, suster itu bergerak melepaskan jarum infusnya secara perlahan serta mengganti perban luka dengan yang baru.
"Nona sudah bisa mandi setelah nona mandi perban yang sudah basah haant
- diganti yah nona takut ada yang merembes walau perbannya anti air" ujar suster.
Aluna hanya menganggukan dagunya karna rasa nyeri masih menerpa tubuh yang terluka cukup dalam itu. selesai dari sana suster pun pergi dari ruangan aluna.
"Gimana udah enakan dek? kalau ada yang sakit bilang kakak yah" ujar dewa ke calon tunangannya.
"Iya bawel" sahut aluna ketus.
Dante yang mendengarkan pun terkekeh pelan melihat tingkah aluna yang ketus kepada adiknya itu.
__ADS_1
Mereka bertiga pun bersiap-siap untuk pulang kerumah karena sang gadis kecil mereka sudah tak sabar ingin menghirup udara segar diluar sana.
Bersambung.