OBSESI SANG VAMPIR

OBSESI SANG VAMPIR
Ketakutan Terbesar Enver


__ADS_3

Ada hal aneh yang di sadari Enver, Jean sepertinya tak tahu tentang kematian para penghuni panti sebelumnya. Bukankah itu aneh?, padahal Jean sudah tinggal di panti sejak kematian masal itu mulai terjadi.


Enver kemudian memeriksa perawat yang dia tugaskan sebagai mata-mata di panti, dan Enver menyadari ada pergerakan tidak normal dari ingatan si mata-mata. Untungnya keluarga Bram adalah salah satu dari keluarga Vampir yang terkenal mempunyai kemampuan manipulasi otak.


Saat ayah Bram mulai memeriksa si mata-mata, Ayah Bram menyadari ada sisa-sisa penghapusan ingatan. Biasanya para korban manipulasi otak, akan lebih memilih mengabaikan pertanyaan yang bersangkutan dengan apa yang dihapus.


Dari situlah tim penyelidikan mulai mengetahui alasan kenapa sang mata-mata terus mengatakan tidak ada yang mencurigakan mengenai panti.


Karena memiliki bukti fisik yaitu mata-mata yang di manipulasi saat menjadi perawat di panti, Enver meminta bantuan ke organisasi vampire internasional, atau di singkat OVI. Organisasi yang dulu sang kakek pernah mengabdikan dirinya cukup lama di sana.


Karena memiliki koneksi, Enver dengan mudah mendapatkan bantuan berupa tim penyelidik professional yang akan membantu tim penyelidik Valera, karena memang sejak awal pihak OVI akan membantu jika ada bukti kecil sekalipun, sebatas hanya untuk mengurus perizinan antar negara.


Keesokan harinya, saat Enver sibuk menyiapkan penyambutan dan tempat tinggal untuk tim OVI yang akan sampai sekitar 3 hari lagi. Enver mendapat kabar kalau Jean terlihat sangat pucat dan ada hal yang aneh pada Jean.


Enver bergegas pergi tanpa pikir panjang, sepertinya kini Enver tak bisa membuat Jean menjadi nomor dua setelah pekerjaannya seperti sebelumnya.


Saat melihat Jean berbaring dengan kondisi sangat parah, Enver mematung dalam kecemasan. Karena tubuh Jean benar-benar terlihat lemah.


Enver yang merasakan kejanggalan karena tak bisa mencium bau darah Jean bahkan dari jarak sedekat itu, mulai menggigit pergelangan tangan Jean untuk memastikan. Dan mendapati sari kehidupan Jean telah hilang dalam jumlah besar. Membuat jean sepertinya akan mati dalam waktu satu minggu.


Enver yang merasakan rasa marah bercampur takut yang kuat, mengingat sebuah buku yang ada di rumah peninggalan keluarga ibu kandungnya. Sebuah buku yang mengatakan Vampire bisa berbagi kehidupan dengan manusia seperti halnya manusia berbagi kehidupan dengan vampire melalui darahnya.


Keluarga ibu Enver melakukan penelitian itu karena suami sang ibu merupakan seorang manusia, yang pada umumnya memiliki umur yang pendek. Namun entah kenapa sang suami bisa hidup sampai umur 700 tahun menemani sang istri, sebelum kemudian di bunuh oleh Ayah Enver.


Dalam buku itu di katakan ada sebuah enzim khusus yang mirip dengan dopamine yang di produksi oleh otak manusia, yang dapat di hasilkan vampire melalu taring mereka. Dopamine ini di hasilkan dari rasa suka berlebihan atau ketertarikan berlebih pada mangsa yang sedang di mangsa oleh sang vampire. Saat dopamine itu diinjeksikan melalui gigitan ke tubuh manusia tersebut, hal itu meningkatkan produksi sari kehidupan dalam tubuh manusia tersebut. Sehingga pada kasus suami ibu kandung Enver, sang suami sampai bisa mempunyai umur panjang menyerupai vampire karena sangat sering menerima injeksi dopamine vampire dari ibu Enver.

__ADS_1


Berbekal dari isi buku itu, Enver mencoba menggigit Jean walau dengan perasaan penuh putus asa, rasa kalut tentang pikiran mungkin tak akan berhasil menghantui Enver sampai dirinya hampir putus asa. Namun siapa sangka, perlahan aroma darah Jean kembali tercium, kembali menguat. Setelah sekiranya cukup Enver segera meninggalkan Jean, dan berencana mempercepat penjemputan Jean dari panti.


Enver yang berencana menjemput Jean dengan menggunakan paman Jean, harus bersabar menahan rasa khawatirnya. Karena paman Jean membutuhkan waktu dua hari untuk sampai di kota tempat panti berada. Seharusnya panti tak bisa menolak saat anggota keluarga menjemput penghuni panti, karena sudah di atur oleh undang-undang negara yang mengawasi panti di semua wilayah, karena menurut negara keluarga lebih berhak atas orang tersebut, kecuali dalam kasus keluarga yang melakukan kekerasan. walau sebenarnya penjemputan oleh keluarga baru kali ini terjadi di panti tersebut.


Saat Enver datang ke panti bersama paman Jean, tentu saja menimbulkan kehebohan di kantor pengelolaan. Karena panti kini dikelola secara mandiri oleh keluarga Reynard saja. Keluarga Valera dan Allagi di keluarkan dari ke pengelolaan secara sepihak oleh keluarga Reynard, karena dianggap situasi Valera dan Allagi sedang tidak stabil karena tragedy yang terjadi.


Namun tak pelu waktu lama, kehebohan itu semakin menjadi saat Enver mengetahui kalau Jean tak ada di panti, padahal selama dua hari ini Jean tak masuk sekolah. Enver yang berpikir kalau Jean mungkin sudah di habisi oleh panti, dan alasan untuk menyembunyikannya adalah membuat Jean seolah-olah hilang, membuat Enver marah besar.


“Aku tak tahu kalau ternyata ada penghuni panti yang menjadi kekasihmu?”. Kepala keluarga Reynard yang datang, setelah di hubungi kepala pengelola panti, yang tak bisa mengatasi Enver.


“Kemana dia?”, Enver bertanya dengan urat leher yang menegang.


“Yah, sayang sekali. Tapi anak itu benar-benar tak pulang sejak dua hari lalu. Kalau aku tahu dia adalah kekasihmu, mungkin aku bisa membuat sebuah kesepakatan menarik denganmu”. Kepala keluarga Reynard tersenyum di tengah kemarahan Enver. Karena Enver yang Energi nya besar, sebenarnya belum cukup untuk mengintimidasi kepala keluarga Reynard.


Di tengah ketegangan itu, Bram yang ikut bersama rombongan Enver menerima telepon dari Lisa, yang ternyata Jean. Bram yang memang sudah tahu alamat Lisa memberi tahukan alamat tepatnya pada Enver. Enver yang panik tanpa pikir panjang ber teleportasi dari panti ke apartemen Lisa.


Sejak saat itu, Enver membuat Jean berada di dalam perlindungannya. Setiap Enver mengingat perkataan kepala keluarga Reynard yang sepertinya memiliki pemikiran untuk memanfaatkan Jean sebagai kelemahan Enver, Enver akan memperketat penjagaan Jean.


Karena rasa takut itu pula Enver bekerja mati-matian dalam penyelidikan panti, agar kepala keluarga Reynard lebih cepat di tangkap, dan Jean aman dari kemungkinan itu.


Sampai pada satu titik, Jean mengatakan kalau dirinya merasa tercekik, Enver yang lebih takut kalau Jean dalam bahaya, lebih sering mengabaikan keluhan Jean.


Sesuai dengan usahanya. Perlahan Enver mendapatkan secercah harapan, yaitu lokasi pemakaman ratusan mayat korban eksploitasi darah oleh kepala keluarga Reynard. Daripada di sebut pemakaman, lebih tepatnya penimbunan, karena cara penguburan yang tidak layak. Satu liang lahat berukuran besar, berisi puluhan mayat. Dan mobil penggali besar, beroperasi di sana secara khusus.


Kepala keluarga Reynard tak bisa berkutik atas temuan makam itu oleh tim OVI, pengelolaan panti secara resmi di selidiki, ditemukan beberapa dokter yang ternyata seorang vampire dengan kemampuan manipulasi ingatan yang melakukan manipulasi secara illegal, di temukan juga sebuah lab penelitian illegal di area panti.

__ADS_1


Kepala keluarga Reynard ternyata sudah tertarik pada penelitian tentang bagaimana meningkatkan level energy seorang vampire, bahkan sebelum dia menjadi penerus kepala keluarga. Hal ini di dorong karena kepala keluarga Reynard merasa iri saat dia merasakan perbedaan energy antara dirinya dan Ayah Enver dulu, padahal dia sama-sama vampire, jumlah darah yang di konsumsi pun sama, makanan dan kekayaan pun hampir sama.


Tapi karena perbedaan tingkat Energy yang alasannya karena gen, kepala keluarga Reynard harus menunduk dan tunduk tanpa sadar kepada para pemilik Energy yang lebih besar.


Dari penelitian illegal itu, kepala keluarga Reynard yang sekarang, bisa meningkatkan tingkat Energy, dengan mengekstrak darah serta sari kehidupan seorang manusia utuh. Umur 20an adalah umur yang pas untuk pengekstrakan.


Enver yang bisa bernafas lega, dan berniat mengurangi penjagaan pada Jean setelah pernikahannya, mengurungkan niatnya. Karena ibu dan kakak keduanya datang di pernikahan Enver dan Jean. Hal itu membuat Enver kalut.


Karena Jean terlihat tersiksa, Enver membuat penjagaan lebih elastis, para penjaga akan menyebar di tempat yang akan Jean datangi. Tentu saja Ruby yang merupakan salah satu Vampire dari keluarga vampire dengan tingkat energy di atas rata-rata, harus terus berada di sisi Jean selama Enver tak ada, sebagai keamanan lebih.


Sebegitu besar dan rumitnya usaha Enver melindungi wanita yang entah sejak kapan membuatnya terobsesi. Rasa cemas yang harus selalu dia lawan setiap kali Jean tak ada di sisinya, bercampur rindu yang menganggu aktifitas sehari-hari Enver.


Sampai suatu sore, saat dirinya berada di tengah rapat bulanan Valera company, Jean yang sudah menjadi istrinya itu terus meminta agar Enver mengijinkannya ikut makan malam bersama rekan kerja istrinya itu. walau berat, Enver memutuskan untuk memberi ijin dengan alasan Ruby ada bersama Jean, Jika bahkan kakak-kakak Enver datang mengganggu, mereka berdua bukanlah tandingan Ruby. Enver pun meminta penjagaan di restoran yang di tuju.


Tapi keputusannya itu adalah awal dari bencana yang akan membuat Enver menyesal. Karena salah seorang penjaga menghubungi kantor menggunakan bel darurat. Hal apa yang terjadi, sampai seorang dari puluhan pengawal hanya bisa menekan bel darurat, di banding menghubungi melalui ponsel?, terlebih Ruby tak menghubungi sama sekali. Enver semakin panik saat dia mencoba menghubungi istrinya. Karena sang istri tidak mengangkat panggilannya.


Bahkan dengan teleportasi yang tak memakan banyak waktu, lutut Enver bergetar saat melihat istrinya bersimbah darah dan kakak pertamanya sedang menusuk-nusuk bagian perut sang istri.


Tanpa pikir panjang Enver menendang kakaknya itu, dengan kemarahan yang meluap Enver memukuli sang kakak tanpa ampun. Perlawanan sang kakak yang berhasil menggores beberapa bagian tubuh Enver menggunakan pisau, tak membuat Enver melepaskan cengkeramannya dari sang kakak. Seolah di sana, Enver sudah tak peduli apakah dia akan mati atau tidak, asal sang kakak mati di tangannya saat itu juga.


Air mata yang tak pernah keluar sejak dia dilahirkan, hari itu membanjiri wajah Enver.


“Enver!, Jean masih hidup”, kalimat dengan suara parau itu membuat Enver terdiam.


Enver menengok ke arah suara dan mendapati Ruby yang baru siuman sedang memeriksa nadi di leher Jean. Enver dengan cepat memangku Jean, mengigit leher Jean sambil menangis tanpa sadar.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan?, bagaimana kalau dia kehabisan darah?”, Ruby yang tak mengerti atas tindakan Enver itu berusaha menarik Jean dari Enver. Namun Enver mendorong Ruby, dan ruby yang memang sedang lemah, dengan medah terlempar.


“Kau gila?, jangan salahkan aku jika kau menyesal nanti”, Ruby hanya bisa mengatakan hal itu setelah melihat mayat kakak Enver terbaring, dengan kepala yang sudah hancur. Baru kali ini Ruby melihat Enver lepas kendali seperti itu, dan itu sangat menyeramkan bagi Ruby.


__ADS_2