OBSESI SANG VAMPIR

OBSESI SANG VAMPIR
Hal yang tak bisa di relakan


__ADS_3

“Ini benar-benar aneh, tubuh orang ini terhidrasi dengan baik, padahal sepertinya tak ada cairan yang masuk ke lambungnya lebih dari sebulan terakhir”. Bisik seorang dokter kepada asistennya saat melakukan pemeriksaan di hari kedua.


Enver menatap kedua dokter itu dari kaca pintu, dari luar ruangan. Hari itu Jean di periksa secara menyeluruh. 50 persen bekas yang ada di tubuhnya menghilang dalam satu malam, menyisakan bekas hitam yang mulai memudar.


“Semua organ vitalnya dalam keadaan baik. Luka luarnya pun terlihat membaik dengan sangat cepat. Ini adalah kasus unik, karena biasanya seorang manusia yang mengandung anak vampire membutuhkan dua kali lipat nutrisi, bahkan tak jarang ada yang merusak tubuh sang ibu hingga di kondisi menghawatirkan. Tapi kami menemukan kalau istri anda bertahan dari siksaan mengerikan, dengan bantuan janin di perutnya. Bahkan satu bulan terakhir istri anda tak mendapatkan asupan apapun, tapi dia tak kekurangan nutrisi, walau keadaan tubuhnya kurus”. Seorang dokter menjelaskan kepada Enver yang duduk berhadapan dengan dokter tersebut.


“Namun gantinya, anak anda dalam keadaan kritis. Pertumbuhannya abnormal, bahkan sebenarnya anak anda harusnya sudah lahir sejak dua bulan lalu. Saya hanya bisa mengatakan jangan terlalu berharap anak anda bisa bertahan hidup. Mari kita lihat perkembangannya hingga delapan hari ke depan. Tapi anda harus menyiapkan hati anda”. Dokter itu menutup penjelasannya sampai di sana. Namun Enver hanya terdiam tanpa sepatah katapun. Dan kemudian keluar segera setelah mendengar penjelasan dari dokter, kembali keruang rawat istrinya.


Enver menatap istrinya yang masih menutup mata, mengelus pipi Jean beberapa kali, sesekali Enver menatap perut Jean yang besar. Enver berusaha memalingkan pandangannya dari perut Jean. sambil hatinya beberapa kali terasa tercekik, sembari meminta maaf kepada anaknya. Karena merasa bersyukur Jean bisa bertahan hidup, lebih tepatnya merasa bersyukur karena Jean mengalami kejadian mengerikan ini, saat Jean mengandung anaknya, sehingga istrinya itu bisa bertahan hidup, bahkan walau harus mengorbankan anaknya.


“Enver, seseorang ingin bertemu denganmu”, Bram muncul sambil berbicara kepada Enver.


“Bukannya kamu sudah pulang kemarin?”, Enver bertanya.


“Tidak jadi, komandan Harry memintaku untuk tetap disini, karena sepertinya beberapa pejabat OVI ingin bertemu dengan kita. Tenang saja, ayahku mengambil alih Valera dengan baik”, Bram menjelaskan.


“Kalau begitu, bukankah kamu bisa bertemu dengan mereka menggantikan aku?”, Enver terlihat tak berniat untuk meninggalkan istrinya.


“Kali ini aku tak bisa menggantikan mu, dia pimpinan vampire internasional”. Bram berucap.


“Hahh, memangnya apa bedanya?”. Enver mengeluh.


“Beliau ingin bertemu denganmu secara langsung”, Bram menjelaskan.


“Tenang saja, aku akan berada di sini selagi kamu pergi, pertemuannya juga di gedung dekat rumah sakit ini”. Bram meyakinkan Enver.

__ADS_1


Dengan berat hati Enver menuruti permintaan Bram, Karena Enver tak berniat menambah musuh yang mungkin akan membahayakan istrinya lagi, apalagi sekelas pimpinan Vampire internasional.


Sore itu Enver berhadapan dengan seorang lelaki paruh baya, lelaki bernama Abercio itu tersenyum kearah Enver sembari menyeruput darah segar dari gelasnya.


“Kenapa tak di minum?”, Tanya Abercio sang pimpinan vampire internasional.


“Oh, iya. Aku dengar dari kakekmu, kalau kamu akan muntah-muntah kalau minum darah. Menyusahkan sekali, padahal kamu seorang vampire dengan energy besar, yang tentu saja membutuhkan asupan darah yang besar juga”. Abercio berbasa-basi.


“Tolong cepat ke intinya”, Enver berbicara.


“Oh, kamu terlalu terburu-buru. Padahal aku berniat mengajakmu merilekskan pikiran disini. Kamu tahu, bagi orang seperti kita, maksudku orang yang memiliki rentang harapan hidup yang panjang. Kita harus bisa bersiap atas kehilangan, itu memang mengerikan, tapi pasti datang. Entah kita yang lebih dulu, atau orang yang kita cintai lebih dulu. Itu adalah hal umum bahkan untuk semua mahluk hidup”. Abercio menjelaskan dengan santai.


Namun Enver hanya kemudian memalingkan pandangannya ke arah lain.


“Begini nak, Obsesi itu bisa di cari lagi. Jangan sampai kamu terobsesi pada suatu hal yang membuat dirimu menjadi lemah”, perkataan Abercio membuat Enver menatap tajam.


“Valera, bukanlah urusan anda”. Enver menekankan sembari menatap tajam ke arah Abercio.


“Hahaha, yah aku akan memaklumi nya, karena umurmu bahkan belum sampai setengah abad, kau masih sangat kecil”, Abercio terus mengoceh dengan santai.


“Tapi untuk menjadi seorang pemimpin, kamu membutuhkan mental yang kuat, dan yang terpenting jangan bergantung pada seseorang”, Abercio menaruh gelas kosong ke atas meja yang ada di hadapannya.


“Saya adalah pemilik, saya tidak memposisikan diri saya sebagai pemimpin”, Enver menjelaskan.


“Yah siasat seperti itu mungkin berhasil untuk sebuah perusahaan pribadi. Tapi tak akan berhasil untuk memimpin sebuah organisasi”. Perkataan Abercio itu membuat Enver mengangkat alisnya, bertanya apa maksud ucapan itu.

__ADS_1


“Kamu tahu, organisasi yang mengatur vampir dalam skala internasional. Bukan organisasi semacam OVI, tapi organisasi yang bisa di katakan sudah seperti sebuah pemerintahan resmi dengan skala internasional. Organisasi itu melakukan pergantian pemimpin dengan cara pemungutan suara. Dan kamu membutuhkan banyak orang di pihak mu untuk bisa menang”. Jelas Abercio.


“Siapa bilang aku akan mendaftar? “, Enver mendapatkan perasaan tak enak.


“Tentu saja kamu harus mendaftar, jika tidak pemimpin selanjutnya adalah tirani yang berada di balik eksploitasi darah”. Jelas Abercio.


“Lalu apa hubungannya denganku?”. Enver berusaha menunjukan batas.


“Menurut mu apa?, wahai pembongkar pertama kasus eksploitasi?”, Abercio menatap Enver.


“Walau sebenarnya kakekmu dan beberapa rekannya yang pertama menyelidikinya, tapi secara perdata kamulah orang yang menguak nya pertama kali. Belum lagi kamu berinvestasi cukup besar dalam investigasi dan pembersihan”. Lanjut Abercio menjelaskan.


“Tolong jangan membebankan nya kepadaku!”, Enver meninggikan suaranya.


“Hahaha, lalu bagaimana kalau begini. Jadilah pimpinan vampir selanjutnya, atau istrimu akan benar-benar mati kali ini”, Abercio mencondongkan wajahnya ke arah Enver.


“Beraniny..!”, Enver yang tanpa sadar marah sembari mengeluarkan auranya, mematung. Tertekan oleh aura Abercio.


“Hahaha, nak kamu sangat lucu, mencoba menggelitik ku dengan energi mungil itu?. Yang benar saja”. Abercio menggosok rambut Enver seperti hewan peliharaan.


“Ya sudah, nanti kita bicarakan lagi. Kita akan mulai membentuk tim sukses mu tahun depan. Jadi persiapkan dirimu” Abercio meninggalkan Enver yang masih mematung.


Enver membungkuk, melingkarkan tangan dan kepalanya di atas meja. Tenaga yang perlahan kembali berbarengan dengan hilangnya tekanan dari energi Abercio, dipakai Enver untuk menahan tangisannya.


Rasanya sangat melelahkan, untuk ketiga kalinya, berharap bahwa semuanya akan berakhir, tapi datanglah cekikan baru yang lebih menakutkan.

__ADS_1


Haruskah berhenti saja?, tapi tak mungkin bagi Enver untuk melepaskan Jean. Bagi Enver, bahkan di banding kehidupannya, Jean adalah hal yang tak bisa dia relakan untuk di tinggalkan apalagi pergi.


__ADS_2