Om Muda Mengejar Cinta Jeni

Om Muda Mengejar Cinta Jeni
Hubungan Yang Tak Seharusnya


__ADS_3

Edo dan Vano terus berbincang tak perdulikan Jeni di belakangnya, yang terlihat muram dan mulai bosan gak di anggap sama Om Om di depannya itu.


Langkah mereka masuk ke dalam sebuah Karauke di sana banyak gadis seksi dan cantik datang menghampiri Vano dan Edo.


Jeni terdiam mengernyitkan dahinya menatap jijik para gadis itu. Nampaknya gadis itu juga seumuran Jeni terlihat dari badannya yang mungil, wajahnya yang masih sangat lugu dan polos. Mereka benar benar menjijikkan tapi itu pekerjaan mereka tak berani Jeni mengusik atau memaki mereka. Mungkin masalah keuangan yang membuat para gadis itu tidak meneruskan sekolah dan memilih bekerja di karauke sebatas menemani minum dan bernyanyi bersama.


Jeni hanya mengikuti langkah Vano dan Edo pergi dengan kedua gadis kecil itu. " Dasar Om Om otak mesum" gumam Jeni yang nampak kesal berjalan di belakangnya. Bahkan dia tak anggap Jeni malah memilih gadis lain untuk menemaninya minum dan bernyanyi.


" Kalau aku tidak tinggal di rumah Om Vano mungkin lebih baik aku pergi dari tempat ini" Batin jeni terus bergumam gak jelas di belakang. Ia terus menghentakan kaki memberi tanda pada Edo dan Vano untuk menoleh ke belakang menatapnya. Ya tapi percuma Jeni tetap tak di gubris oleh mereka berdua.


" kalau sudah di goda gadis sexy mata mereka lupa dengan gadis di belakangnya" Ucap Jeni berjalan terburu buru menabrak pundak vano dan Edo berjalan mendahului Mereka.


" Minggir" ucap Jeni Cuek dengan tatapan sinis pada para gadis itu. Jeni masuk lebih dulu ke tempat yang sudah di pilih Vano karena memang itu tempat terakhir semuanya sudah penuh.


" Kamu memang gadis baik" pungkas Edo menepuk pundak Jeni membuatnya semakin geram. Dia mengepalkan tangannya mengarahkan ke arah Edo yang sudah duduk  di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


" Vano hanya sekilas tersenyum memandang  jeni"


Vano mulai mau di peluk dan di goda wanita. Entah kenapa fikirannya ingin seperti adiknya dan Edo yang sangat berani bermain dengan Wanita di ranjang.


" Ihh... dasar kalian semua bikin aku kesal" Jeni berdengus kesal matanya melotot menatap Vano dan Edo. Dia mengerutkan bibirnya berjalan mendekati mereka dan terpaksa duduk sediri tanpa perhatian dari mereka sama sekali. Bahkan menoleh ke arah Jeni pun tidak.


Jeni terdiam seketika memikirkan cara untuk mengalihkan pandangan Edo dan Vano ke arahnya. Dia sesekali menatap gadis kecil yang mereka bawa untuk menemani berpakaian sangat sexy dengan baju ketat terlihat belahan dada dan pakai hotpants pendek itu makin membuat Jeni jijik.


"Sekalian saja gak usah pakai baju kalau terlihat semua" Batin jeni terus berdecak kesal.


" Om mau minum apa??" Ucap salah satu gadis yang menemani mereka.

__ADS_1


" terserah kalian ambil sebanyak bayaknya minuman dan bwa kesini" pungkas Edo membuat Vano melotot seketika.


" apa kamu sudah gila? Siapa yang mengahabiskan semua minuman itu?" Pungkas Vano.


" Ya kita kita semua?"


" maksud kamu semua?? Aku gak mau minum" saut Jeni menyela ucapan Edo.


"Baiklah terserah kamu??" Ucap Edo memberi kedipan pada Vano seolah memberi kode padanya. Vano tau jika dia sangat menginginkan tubuh molek Jeni. Jadi terpaksa Vano membantu dia meskipun berat dan kasihan dengan gadis itu. Tapi mau gimana lagi Edo adalah sahabatnya sejak dia masih Orok sangat kecil sampai dewasa.Dia berfikir kalau soal wanita dia bisa cari lagi asal tidak berantem dengan sahabatnya sendiri.


Salah satu gadis yang ada di dekapan Edo keluar mengambil beberapa minuman. Dengan tatapan menggoda Edo menatap Jeni. Dia beranjak dari duduknya duduk di samping Jeni bersandar di sofa dengan tangan di lipat di atas kepala.


" Apa kamu mau menerima tawaranku??" Ucap Edo lirih.


Sedangkan Vano nampak asyik bernyanyi dengan gadis di sampingnya tanpa menghiaraukan Jen dan Edo.


" Apa maksud Om" Ucap Jeni beranjak berdiri.


Edo mulai memasukan tangannya di sela kain yang menempel di tubuh Jeni. Berjalan menuju milik Jeni yang memang lebih dari pada gadis yang lainnya. Dia memegangnya membuat Jeni melotot seketika menatap tajam Edo.


" Diamlah nikmatilah sebentar, aku tidak akan berbuwat macam macam padamu" bisik Edo mulai menciumi leher jeni nafasnya semakin berat dengan tangan terus bergerak di delam sela baju jeni.


desahan dan erangan Jeni lirih seolah menikmati apa yang di lakukan Edo.


" teruskan desahan!! Aku sangat suka" Ucap Edo mulai menidurkan tubuh Jeni di sofa dia mulai mencium bibir mungil Jeni yang sangat menggoda dengan tangan turun ke bawah di balik rok mini yang di gunakan Jeni.


Merasa sudah puas, Edo segera merapikan bajunya dan beranjak duduk santai lagi. Di tersenyum menatap Vano di depannya. Baju Jeni seolah sudah berantakan di buatnya.

__ADS_1


"Aku tahu kamu menginginkan itu, jika kamu ingin lebih kamu bisa telfon aku untuk menemanimu semalaman" Ucap Edo tersenyum tipis pada Jeni.


" Dasar Om mesum, aku akan kasih pelajaran buwat dia nantinya" batin jeni terus melirik tajam Edo di sampingnya


Sebuah tangan seolah akan melayang tepat di pipi Edo. Dengan sigap Edo memegang tangan Jeni dan hanya membalas dengan senyum kemenangan telah berhasil membuat Jeni berdesah sangat keras. Membuat nafsunya semakin bangkit.


"Om tidak mau seperti mereka" Ucap gadis yang menemani Vano bersandar di dadanya.


Vano terdiam tidak menggubris gadis di sampingnya. Ia tak menyangka melihat aksi mereka di depan matanya.


"Aku bisa menemani Om di sini jika Om tidak  malu" Gadis itu terus mengajak Vano untuk melakukan hal sama. Seolah dia merasa ingin melakukan itu bersama Vano setelah melihat kejadian tadi.


" Baiklah ... apa kamu bisa memuaskanku??" Ucap Vano dengan penuh keberanian.


Entah kenapa hati Vano merasa kecewa pada Jeni yang melakukan hal itu pada lelaki lain. Meskipun mereka baru bertemu namun seolah dia sudah lama bertemu. Kini ia ingin menunjukan pada Jeni jika dia juga bisa dan mencoba membuat jeni Jeles.


Jeni dan Edo hanya terdiam menatap Vano dan gadis itu mulai beraksi.


Vano menarik nafas mengumpulkan semua keberaniannya dan mulai melumat bibir Gadis di sampingnya itu penuh nafsu. Tangannya membuka helaian kain tipis yang menutupi tubuh gadis itu.


Gadis itu bermain sangat hebat dia naik ke pangkuan Vano. bahkan dia meraba milik Vano membuat Vano semakin nafsu dia mengigit leher wanita


" Ternyata Vano hebat juga!!" Ucap Edo tersenyum melihat aksi Vano yang sangat ganas. Tak berapa lama Seorang gadis datang membawa minuman membuat aksi Vano tertunda. Dia menurunkan gadis itu dari pangkuannya seolah dia sudah mulai sadar dari apa yang barusan dia lakukan.


"Kenapa Berhenti Om" ucap gadis itu sangat genit menggoda Vano bahkan masih menyentuh milik vano yang sudah mulai mengeras.


"Lepaskankan aku!!" Ucap Vano dengan nada tinggi menepis tangan gadis itu dari miliknya. Seolah dia baru tersadar dengan apa yang dia lakukan.

__ADS_1


Jeni tak menyangka dengan apa yang dia lihat barusan. Ingin rasanya dia marah karena hampir saja mereka ingin berhubungan di depan matanya. Bukanya Jeni cemburu namun lebih kepada jijik melihat aksi fulgar mereka.


Namun apa boleh buwat dia hanya diam melihat tontonan itu. Bahkan tadi Edo berbuwat sama dengannya. Hal itu memang tak pernah dirasakan gadis kecil seperti Jeni sebelumnya. Memang dia suka minum dan pergi keluar malam. Namun bukan untuk bersenang senang dengan lelaki. Dia hang out hanya untuk menghilangkan rasa jenuh dalam fikirannya yang berkecamuk karena masalah keluarga yang tak pernah ada habisnya. Dia merasa sangat kesepian di rumah sendiri tanpa kasih sayang orang tuanya.


__ADS_2