
Hari-hari berlalu Rendy,tidak memberi kabar pada Wina. Begitu pun Wina.
Wina kembali merasakan kehampaan di dalam hati nya.
Wina sangat merasa kesepian dan hati nya terasa kosong. Apa pun yang ia lakukan terasa tidak ada artinya.
Sementara itu Rendy juga merasakan hal yang sama. Ia mengalihkan luka hati nya dengan menyibukkan diri nya dengan pekerjaan nya.
Biasanya Rendy pulang tepat waktu. Namun semenjak insiden yang terjadi malam itu ia lebih sering mengambil lembur.
Di hari libur pun ia mengambil lembur. Jika ia tidak menyibukkan diri nya dengan pekerjaan ia semakin terpuruk dan selalu terbayang pada kejadian malam itu.
Setiap kali ia teringat kejadian tersebut, hati nya perih melihat kekasihnya di pukul karena kesalahan nya.
Rendy sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Wina. Setiap hari nya Rendi selalu menyalahkan dirinya.
Wina tampak selalu murung semenjak insiden malam itu. Sehingga membuat tanda tanya besar di benak Hans.
Tidak seorang pun yang tau, apa yang terjadi pada kisah cinta Wina, termasuk Erika.
''Wina, Lo kenapa? Ada yang berubah dari Lo! " Tanya Hans yang duduk di samping Wina.
''Gue gak kenapa-kenapa kok, cuma karena badan gue lagi kurang fit.''Wina menutupi masalah nya.
''Yakin Lo? '' Hans tidak mempercayai alasan yang di berikan Wina
'' Lo nggak percaya banget sih sama gue, beneran gue lagi nggak enak badan'' kata Wina.
'' Apalah ada masalah dengan cowok lu yang tajir itu?'' Tanya Hans menyinggung nama Rendy.
Wina hanya diam dan memalingkan pandangannya.
Air mata Wina hendak menetes, namun Wina berusaha menyembunyikan nya.
'' Kenapa Wina, Kalau ada masalah ceritakan saja sama gue''Tanya Hans.
''Tidak apa-apa kok Hans" Wina pergi menuju keluar kelas.
Namun Hans merasa ada yang aneh dari Wina.
Hans terus saja mencoba mencari tau.
"Maaf Hans, gue mau permisi dulu.." Wina mencoba mengelak pertanyaan Hans.
Hans hanya menatap Wina yang berjalan keluar dari kelas.
"Gue yakin ada masalah besar yang terjadi pada Wina"Gumam Hans.
__ADS_1
"Gue harus cari tau,apa yang terjadi pada nya"Tambah Hans lagi
"Hiks,hiks,hiks"Terdengar isak tangis Wina.
"Rendi lo dimana? Kenapa gak ada kabar dari Lo?" Wina kembali teringat pada Rendy
"Gue sangat merindukan Lo Rendy"Isak Wina menahan tangis nya.
Lalu Wina mendengar suara Erika dan Hans yang mencari nya.
Dari dalam toilet Wina buru-buru membersihkan air mata nya.
Setibanya di luar Erika dan Hans Kenapa di Wina dengan mata yang sembab.
Erika tidak begitu memperhatikan Wina, sementara Hans melihat dengan nyata perubahan dari Wina.
Hans semakin yakin di dalam hatinya untuk mencari tahu ada apa pada Wina sebenarnya.
di hadapan Wina Hans tidak menaruh curiga apapun.
'' Dari mana aja lo Wina?'' tanya Erika.
'' Gue nggak dari mana-mana kok, Gue hanya ke toilet aja kenapa sih kok pada Cariin gue?'' tanya Wina heran
'' Ya nggak kenapa kenapa sih, cuma kita khawatir aja. bukankah tadi lo bilang lo itu lagi nggak enak badan!'' Hans berusaha menjelaskan pada Wina.
'' Erika, gue boleh nggak minjem ponsel lo?'' Wina memberanikan diri ingin menghubungi Rendy.
'' Emangnya ponsel mau ke mana?'' tanya Erika sambil mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada Wina.
'' Ponsel gue kemarin jatuh-saat gue sedang mengendarai motor.'' kata Wina sambil meraih ponsel yang diberikan Erika.
'' Sebentar ya aku pinjam dulu'' Wina menjauh dari Erika dan Hans. perlahan Wina yang memencet nomor Rendy
'' Tut,tut, tut tut'' panggilan berdering dan masuk, tetapi tidak diangkat oleh Rendy.
Vina mencobanya berkali-kali, namun hasil dari Tak Sama. Rendy tidak mengangkat panggilan dari Erika.
Hal tersebut dikarenakan Rendy sibuk dengan pekerjaannya sehingga ia mengabaikan setiap panggilan yang masuk di Saatnya bekerja.
Wina beberapa kali lagi menghubungi Rendy. namun hasilnya tetap sama, Rendy tidak mengangkat telepon dari Wina.
'' Ini ponselnya Erika Terima kasih ya'' Wina dengan wajah tertunduk.
'' Oh iya, sama-sama'' Erika menerima ponselnya tanpa menanyakan Siapa yang ditelepon oleh Wina.
Berbeda dengan Hans, yang memperhatikan dengan teliti setiap sikap yang dilakukan oleh Wina.
__ADS_1
Jelas tanpa oleh Hans, permasalahan Wina saat ini adalah Rendy.
Tanpa berpikir panjang dan bertanya terlebih dahulu kepada Wina, harus mencari tahu tentang alamat dan tempat bekerjanya Rendy.
Sepulang dari kuliah, fans langsung menuju tempat kerja Rendy. namun Anis tidak menemukannya di tempat bekerja.
Hans langsung memutar arah ke alamat rumah Rendy.
'' Lo lihat aja ya Rendy, lo harus menerima apa yang baru lakukan'' Indi Hans geram dan mengepalkan tinjunya selama mengemudikan mobilnya menuju rumah Rendy.
Berdasarkan informasi yang ia miliki mengenai alamat Rendy akhirnya harus menemukan rumah Rendy.
Setibanya Hans di rumah Rendy, Hans mendapati Rendy Tengah duduk termenung dengan raut wajah sedih
'' Bagaimana mau gue maki-maki itu cowok, tampangnya aja galau banget. Bodo amat ah samperin dulu.'' fans menaruh motornya dan berjalan menuju tempat di mana Rendy duduk.
'' Halo bro, ternyata di sini rumah lo?'' fans menyapa Rendy sambil mendekatinya.
'' Eh bro, lo Di Sini?'' Rendy balik menyapa Hans dengan mata yang mencari-cari seakan ia mencari seseorang yang pergi bersama Hans.
'' Cari siapa lo Bro?'' tanya Hans yang sadar Rendy mencari-cari orang yang pergi bersamanya.
'' Apa lu sendirian aja ke sini?'' tanya Rendy yang berharap Wina bersamaan menemuinya.
'' Iya nih, Emang kenapa? apa lo kaget?'' jawab Hans Ketus.
'' Gue pikir lo bersama dengan Wina.'' kata Rendy.
'' Karena itulah gue ke sini menemui lo sebagai sahabat Wina. karena gue lihat Wina ada dalam masalah, nama Wina tidak semudah itu untuk menceritakannya sama gue ataupun ke Erika.
'' Artinya tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi antara gue dan Wina. Lalu bagaimana mungkin dia menghianati Wina dengan menceritakannya kepada Hans. '' pikir Rendy dalam hati.
'' Rendy, gue minta Lu jujur ke gue apa yang terjadi antara lo dan Wina? melihat beberapa hari ini Wina tanpa murung, seakan jiwanya berada jauh dari dirinya.'' tanyakan dengan berdiri berkacak pinggang di hadapan Rendy.
'' Gue dan Wina tidak ada apa-apa kok, hanya saja gue dan Wina beberapa hari ini tidak ada kontak. ponsel Wina tidak bisa dihubungi. namun gue masih belum punya waktu untuk menemuinya. semua itu dikarenakan gue sibuk banget dengan pekerjaan gue'' tutur Rendy.
'' Lo Yakin hanya itu? Bagaimana kalau gue nanti menemukan fakta lain dan kesalahan itu ada pada diri lo?'' ancam Hans.
'' Lo jangan takut gue siap menerima hukuman apapun. '' nggak berani dengan tegas.
Setelah mendengar hal tersebut, Hans tanpa basa-basi apapun langsung menyalakan sepeda motornya dan pergi begitu saja dengan tidak sopan y
nya.
Sementara Rendi masih menyalahkan dirinya.
...****************...
__ADS_1