One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 33


__ADS_3

Melihat Aldi yang mulai mabuk membuat Wina meninggalkan acara pesta.


Elena mencoba menahan Wina,namun Wina tetap bersikeras untuk kembali ke kamar nya.


"Ada apa WIna? kenapa Lo tidak betah saat pesta? Bukankah ini acara besar buat Lo." Protes Elena saat tiba di kamar.


"Please Elena biarkan Gue sendiri,jika Lo masih mau berpesta,Lo bisa kembali ke pesta dan menikmati nya." Kata Wina dengan sangat kesal.


"Oke!" Kata Elena dan keluar dari kamar lalu kembali ke pesta itu.


"Maafin Gue Elena,Gue sangat merasa bersalah jika melihat ALdi mabuk-mabukan seperti itu." Kata Wina dalam hati nya.


Wina membersihkan riasannya dan mengganti gaun nya dengan piyama tidur.


"Sampai kapan Lo akan bertahan mengharapkan cinta dari Gue Aldi." Kata Wina menatap langit langit kamar nya.


''Drrtttt, drrrtt'' Ponsel Wina bergetar tanpa pesan masuk.


"Malam Wina? Bagaimana kabarnya?" Pesan dari Julio


Setelah beberapa hari Julio tidak memberi kabar.Dan Julio hadir di saat Wina memang membutuhkan teman untuk bercerita menghilangkan kegalauan nya.


" Malam juga bang Julio! Kabar Gue baik. Abang sendiri bagaimana? Kenapa tidak ada kabar beberapa hari ini?" Wina membalas setiap pesan yang masuk dari Julio.


Lama berbalas pesan Wina tidak menyadari sudah pukul 1 malam.


"Tok"


"Tok"


Elena pulang dengan penampilan yang yang sudah acak-acakkan.


"Wah kelihatan nya Lo sangat menikmati pesta malam ini."Sapa Wina yang membukakan pintu.


"Semua ini karena Lo,Gue jadi menggantikan posisi Lo yang menemani Si Bos." Jawab Elena.


'Maksud Lo apa?"Tanya Wina lagi.


"Ya,Aldi meminta Gue menemani nya hingga pesta selesai."Kata Elena.


"Menemani nya dalam artian apa itu Elena?" Wina terperanjat dari rebahannya.


"Ya ampun Wina jangan mikir yang macem-macem deh.Gue cuma menemani nya minum dan dansa itu aja." Kata Elena menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman pada Wina.


"Huuufffhtt" Wina bernapas lega .


"Kenapa? Lo cemburu?" Skak Elena.

__ADS_1


"Cemburu? Ih siapa coba yang cemburu?" Wina jadi salah tingkah.


"Benarkah? Lalu kenapa ekspresi Lo berubah saat mendengar Gue menemani Aldi di pesta." Lagi-lagi Elena menyudutkan Wina dengan pertanyaan nya.


"E-Gue-gue gak cemburu kok,gue gak ada apa-apa sama dia,di nya aja yang selalu mengejar-ngejar Gue."Kata Wina dengan terbata bata.


"Sudah lah Gue ngantuk dan capek banget,dan besok kita juga bakalan bekerja keras." Kata Elena yang menarik handuk nya dan membersihkan diri nya ke kamar mandi.


Lalu Wina pun mengakhiri berbalas pesan bersama Julio.


Lalu Wina pun mencoba memejamkan mata nya. Bagaimana besok ia akan bekerja satu ruangan bersama Aldi.


Dengan pikiran menerawang entah kemana, ia pun akhirnya tertidur.


Begitu pula dengan Elena, tertidur tanpa bercerita panjang lebar mengenai pesta yang baru saja ia nikmati.


***


"Pagi semua! " Sapa Wina saat memasuki kantor nya.


''Pagi juga Buk Wina? " Jawab seluruh staf kantor baru yang ada di Bali.


''Buk Wina?" Pikir Wina dalam hati.


Wina meneruskan langkah nya ke ruang kerja nya. Sambil bekerja Wina masih berpikir kenapa para karyawan kantor cabang disini memanggil nya ibu. Wina curiga pada Aldi, entah apa yang Aldi umum kan di pesta tadi malam.


Elena sangat kaget melihat Wina yang tiba-tiba datang ke ruangannya.


''Ada apaan Wina, apa ada pekerjaan untuk Gue? '' Tanya Elena.


''Elena,aneh gak sih tadi pas waktu para karyawan lain menyapa ku dengan Ibu Wina.'' Tanya Wina dengan waja bingung.


''Lo tanya aja tu sama Si Bos. ''Sahut Elena enteng.


''Sudah Gue duga! ''Wina memasang wajah horor menuju kembali keruangan nya menemui Aldi.


''Ada Lo terlihat marah? '' Tanya Aldi yang merasa tidak berdosa.


''Gue mau Lo jujur ke Gue!''Kata Wina dengan berkacak pinggang.


''Gue selalu jujur ke Lo sayang! " Kata Aldi mulai mengeluarkan kata-kata gombal nya.


''Sayang sayang kepala kucing!" Kata Wina semakin kesal.


'' Kenapa marah-marah Ratu ku?" Aldi berdiri mendekati Wina.


"Apa yang Lo umum kan sewaktu pesta?" Kata Wina dengan wajah yang merah padam.

__ADS_1


" Santai sayang!" Aldi semakin tertarik melihat kekesalan Wina.


Wina melangkah mundur dan menjauhi Aldi,Kali ni Wina benar-benar marah.Dan Wina pun keluar dari ruangan itu dengan kemarahan membanting pintu.


Aldi hanya tersenyum puas melihat kemarahan yang di perlihatkan Wina.


Seluruh staf karyawan yang melihat tersebut kaget dan kebingungan,apa yang terjadi pada Wina.


Namun tidak satu pun dari mereka yang berani bertanya pada Aldi atau pun Wina.


Semua staf karyawan hanya saling berpandang - pandangan dan bergidik bahu saja.


Elena hanya mengirim pesan pada Wina,karena ia tidak mau Aldi mengetahui kalau diri nya ikut campur.


Wina mendengar ponsel nya berdering dan membuka pesan yang masuk.


Namun Wina tidak membalas pesan tersebut,Wina benar-benar merasa kacau.Hal tersebut di karenakan Wina tidak mendapatkan jawaban pasti apa yang di katakan Aldi di hadapan staf karyawan.


"Wina,Lo tenang aja,Gue akan cari tau ada apa sebenarnya." Kata Elena di dalam pesan WA tersebut.


Elena sendiri tidak mau ikut campur dalam hal itu.


Karena Aldi sangat terkenal dengan ketegasan nya dan ke galakan nya. Karena itu lah tidak ada yang membantah keputusan Aldi.


Wina kembali menutup ponsel nya dan pergi berjalan-jalan ketepian pantai,untuk menenangkan pikiran nya.


Disaat pikiran nya merasa kacau dan tertekan Julio pun menelpon Wina.


Julio selalu hadir disaat Merasa galau dan memiliki beban pikiran,Julio selalu ada untuk menghibur nya.


Seakan Julio adalah dewa penolong dalam kisah nya.


"Apakah Julio lelaki yang di tentukan Tuhan untuk Gue!"Kata Wina sambil menatap layar ponsel.


Tetapi kenapa Aldi masih saja bersih keras untuk mendapatkan nya. Sementara Cinta itu benar-benar tidak bisa di paksakan.


Wina berlarian sambil berteriak ke tengah pantai,karena Wina belum bisa move on dari Rendy.


Dan saat ini ada dua laki-laki yang membuat nya ragu.Di satu sisi Aldi yang selalu berusaha mendapatkan cinta nya dengan berbagai cara ia lakukan.


Sedangkan Julio masih menjadi teman online yang sangat perhatian dan dewasa jika di ajakin ngobrol.


Hanya menunggu waktu saja untuk bertemu dengan Julio.Wina benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Julio.


Wina masih harus menunggu 14 hari lagi untuk bisa kembali ke kota nya.


Sementara dalam 14 hari itu ia harus menghadapi sikap Aldi yang sangat berambisi untuk mendapatkannya dengan berbagai cara.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2