
"Apa lagi yang mau kamu tunggu Wina? '' Tanya papa nya yang mulai bosan dengan alasan yang di berikan Wina setiap kali Papa nya menyinggung pertemuan nya dan Neddy.
'' Pah Vina mau fokus bekerja dulu, dengan belum mau buru-buru nikah! wina harap Papa bisa mengerti.'' kata Wina dengan memelas.
'' tapi kan nggak ada salahnya kamu bisa menemui Nedi dulu, kan kamu bisa berkenalan terlebih dahulu.'' pinta Papa Wina pula.
''Hhhmmm'' Gumam Wina.
'' Baiklah kalau begitu besok malam kakak akan mengundang Nedi dan keluarganya!'' tukas Papa Wina.
Wina pun hanya tertunduk dan kembali masuk ke kamarnya. Wina tidak bisa memiliki pilihan lain, karena Julia pun tidak memberikannya kepastian tentang hubungannya.
Setibanya Wina di dalam kamar Wina hanya mengotak-atik ponsel yang ada di tangannya, antara ingin menelpon Julio atau tidak.
Rasa nya ingin sekali Wina mengatakan niat papa nya., tetapi Wina takut Julio kecewa dan tersinggung.
Akhir nya Wina kembali meletakkan ponsel nya, dan merebahkan tubuh nya.
Dan entah kapan Wina tertidur di ranjang nya itu.
...****************...
''Wina, bangun! "Seru mama membangunkan Wina.
''Iya ma! " Jawab Wina sambil memanjangkan tubuh nya.
''Sudah pagi saja! Cepat sekali waktu ini berputar! '' Wina beringsut dari tidur nya sambil menggerutu.
Bukannya langsung mandi, justru Wina meraih ponsel nya.
'' Sayang nanti kita sarapan bareng ya, Gue tunggu di tempat biasa!" boruto isi pesan dari Julio yang ada di layar ponsel Wina.
hati Wina terasa sangat tenang setelah membaca isi pesan dari kekasihnya itu.
tentu saja Bima langsung buru-buru mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. lebih tepatnya menemui sang Pujaan Hati.
tertinggal dengan sendiri saat merias wajahnya dihadapan cermin yang ada di meja rias nya itu. Wina merias wajahnya supaya Julio terpesona melihatnya.
setelah ia bersiap-siap Bina pun tidak menghiraukan sarapan yang telah disiapkan oleh mamanya.
Dina langsung berpamitan dan memiliki pintu keluar tapi sesaat langkahnya terhenti.
__ADS_1
'' Rina usahakan cepat pulang ya, karena Papa telah mengundang keluarga Medi makan malam bersama nanti malam.'' ujar Papa Wina gak akan memberikan alarm agar minyak secara berulang dengan cepat malam ini.
Mod Wina hilang seketika, Iya merasa gelisah dan tak tentu apa yang harus ia katakan kepada Julia jika jadi yang tahu orang cewek ini membutuhkannya dengan anak rekannya.
Wina kembali meraih kunci motornya dan segera menyalakan motor lalu pergi menuju tempat yang dijanjikan oleh Julio.
Sepanjang perjalanan hanya julio yang ada di pikiran Wina.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan,akhir nya Wina tiba di sebuah Warung sarapan yang biasa mereka singgahi jika sarapan bareng.
Tapi Wina tidak melihat ciri-ciri sang kekasih di sana.Mungkin Julio belum sampai,begitu pikir Wina.
Wina lalu mengambil tempat dimana di sana mereka selalu duduk,yaitu di pojokan warung itu.
Setelah beberapa lama menunggu,akhir nya Wina mendengar suara motor yang tidak asing lagi di telinga nya.
"Sayang,akhir nya Lo datang juga!" Sambut Wina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tentu aja,mana mungkin Gue ingkar janji buat sayang ku ini."Gombal Julio.
Pipi Wina merona mendengar rayuan Julio.
Sehingga wina lupa kalau julio pernah menduakan bahkan lebih dari dua orang selingkuhan nya.
Setelah mereka memesan sarapan , mereka pun menyantap masakan yang telah di hidangkan oleh pemilik warung itu.
Julio merasa Wina tengah gelisah dan menyembunyikan sesuatu yang membuat nya tampak gelisah.
''Sayang,kenapa Loe tampak gelisah?'' Tanya Julio sambil mengangkat wajah Wina sehingga mata mereka saling bertemu.
''Mmmmm,Gue...gue...gak kenapa-kenapa kok yank!" Jawab Wina dan mengalihkan pandangannya.
''Please,jangan sembunyikan apa pun dari Gue!"" Pinta Julio dengan menggenggam jemari Wina.
''Jika Lo ada masalah di rumah maupun di tempak kerja,Lo harus nya cerita sama Gue! " Julio mencoba membuat Wina berbicara jujur.
Mata Wuna mulai berkaca,dan bibir nya gemetar.Ia takut dengan reaksi Julio setelah mendengar kalau papa Wina ingin menjodohkan Wina dengan anak rekan nya.
''Sayang ada masalah apa,ayo dong Loe cerita!" Kata Julio sedikit mendesak.
Wina hanya menundukkan pandangannya,dan menghela nafas panjang.
__ADS_1
''Sayang bagaimana dengan hubungan kita ini?" Tanya Wuna dengan mengalihkan pertanyaan Julio.
''Apa ini Wina?kenapa Lo mengalihkan percakapan ini.''Kata Julio sedikit kesal.
''Bukan nya Gue mengalihkan pembicaraan kita ini,tapi sebenarnya Papa sudah sering bertanya-tanya mengenai hubungan kita ini.''jawab Wina dengan menatap wajah julio
''Maksud Lo apa?'' Julio bertanya seakan ia tidak mengerti dengan kata-kata Wina.
''Papa mau menjodohkan Gue sama anak rekan nya,jika hubungan kita ini gak jelas!" Kata Wina dengan suara gemetar.
Julio hanya terdiam dan hanya menatap Wina tajam.
Sedangkan Wina mulai berkaca-kaca,dan berharap Julio memberi jawaban sesuai harapannya.
Tetapi apa yang di harap kan belum tentu itu yang terjadi.
Julio langsung berdiri tanpa menghabiskan sarapan nya.
''Wina,maaf Gue harus segera ke kantor,ada berkas yang harus Gue selesaikan pukul 8 ini.''Julio pergi tanpa mendengar jawaban Wina lebih dulu.
''Sayang!" Teriak Wina yang tertahan.
Wina hanya memandangi Julio yang berlalu tanpa menoleh ke arah nya lagi.
''Apakah Julio tersinggung?"Wina bermonolog sabil menggigit ujung jari nya.
'' Yang Gue takutkan terjadi juga!" Kata Wina lagi.
Dengan semangat yang telah melayang entah kemana,Wina berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju meha kasir untuk membayar tagihan sarapan nya bersama Julio tadi.Dengan uang yang telah di tinggalkan oleh Julio yabg di letakkan di bawa gelas.
''Ada apa Neng? Kenapa Mas nya pergi begitu saja?" Tanya si pemilik Warung sarapan yang tidak sungkan lagi bertanya,karena mereka sudah sangat akrab dengan Julio dan Wina.Mereka sudah seperti anak bagi bude itu.
''Tidak ada Bude,''Wina mencoba ngeles dari tudingan pertanyaan si pemilik Warung sarapan itu.
Setelah membayar tagihan itu Wina pun segera pergi tanpa bercerita panjang lebar kepada Bude pemilik Warung.
Dengan mod yang sudah tidak baik lagi Wina melaju dengan motor metik nya dan menuju tempat dia bekerja.
Sedang mengendarai motor nya pikiran Wina pun melayang entah kemana.Mungkin saja mencari jawaban dari Julio mengenai hubungan mereka.
Sementara itu,Julio yang terlihat shok mendengar Wina akan di jodohkan, tidak lagi konsentrasi pada pekerjaan nya.
__ADS_1
Ingin marah,tapi ini bukan salah Wina..
...****************...