
Pagi ini hujan begitu lebat, dan Wanita tidak bisa berangkat ke kantor, karena mobil di bawa oleh Papa nya.
Dan yang tersisa di rumah hanya lah motor metik milik nya.
''Hujan nya gak reda-reda, bagaimana gue mau ngantor ya" Wina bermonolog di balik jendela ruang tamu.
'Kalau ijin gak mungkin, siang ini ada meeting, haduuuuu,,, serba salah kalau udah begini. 'Batin Wina.
Akhirnya Wina menghubungi Ayu, sebagai bagian HRD, Wina meminta izin untuk telat.
Setelah merasa aman kalau ia datang telat, Wina kembali ke kamar nya.
Sambil menunggu hujan reda Wina memainkan ponsel nya.
Drrttt
Drrttt
Ponsel Wina bergetar tanda pesan masuk di kolom pesan Whatsapp nya. Tertulis disitu nama Julio.
Wina pun membuka pesan dari sang kekasih nya itu.
'Hai sayang, bagaimana pagi ini? Apakah Lo masuk kantor disaat hujan begini.' ---Julio
'Gue bakalan telat ke kantor. ' ---Wina
Julio tidak lagi membalas pesan Wina, namun Wina tidak begitu mencemaskan apa alasan nya pesan nya tidak di balas lagi.
'Kenapa gak di balas ya? '
'Mungkin saja dia sibuk!'
Wina mencoba untuk berpositif thinking.
Tetapi pada hari ini perasaan Wina benar-benar tidak enak dan pikirannya selalu tertuju pada Julio, entah ada apa Wina juga tidak mengerti.
Sementara itu Julio yang sedang dipikirkan oleh Wina ternyata sedang sarapan bersama dengan Ayu, rekan kerja Wina yang bekerja sebagai HRD di perusahaan Wina bekerja.
'' Apakah lo suka dengan menu sarapannya?'' tanya Julio sambil menggenggam tangan Ayu yang ada di hadapannya.
'' Iya Mas, selain menunya yang enak suasana di sini juga asik kok, menambah semangat kita bekerja.'' jawab Ayu dengan dengan pipinya yang memerah dan salah tingkah.
'' Ya sudah kalau begitu habiskan dulu sarapannya ntar gue antar lo ke kantor ya!" ujar Julio yang melanjutkan menyantap sarapannya.
Sesekali Julio melirik ke ponselnya yang ada di sampingnya, Iya juga khawatir kalau Wina tiba-tiba menelpon dan Ayu mengetahui kalau antara dia dan Wina ada hubungan spesial.
__ADS_1
''Maaf sayang Gue lagi di jalan mau ke kantor, nanti Gue telepon balik ya'' Julio mengirim pesan chat agar Wina tidak curiga.
Setelah mereka sarapan pagi, Julia segera mengantarkan Ayu ke kantornya.
Julio mendadak berhenti sebelum sampai ke depan kantornya Ayu.
'' kenapa berhenti di sini?'' tanya Ayu heran sambil turun dari motor.
''Hhhhmm, nggak enak aja kan ada karyawan di kantormu yang melihat kita bareng-bareng.'' Julia beralasan kepada Ayu.
'' Lo Bener juga, Oke kalau begitu Gue masuk dulu,bye.'' Ayu memberi senyuman yang paling manis.
Julio hanya membalas dengan senyuman yang penuh kecemasan.
'Bagaimana nanti jika Wina melihat gue bisa berabe semuanya.' Pikir Julio dalam hati.
Setelah Ayu masuk ke dalam kantor, Julia pun memutar motornya dan saat pernah berbelok ia berpapasan dengan Wina.
''Sayang Lo Di Sini?'' siapa Wina saat m motornya tepat di hadapan Julio.
''Eh sayang lo baru dateng ya, baru aja sampai sini buat ketemu Lo'' jawab Julio dengan sedikit terbata-bata.
'' Oh, tapi bukannya tadi Lo bilang, Lo mau ke kantor? '' Tanya Wina heran.
'' Tadinya Iya dari rumah Gue mau langsung ke kantor,tetapi tiba-tiba Gue kangen sama lo makanya Gue belokin deh Ini motor ke arah kantor loh. karena gue pikir lo udah nyampe di kantor.'' Julio mencoba menarik perhatian Wina dengan berbohong.
Tidak ada curiga sedikitpun di hatinya mendengar alasan kekasihnya itu.
Wina pun mendekati motor Julio, dengan merasa malu-malu Ia hanya tersenyum dengan pipinya yang memerah.
'' Lo tampak cantik hari ini Wina! '' Puji Julio.
'' Mulai deh ngegombalnya.'' Ledek Wina.
'' Itu kenyataan lho bukan gombal, nggak suka ya gue bilang cantik?'' tinggal memanyunkan bibirnya.
'' Yah ngambek, Ya bolehlah. tapi apa hanya hari ini gue tampak cantik? sebelumnya gimana jelek dong?'' Wina terkekeh.
'' ya tetap sama cantiknya, tetapi hari ini lebih cantik lagi'' Julio ikutan terkekeh.
setelah mereka berbincang beberapa menit lalu Wina sadar kalau iya belum absen di kantor.
'' sayang, gue masuk dulu ya udah telat banget nih.'' Wina berpamitan kepada sang kekasih.
'' Eh iya sayang, gue juga hampir lupa harus bekerja. rasanya ingin bersama lo terus!'' gombal Julio.
__ADS_1
'' Tuh kan mulai lagi gombalnya!'' kata Wina sambil menyalakan motornya lanjut masuk ke parkiran kantor.
Setelah memarkirkan motornya, Wina kembali menoleh ke arah luar di mana Julio berdiri. tadi.
Ternyata Julio masih berada di tempat yang sama, dengan senyuman Termanis yang Melambaikan tangan kepada Wina. Lalu memberikan kiss bye.
Membuat Wina semakin berbunga-bunga dan segala kecurigaannya hilang begitu saja, saat setelah melihat senyuman dari sang kekasih.
Sampai di ruangan kerjanya, Wina sudah melihat Ayu berada di sana dengan tersenyum-senyum sendiri sambil melihat layar ponselnya.
' Dasar pegawai malas, kesempatan gue telat datang cuma main ponsel doang.' kata Wina dalam hati.
'' Ayu Apa yang kamu lakukan?'' sapa Wina yang membuat Ayu kaget.
'' Eh mbak Wina sudah datang, Maaf Mbak saya tidak tahu apa yang harus diperbuat. kebetulan pacar gue mau ngirim pesan. ya gue bales aja Mbak. Memangnya salah ya mbak?'' jawab Ayu lancang.
'' Ya sudah sekarang coba lo cek file-file ini ya!'' perintah Wina dengan jengkel.
'' seperti Lo aja yang punya pacar!'' Wina mendengus nafas kasarnya.
Lalu Wina menoleh ke arah meja Aldi yang tampak masih kosong tak berpenghuni itu.
'' tumben si Peguntit itu tidak hadir, ke mana ya dia?'' Wina bermonolog sendiri sambil menyalakan laptopnya.
setelah layar laptop menyala dan Wina pun login, tidak beberapa lama masuk sebuah email.
Lina pun membuka isi email tersebut, ternyata yang mengirimkan pesan itu adalah Aldi.
di email tersebut tertulis bahwa Aldi meminta izin untuk tidak masuk kantor dikarenakan sakit.
Wina hanya mengembalikan layar monitor ke menu desktop semula.
Wina tidak membalas pesan email yang dikirim oleh Aldi.
Wina merasa senang karena Aldi tidak hadir, untuk satu hari ini yang merasa bebas dari penguasaan mata Aldi.
Kontrak perusahaan yang bekerja sama dengan Aldi masih 2 bulan lagi, hal tersebut benar-benar membuat Wina merasa tidak nyaman.
Walau demikian ia tetap berusaha untuk senyaman mungkin bekerja demi karir yang ingin dicapainya.
Saat Wina hendak memulai pekerjaannya tiba-tiba terlintas dalam pikirannya Apa yang sedang dilakukan Julia saat tidak bersamanya.
Entah kenapa pemikiran tersebut muncul di benaknya, seperti ada sebuah kecurigaan dari kesetiaan Julio padanya.
Namun Wina mencoba menepis semua pemikiran dan prasangka nya itu.
__ADS_1
...----------------...