One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 40


__ADS_3

''Selamat pagi Mbak Wina! " Sapa salah satu karyawan perusahaan saat berselisih jalan hendak menuju ruangannya.


Pagi ini adalah pagi yang aneh bagi Wina, semua karyawan bersikap ramah pada nya. Biasanya mereka bersikap biasa saja, Wina merasa perlu menyelidiki hal tersebut.


''Wina!'' Sebuah panggilan yang tidak asing lagi buat Wina.


''Ya Pak! "Sahut Wina dengan penuh hormat.


''Ini Ayu, Ayu ini baru saja saya Terima bekerja disini. Saya harap Kamu bisa membimbing nya untuk bisa bekerja dengan layak di perusahaan ini.


Wina hanya melirik nyaman pada Ayu.


''Baik Pak Direktur! " Jawab Wina dengan penuh rasa tanggung jawab.


Wina mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri nya.


'' Saya Wina, semoga kita bisa bekerja sama ya! " Ujar Wina.


'' Semoga Bu Wina tidak kapok mengajari saya yang masih mentah ini'' Ayu menjabat tangan Wina.


''Semoga juga kamu betah ya bekerja di sini.'' Wina mengulas senyuman yang sangat manis.


Hari ini tidak ada alasan Aldi untuk meminta Wina bekerja lembur malam ini, sehingga Pembina membuat janji bertemu dengan Julio.


Julio pun dengan senang hati menerima tawaran Mina tersebut.


30 menit lagi waktu pulang kan tiba Wina pun siap-siap untuk bertemu dengan kekasih tercinta.


saat keluar dari kantor Wina telah mendapati Julio di lobby kantor, dan berbincang dengan Ayu.


Tanpa adanya kecurigaan pada Ayu dan Julio Wina pun menghampiri Julio.


''Hai sayang, gimana kabar Lo? '' Sapa Julio dengan memberi cipika ( cium pipi kanan) dan cipiki (cium pipi kiri).


''Gue jenuh sama pekerjaan Gue, dan si manager itu benar-benar nyebelin! " Wina mendengus napas kesal nya.


''Ya udah, dari pada Lo komat-kamit merutuki pekerjaan dan Sang Manager Lo yang gak jelas itu,lebih baik Lo sekarang ikut Gue.


"" Kemana?" Tanya Wina penasaran kemana dia akan di bawa sang pujaan hati nya saat itu.


"Gue yakin kalau Lo bakalan suka dan Gue jamin pikiran Lo yang saat ini lagi mumet setelah Lo ada di sana bakalan seger lagi" Tutur Julio sambil menyalakan motor nya.


Wina pun hanya menuruti apa yang di katakan sang kekasih nya itu.

__ADS_1


Julio mengemudikan motor nya dengan kecepatan sedang.


Diam-diam Julio melirik Wina melalui kaca spion motor nya.


Wina memang Cewek yang tampak sederhana dan tidak seperti cewek kebanyakan yang selalu mengikuti tren kekinian.


Setelah melirik Wina dari kaca spion Julio tersenyum,senyum yang sangat manis dan senyuman yang menggambarkan apa yang tengah di pikirkan oleh Julio saat itu.


"Aduh apaan sih?" Julio kaget pinggang nya di towel-towel oleh Wina dengan manja.


"Ternyata Lo penggeli ya..?" Wina terkekeh.


Julio pun hanya tersenyum sambil menahan geli di pinggang nya.


"Ampun Yank!" Teriak Julio dengan kegelian dengan mengeliat.


"Iya,iya maaf!''Wina menghentikan gelitikkan nya.


Keheningan pun menemani perjalanan mereka.


Beberapa menit setelah itu mereka pun sampai di sebuah taman yang sangat indah penuh dengan bunga yang warna-warni dan tempat spot photo yang sangat indah dengan lampu-lampu yang berkelipan.


"Julio tempat nya indah banget!" Wina kagum melihat taman yang indah dengan warna warni bunga dan lampu pada malam itu.


"Apa Lo suka?" Tanya Julio tangan nya merangkul bahu Wina.


Pandangan mereka saling beradu dengan sangat dalam.


"I love You Wina!" Bisik Julio lalu memeluk Wina.


Julio sangat menjaga sikap nya pada Wina,berbeda dengan sikap nya memperlakukan cewek-cewek nya yang lain.


Julio mengajak Wina berjalan-jalan dan saat di sebuah taman kecil yang ada sebuah meja di hiasi dengan sebuket bunga dan beberapa lilin yang di tata sedemikian rupa.


"Ini semua Lo siapin?" Tanya Wina dengan mata yang berkaca.Wina terharu karena baru kali ini di perlakukan sangat romantis.


"Bagaimana apakah Lo menyukai kejutan dari Gue ini?" Kata Julio menggenggam tangan Wina.


Wina hanya mengangguk dan tersenyum bahagia.


Lalu mereka pun memakan menu makanan yang terhidang di meja tersebut.


Julio menyuapi Wina sesendok cake yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


Dengan pipi merona Wina menerima suapan dari Julio dengan kalem dan malu-malu.


Suasana yang sangat romantis dan bakalan jadi momen yang tidak akan terlupakan oleh Wina.


Hampir 2 jam mereka di taman tersebut,berbincang,sharing pekerjaan,gombal bahkan sampai cerita sedih pun tercurah di sana.


Sehingga Julio merasa sangat yakin kalau Wina adalah pilihan terbaik untuk pendamping nya.


Walaupun begitu Julio masih akan menguji kesetiaan Wina dan hal lain yang perlu bagi nya untuk menjadi pendamping nya.


"Bagaimana,apakah sudah fresh kepala nya dan suasana hati Lo?" Tanya Julio tangan nya mengelus rambut Wina yang panjang dan lurus itu.


"Yap,makasih ya sayang Lo udah memberikan momen terindah malam ini!" Wina melingkarkan tangan nya di pergelangan tangan nya di tangan Julio dan Wina juga merebahkan kepalanya di bahu Julio.


"Okey,karena malam semakin larut dan sebaik nya kita pulang saja.Kalau tidak bokap nyokap Lo bisa-bisa marah dan Gue bisa di sate sama mereka.Karena sudah membawa putri mereka hingga selarut ini.


"Baiklah."Kata Wina pula mengikuti langkah Julio.


Beberapa menit merek berjalan dengan kecepatan motor Julio tidak terlalu kencang,tiba-tiba turun hujan lebat dan mereka segera mencari tempat untuk berteduh.


Dari kejauhan tampak sebuah bangunan yang tampak nya tidak lagi di huni.


Mereka pun berhenti di situ,di sana terasa sepi,yang terdengar hanya suara gemuruh dan kita serta deras nya hujan.


Julio menyadari kalau Wina tampak nya mulai kedinginan,Wina juga menggigil.


Wina mulai khawatir jika tiba-tiba penyakit alergi cuaca dingin nya kambuh.


Julio pun teringat pada cerita Ellena kalau Wina alergi pada suhu dingin dan Julio membuka sweater nya dan memberikan nya pada sang kekasih.


Julio pun memakaikan sweater tersebut dan memeluk Wina dari samping agar Wina merasa sedikit hangat dan alergi nya pun tidak kambuh.


Wina hanya menatap sikap hangat Julio yang sangat memperhatikan nya.


"Kenapa?" Tanya Julio yang membalas tatapan Wina.


"Jangan khawatir,Gue gak akan apa-apain Lo kok,Gue hanya mencoba menghangatkan suhu tubuh lo,agar alergi Lo gak kambuh."Kata Julio yang sangat peka dengan keadaan fisik Wina.


''Bagaimana Lo tau mengenai penyakit Gue?" Wina merasa heran karena sebelum ya Ia tidak pernah bercerita pada Julio perihal penyakit nya.


Setelah beberapa lama akhir nya hujan pun berhenti.


Dengan bergegas Julio menyalakan motor nya dan mengantar Wina tanpa mengulur waktu lagi.

__ADS_1


Wina hanya memeluk Julio dengan erat karena Ia sudah sangat kedinginan.


...----------------...


__ADS_2