One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 35


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Wina di kantor cabang, rasanya Wina ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya dan buru-buru kembali ke kantor pusatnya dan segera bertemu dengan Julio


" Bagaimana planing Lo setelah menyelesaikan pekerjaan disini" Tanya Aldi sambil mendekati Wina.


''Lo gak perlu tau planning Gue apa!'' Jawab Wina jutek.


''Lo pikir Lo akan bebas dari Gue setelah Lo balik ke kantor pusat? '' Kata Aldi dengan berdiri berkacak pinggang.


''Gue gak pernah berpikiran seperti itu!'' Kata Wina.


'' Gue cuma mau mengingatkan Perusahaan ini adalah milik keluarga besar Kusuma. Jadi Lo jangan khawatir kalau Gue gak akan pergi jauh dari Lo. '' Ancam Aldi.


Wina hanya diam saja, Wina menganggap Aldi ada kelainan jiwa. yang jika di lawan maka gak ada beda nya dirinya dengan Aldi.


Melihat tidak ada respon Aldi jadi kesal, dan keluar dari kantor.


Aldi menuju parkiran dan mengambil mobilnya.


Lalu menancap pedal gas dengan amarah sehingga mobil mewah nya melaju dengan kencang.


Perasaan Wina jadi tidak enak mendengar deru mobil Aldi.


''Apa yang akan ia lakukan untuk melampiaskan amarah nya? '' Pikiran Wina mulai kacau.


"


Kenapa Lo Gelisah? " Tanya Elena.


"Gue hanya takut kalau nanti Aldi kembali pada minuman dan mabuk-mabukan! " Kata Wina dengan wajah murung.


"Kenapa Lo begitu perhatian? Bukan kah Lo gak mencintai nya? " Elena memojokkan Wina.


"Gue memang gak mencintai dia, tapi gue gak mau disalahkan hanya karena gue dia kembali mabuk-mabukan. " Jelas Wina.


"Iya, Lo benar juga! Lalu sekarang Lo mau apa? " Kata Elena.


"Gue gak tau juga Elena." Kata Wina.


Lalu Wina kembali keruangan nya. Wina mengambil ponsel nya dan segera menelpon Aldi.


Aldi benar-benar susah sekali untuk di tebak jalan pikiran nya. Sehingga apa yang akan di lakukan nya tidak ada yang tau.


Merasa tidak bisa konsentrasi menyelesaikan pekerjaan nya, akhir nya Wina pun pergi mencari Aldi.

__ADS_1


Wina berjalan menyisir jalanan masuk di setiap cafe yang ada di Pulau Dewata tersebut.


Hari semakin senja, Wina merasa lelah, namun tidak juga ia menemukan Aldi.


Entah kemana pergi nya Aldi, Win menelepon Elena menanyakan apakah Aldi telah kembali ke kantor.


Wina semakin kacau saat mendengar Aldi masih belum kembali kekantor.


Wina merasa kaki nya semakin berat di langkahkan dan ia pun beristirahat di depan sebuah toko bunga.


Saat melirik ke arah kanan ia melihat seseorang yang tidak asing lagi.


Ternyata dia adalah laki-laki yang sedang ia cari.


Aldi tampak memandangi sebuket bunga mawar putih. Aldi seakan mencurahkan isi hati nya kepada beberapa tangkai bunga yang ada di tangan nya.


Wina mendekati Aldi, dengan perlahan berjalan seperti


maling mengendap-endap.


"Ngapain Lo kesini? " Kata Aldi menebak tanpa ia melihat ke arah Wina datang.


"Bagaimana Lo tau gue yang ada disini? " Tanya Wina yang duduk di hadapan Aldi.


"Lo gak perlu tau bagaimana gue tau! Sekarang Lo bilang saja ngapain Lo datang ke sini? " Aldi menaikkan nada suara nya.


"Apakah Aldi sengaja melakukan hal ini? 'Pikir Wina yang kakinya melangkah perlahan ke belakang menjauhi Aldi.


Tapi langkah Wina terhenti, Wina berubah pikiran. Ia tidak akan mundur lagi. Ia harus bisa meyakinkan Aldi agar bisa menerima bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan.


''Aldi sampai kapan Lo tidak bisa memahami bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan. Dan persahabatan akan lebih kekal Aldi, dan akan lebih baik hubungan persahabatan ini untuk kita. '' Ujar Wina yang berharap Aldi bisa memahami maksud nya.


Aldi hanya diam dan meremas buket bunga mawar putih itu sekuat tenaga. Duri yang ada pada tangkai mawar itu mulai melukai tangan Aldi, dan darah nya pun mengalir di tangan Aldi.


Melihat tangan Aldi berdarah, Wina sangat cemas. Dan Wina segera membeli plaster luka untuk Aldi.


Wina pun meraih tangan Aldi yang terluka. Aldi hanya menatap Wina yang sedang merawat luka di tangannya.


''Kenapa Lo mesti melukai diri Lo seperti ini? " Tanya Wina yang dengan hati-hati membersihkan luka di tangan Aldi.


''Mungkin luka ini akan sembuh setelah Lo obati, tapi luka di hati Gue tidak akan sembuh sebelum Lo menjadi istri Gue! " Kata Aldi.


''Seiring berjalan nya waktu luka itu akan sembuh dengan sendirinya. '' Kata Wina yang selesai mengobati luka Aldi.

__ADS_1


''Baiklah jika Lo tidak bisa menerima persahabatan ini gue akan pergi jauh dari hidup lo!'' kata Wina dan pergi meninggalkan Aldi.


Aldi merenungkan kata-kata Wina terkadang ada benarnya juga. Persahabatan mungkin lebih indah dari pada menjalin cinta.


Apa pun bisa di lakukan bersama sahabat, berbeda dengan hubungan kekasih. Tetapi ego Aldi tidak bisa di takluk begitu saja.


Wina memutuskan untuk Resain dari perusahaan keluarga Aldi.


Malam itu Wina mengemasi barang-barang nya,dan menunggu jadwal keberangkatan nya ke kota asal nya.


Mendengar Wina hendak pulang ke kota nya ia pun segera menuju ke Hotel tempat Wina menginap.


Elena berusaha membujuk Wina untuk kembali ke kota nya sebelum kontrak kerja di pulau dewata tersebut selesai.


Akan tetapi Wina telah memutuskan untuk berhenti dari perusahaan Aldi tersebut.


"Wina,apa semua ini?" Teriak Aldi sambil menunjukkan surat pengunduran diri nya.


Wina tidak menjawab dan tetap melanjutkan mengemasi barang-barang nya.


"Wina please!" Aldi memohon.


Wina masih tetap bungkam dan tidak merespon Aldi yang rela berlutut di hadapan Wina dan Elena.


"Wina apa yang Lo lakukan ini salah!" Kata Elena yang mencoba membuat Wina mengerti.


''Maafin Gue Elena,Gue harus melakukan semua ini. Gue gak mau karena Gue orang lain terluka dan selalu menyakiti diri nya!" Kata Wina dan menyeret koper nya keluar menuju bandara.


Elena hanya diam dan melihat Wina yang melangkahkan kaki nya keluar dari kamar nya.


Aldi mengejar Wina dan berusaha untuk menghentikan Wina.


"Wina please jangan pergi dan jangan tinggalkan Gue!" Aldi terus memohon pada Wina.


"Ini adalah yang terbaik untuk Gue dan terbaik juga buat Lo! Kata Wina tanpa melihat ke arah Aldi.


" Tidak Wina,ini akan mengakhiri segala nya dalam hidup gue!" Kata Aldi yang mencoba menakuti Wina.


"Gue harap Lo bisa menggunakan akal sehat Lo!" Kata Wina dengan tegas.


"Gue bukan satu-satu nya wanita yang bisa membuat Lo bahagia!" Tambah Wina Lagi untuk meyakinkan Aldi.


Wina terus berjalan dan menaiki sebuah taksi yang telah stanbay di lobi hotel.

__ADS_1


Aldi hanya memandangi Wina yang telah pergi dengan sebuah taksi.


...----------------...


__ADS_2