One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 26


__ADS_3

Dua hari sudah Wina di rawat di rumah sakit dan untuk hari ini Wina tampak lebih segar dan sehat.


Pagi ini dokter pun telah memeriksa kondisi WIna dan Wina pun sudah bisa pulang.


Dokter menyarankan untuk lebih menjaga Wina agar tidak terlalu stres dan tertekan.


Mama Winna sudah memahami kondisi putri nya.Dan berjanji tidak akan melakukan hal yang mungkin membuat kesehata WIna terganggu.


Setelah sampai di rumah Wina mendapat sebuah bingkisan sebua buket bunga dan secarik pesan.


"SORRY" Itu lah tulisan yang tertulis dalam selembar kertas yang di tempelkan di dalam buket bunga mawar tersebut.


"Rendy!" Gumam WIna dan meremas kertas tersebut menjadi gulungan yang tak berbentuk.


Wina mulai membenci Rendy,walau di hati nya masih sangat merindukan sosok Rendy yang penyayang dan sangat perhatian.


Walau hanya beberapa kali jalan bersama Rendy,tetapi kesan yang tidak terlupakan selalu membayangi WIna.


Kenangan yang indah selalu bermain di mata Wina.


Canda Rendy yang sering membuat Wina tertawa dan gombalan Rendy yang selalu membuat Wina tersipu malu.


Semua masih sangat membekas di hati WIna.


Saat WIna tengah duduk di taman samping rumah ya ia melihat ada sosok yang di kenal nya dari seberang rumah nya.


"Aldi?,mau ngapain tu cowok?" Wina menatap Aldi dari rumah nya.


Aldi menyadari kalau Wina melihat nya,dan Wina melambaikan tangan nya sambil tersenyum.


Aldi mendekati pagar rumah Wina,dan menatap Wina dengan tatapan kerinduan.


"Hai,apa kabar nya?" Sapa Aldi dengan lembut.


"Hmm,Gue baik,Lo sendiri bagaimana?" Jawab Wina dan balik bertanya.


"Kabar GUe gak pernah baik nya."Kata Aldi dengan wajah tertunduk.


"Lah kenapa?"Tanya Wina.


"Bagaimana Gue akan baik-baik saja jika cinta sudah tidak adalagi dalam kehidupan Gue.Dan Gue tidak ada alasan untuk baik-baik saja!"Jawab Aldi dengan sinis.


"Lo masih memiliki harapan baru Aldi,masih banyak yang lebih baik dari Gue.Baahkan yang lebih cantik dari Gue tuh banyak.'Saran Wina.


"Maaf Gue kesini bukan untuk mendengar ceramah Lo!' Aldi tampak kesal dan pergi begitu saja.


"Maafin Gue Aldi,semua tidak bisa di paksakan."Gumam Wina yang nyaris terdengar.

__ADS_1


Wina pun kembali ke kamar nya,dan berbaring menatap langit-langit kamar nya.


Sesaat ia terbayang Aldi,dan teringat akan nasib percintaan nya yang kini kandas tiba-tiba.


Seakan-akan ini adalah karma bagi Wina karena telah mengabaikan cinta Aldi yang tulus.


"Ya sudah lah,mau tidak mau Gue harus memulia kisah hidup Gue yang baru. Tanpa cinta dan menjalin kasih dengan seseorang tak membuat rugi kan?" Pikir Wina yang masih menerawang.


"Semoga saja Rendy bisa mendapatkan cewek yang lebih baik dari Gue!" Kata Wina seakan bicara pada diri nya sendiri.


"Wina,ada teman kamu nih sayang berkunjung!" Teriak mama dari ruang tamu.


"Siapa Ma?" Tanya Wina yang sambil berjalan keluar.


"Lo Erika?" Sapa Wina yang duduk di sofa tepat nya di hadapan Erika.


"Bagaiman keadaan Lo say?" Tanya Erika.


"Gue udah baikan kok,dan besok gue udah bisa ke Kampus lagi.


"Benarkah? Bagus kalau begitu,Sepi jika Lo tidak ada di kelas."Cerita Wina sambil mengambil sebuah permen yang tersedia di meja kecil yang telah di siapkan di sana.


"Dah kayak orang pasar aja Gue,nge-heboh di kelas."Kata Wina.


"Ya bukan bikin heboh sih,tapi Lo kan paling aktif di kelas dan selalu ada aja yang Lo tanya ke dosen."Kata Erika.


"Oke "Jawab Erika.


Wina mempersilahkan Erika meminum jus jeruk yang telah di sajikan Mama Wina.


Setelah Erika menghabiskan jus jeruknya,Ia pun berpamitan pulang.


Di tengah perjalanan pulang Ia bertemu dengan Rendy yang tengah mendorong motornya Yang tengah mogok.


'' Rendy Apa yang terjadi?'' sapa Erika.


'' Iya nih motor gue buat masalah aja, mana Gue buru-buru mau ke kantor lagi!'' Rendy menendang ban motornya karena kesal.


'' Oh begitu, itu di depan ada Bengkel kok.'' Erika menunjuk ke arah bengkel.


"Iya,thanks ya!" Rendy pun mendorong motor nya ke bengkel yang di tunjukkin oleh Erika.


Erika masih menemani Rendy ke bengkel,dengan mengiring Rendy di samping nya.


"Rend,bisa gue bicara sebentar sama Lo?" Erika menarik tangan Rendy.


"Mau bicarakan apa lagi Erika?"Rendy menarik tangan nya.

__ADS_1


"Rendy sebenarnya ada apa antara Lo dan Wina.Kenapa tiba-tiba Lo jadi seperti ini? " tanya Erika dengan nada tinggi.


'' Maaf Erika gue nggak bisa ngejelasin ini sama lo untuk saat ini.'' kata Rendy dengan pandangan tertunduk.


'' Lalu apa kesalahan Wina hingga lo menyakitinya sedemikian rupa'' kata Erika dengan sinis.


'' Suatu saat gue akan mengatakannya pada Wina'' kata Rendy tegas.


"Pusing gue jadi nya lihat Lo dan Wina.Gak ada angin,gak ada hujan tiba-tiba aja bubar." Erika menggelengkan kepala nya berkali-kali.


"Gak perlu Lo pikirin tentang Gue. Gue hanya bisa berharap agar sahabat Lo itu bisa menemukan Cowok yang lebih baik dari Gue.


"Jadi Lo benar-benar tidak pernah mencintai Wina sama sekali?" Tanya Erika menyudutkan Rendy.


Rendy hanya terdiam dan menghela napas.


"Kenapa Lo diam aja?" Erika mendesak Rendy.


"Gue gak bisa mengatakan hal itu." Rendy berdiri menjauh dari Erika.


Erika pun semakin jengkel melihat sikap Rendy yang sangat cuek.


Erika pun memilih untuk pulang dan meninggalkan Rendy.


Rendy hanya melirik ke arah Erika,dan membiarkan Erika pergi begitu saja.


"Kenapa Mas di biarin ceweknya pergi begitu saja?"Tanya montir bengkel tersebut.


"Biarin aja Mas,males Gue ngurusin cewek,ribet!" Kata Rendy.


Montir tersebut tidak lagi meneruskan pertanyaan nya.


Rendy masih harus menunggu motor nya di perbaiki montir.


Sambil duduk menikmati Teh botol yang ia beli Rendy membuka ponselnya.


Rendy membuka galery poto yang ada di ponsel nya.Dan ia terus me-scroll file yang ada di galery nya.


Saat satu poto yang membuat perhatiannya terfokus pada satu poto.


Ia menatap poto itu,tanpa sadar air mata nya menetes dan hati terasa perih saat melihat dan mengingat yang telah terjadi pada kota tersebut.


'' Wina maafin gue, Gue begitu dalam menyakiti lo. jujur sebenarnya kalau begitu sangat mencintai lo. karena cinta itulah gue memilih menjauhi lo.'' gumam Rendy di dalam hati.


Mata Rendy berkaca-kaca, ada salah satu foto yang tidak dihapus, itu foto Wina dan dirinya di tepian Telaga.


Rendi akan menyimpan foto tersebut disebabkan Kenangan dan mengabadikannya sebagai Cinta Pertamanya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2