
Wina merasa risih banget, karena Aldi berdiri dekat banget di depannya.
Aldi semakin mendekat, dan ia sengaja melakukan hal tersebut karena melihat Wina yang mulai risih.
''Aldi please, nanti ada yang melihat bagaimana? " Kata Wina setengah berbisik.
"Itu lebih bagus, kenapa lo takut? " tantang Aldi.
'' Lo bener-bener kehilangan akal Aldi!" Kata Wina dengan sangat jengkel.
" Semua ini karena Lo,Lo yang membuat gue kehilangan akal dan Lo juga yang memulai semua ini." Aldi mengangkat wajah Wina dengan jari telunjuk nya.
"Apaan sih Lo?" Wina menepis tangan Aldi.
"Hahahah" Aldi tertawa.
Wina bergegas lari keluar dari ruangan manager nya itu.
Dengan mata yang berkaca-kaca ia pun keluar dari kantor itu. Wina mengajak Elena kembali ke kamar Hotel.
"Ada apa Wina? Apa yang di katakan oleh manager kita.
"Hmmmmm,bukan apa-apa Elena."'Kata Wina berusaha menutupi permasalahan nya dengan Aldi.
"Oke baik lah!" Elena pun tidak ambil pusing apa yang terjadi pada rekan kerja nya itu.
Lalu mereka pun kembali ke kamar Hotel,dan WIna segera menghempaskan tubuh ya ke ranjang yang telah di sediakan.
Pikiran Wina menerawang,ia tidak habis pikir kalau Aldi adalah bos nya.
Sejenak ia teringat kalau ia belum membalas pesan dari Julio.
Walaupun belum pernah bertemu dan mengenal satu sama lain,tapi Wina merasa sangat nyaman walau hanya berbalas pesan bersama Julio.
Tiba-tiba lamunan Wina terusik dengan kejadian di kantor tadi.
Aldi yang berbuat sesukanya itu membuat Wina tidak nyaman bekerja di sana.
"Lo kenapa sih Wina? Seakan-akan Lo memiliki permasalahan yang begitu rumit. Lo bisa cerita ke Gue supaya lo bisa merasa sedikit lega.
"Gue gak tau harus memulai dari mana cerita ini Elena. Gue terjebak cinta yang gak jelas." Kata Wina.
"Ya lo cerita aja apa yang saat ini ada di pikiran Lo!" Ujar Elena.
__ADS_1
'"Manager itu... Mmmmm... Manager kita itu adalah cowok Si penguntit yang pernah Gue ceritakan sama Lo waktu itu.!' Wina mengatakan kebenaran Aldi engan ragu-ragu kepada Elena.
"What!" Elena langsung duduk dari ranjang nya saat ia tengah menikmati rebahan nya.
''Iya Elena, Gue gak pernah memiliki rasa cinta untuk dia,walaupun saat itu Gue udah berusaha jalan bareng dia,dan menjalin hubungan selama 2 bulan bersama nya.Akan tetapi tetap saja GUe gak ada respek sedikit pun ke dia." Tutur Wina.
"Ya cinta itu memang tidak bisa di paksakan,tapi apakah si Bos bakalan balas dendam sama Lo Wina?" Kata Elena menakut-nakuti Wina.
"Gue gak tau,jika benar ia mau membalas dendam ya terserah dia.Guee gak mau mencintai dia karen terpaksa." Kata Wina berjalan mendekati tirai jendela.
"Ya sudah lah sebaiknya kita tidur,karena besok adalah hari yang sangat berat untuk kita semua." Usul Elena.
"Lo benar,Gue gak tau akan ada apa besok di kantor cabang itu."Kata Wina Yang kembali mendekati ranjang dan kembali rebahan.
Tanpa memikirkan apapun lagi mereka pun tertidur dengan pulas.
***
Jarum jam menunjukkan pukul 08;00
"Winaaaaaaa...." Teriak Elena.
Mendengar teriakan tersebut Wina langsung duduk dan membuka matanya,lalu Elena melirik jam tangan nya.
"Elenaaaaaaaa....Bagaimana kita bisa telat?" Teriak Wina pula.
"Mampus Gue,Aldi bakalan menghukum Gue lagi"Kata Wina buru-buru ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Setelah bergegas siap-siap,mereka pun bergegas menuju ke kantor dengan taksi yang telah tersedia di lobi hotel tersebut.
Saat tiba di depan kantor baru lah Wina teringat kalau semua bahan presentasi yang telah ia siapkan tertinggal di kamar nya.
Seluruh staf dan klien telah menunggu Wina dan Elena 15 menit yang lalu.
Aldi yang tadi nya gelisah karena Wina dan Elena yang terlambat datang,saat melihat Wina dan Elena datang ia merasa tenang.
"Elena,gawat!" Bisik Wina.
"Ada apa Wina?" Tanya Elena yang juga berbisik pada Wina.
"Semua file nya tertinggal di kamar!" Bisik Wina lagi.
"What? Wina lo bagaimana sih?" Teriak Elena yang membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut melirik mereka.
__ADS_1
Wina hanya menelan air ludah nya saat melihat tatapan Aldi yang seakan bertanya ada apa dengan Wina.
"Baiklah Wina,silahkan di mulai presentase nya."Kata Aldi
Wina berdiri di samping Aldi.Keringat dingin nya keluar.
Sesekali WIna melirik Aldi dan Elena.Aldi hanya mengernyitkan kening nya seakan bertanya ada apa Wina?
Tapi Wina berdoa dalam hati nya agar di beri kemudahan dalam melakukan presentasi nya itu.
Wina mencoba mengingat semua bahan-bahan yang ia lakukan.
Yang harus nya ia katakan tapi tidak ia katakan dan sebalik nya yang harus nya tidak di jelaskan malah ia uraikan.
Tapi Adi merasa puas dengan cara Wina mempresentasikan proyek yang akan mereka lakukan.
Wina sesekali melirik para klien,dan klien tampak mengangguk-anggukkan kepala dan tersenyum manis seakan senyum tersebut mengisyaratkan para klien sangat menyukai presentasi yang di lakukan Wina.
90 menit sudah meeting yang di lakukan perusahaan Wina dan para klien,akhir nya meeting tersebut selesai dan para klien menyetujui kontrak kerja bersama perusahaan Aldi.
Aldi sangat senang engan kabar tersebut sehingga ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya itu dari Wina.
Aldi tiba-tiba langsung memeluk Wina yang sedang berada tidak jauh dari nya.
Wina kaget dan langsung melihat sekeliling nya.Untung saja tidak ada orang lain selain mereka.
"Apaan sih Lo?" Kata Wina dengan menjauh dari Aldi.
"Sorry!,Gue sangat senang dengan hasil kerja Lo,dan memberi keuntungan yang sangat luar biasa untuk perusahaan ini." Kata Alex menjelaskan.
Wina hanya diam dan segera menyelesaikan pekerjaan nya.
"Jangan lupa untuk hadir di acara promosi Lo malam ini!''Kata Aldi dengan gaya nya yang sok cool.
"Baiklah! " Kata Wina dan berlalu pergi keluar dari ruangan meeting tersebut.
''Kenapa Lo masih saja tidak menerima cinta Gue? Tanya Aldi dalam hati nya dan ia pun menatap Wina pergi dari ruangan tersebut.
Wina merasa benar-benar kacau dengan apa yang ia presentasi kan. Tetapi beruntungnya apa yang di jelaskan di depan para klien nya itu membuat mereka menyetujui kontrak kerja yang memuaskan.
Klien yang berasal dari perusahaan luar negeri pun sangat memuji kepiawaian Wina dalam mempresentasikan proyek nya.
Aldi pun sangat salut dan kagum pada kepintaran Wina.
__ADS_1
Ambisi Aldi untuk mendapatkan Wina pun semakin kuat.
...----------------...