One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 36


__ADS_3

Saat Wina tengah menunggu panggilan keberangkatan pesawat nya Aldi datang dengan napas yang terengah-engah karena berlari mengejar Wina.


'' Wina Please jangan keluar dari perusahaan gue! " Aldi kembali memohon kepada Wina.


'' perusahaan gue sangat membutuhkan staf seperti lo!'' tambah Aldi lagi untuk meyakinkan Wina.


'' Maaf Aldi ini yang terbaik buat gue dan lo.'' kata Wina sambil berdiri menuju pesawat karena pesawatnya hendak berangkat.


'' Wina please, gue mohon! '' Aldi meraih tangan Wina dan memohon padanya.


'' Maaf gue nggak bisa!'' Wina melepaskan tangannya dari genggaman tangan Aldi.


Aldi hanya menatap Wina yang melangkah terus ke depan menuju pesawat.


'' Maafin gue Aldi inilah jalan satu-satunya agar lo bisa melupakan gue dan menerima bahwa cinta itu tidak harus memiliki.'' Kata Wina dalam hati sambil terus melangkah kan kakinya menuju pesawat.


Aldi duduk termenung di ruang tunggu merenungi nasib cintanya yang kembali ditinggalkan oleh Wina.


Kali ini Aldi tidak tahu apakah ia akan kembali bertemu dengan Wina atau bagaimana.


Mungkin ini akhir dari kisah penantian Aldi atas cinta Wina yang telah ia nanti selama 5 tahun ini.


Aldi kembali ke Vila milik nya dan mengganti pakaian nya lalu pergi lagi menu sebuah Bar terkenal di kota itu.


Aldi kembali ke dunia gelapnya,dan telah memutuskan untuk melajang selama-lamanya.


Bagi Aldi tidak ada tempat untuk wanita lain lagi. Karena di hati nya hanya ada tempat untuk Wina.


Seberapa pun kecantikan Wanita itu, sebesar apa pun usaha wanita itu untuk mendapatkan cintanya Aldi, namun cinta Aldi hanya untuk Wina seorang.


Sejak kepergian Wina saat itu, keseharian Aldi hanyalah mabuk-mabukan saja. sampai-sampai di ruangan tempat dia bekerja Ia menyediakan minum-minuman untuk melampiaskan kerinduannya pada Wina.


Siapapun Wanita yang mulai mendekati nya Aldi dengan sengaja memperlakukannya secara kasar.


Perempuan mana yang mau di perlakukan kasar, sekaya apa pun dan setampan apa pun laki-laki itu tetap saja tidak akan ada perempuan yang mau di kasari.


Sementara itu Wina yang kini bekerja di sebuah perusahaan terbesar yang memiliki cabang di setiap propinsi di Indonesia. Perusahaan tersebut bergerak di bidang fashion.


Wina merasa sangat di hormati di tempat baru ia bekerja. Rekan nya sangat ramah dan sangat profesional.


''Bagaimana? Apakah kita bisa ketemu malam ini? " Tanya Julio di dalam chat pribadi nya.


''Baiklah,Gue akan menunggu Lo nanti malam pukul 20:00 di Taman Indah Rindu." Wina membalas memberikan alamat tempat mereka bertemu.


Ada rasa deg-deg-ser,di dalam hati Wina,dan aneh nya malah Wina merasa grogi yang sangat besar.


"Kenapa Gue malah gregetan begini?' Kata Wina dalam hati saat ia menunggu Julio di sebuah bangku yang ada di taman itu.


"Apa Gue jatuh cinta pada Julio sebelum Gue bertemu dengan nya?" Wina bicara sendiri pada diri nya.

__ADS_1


"Gak,gak,gak, ini gak mungkin! Mana mungkin bisa jatuh cinta padahal Gue gak pernah ketemu sekali pun dengan nya" Kata Wina lagi.


Dari tempat Wina menunggu tampak seorang laki-laki yang bertubuh kekar dan tinggi,Kulit nya kuning langsat dan rambut belah samping dengan hidung mancung,alis yang tebal dan bola mata kecoklatan.


Berjalan menuju arah diman Wina duduk.


"Hmmmm,apa itu dia? Wow!" Wina tersenyum-senyum saat melihat cowok itu yang berjalan sambil melirik kiri dan kanan seperti mencari-cari seseorang.


"Permisi,apakah ini dengan Wina?" Cowok yang di hadapan Wina itu bertanya dengan sangat sopan.


"Bang Julio Ya?" Wina mengulurkan tangan nya bermaksud berkenalan dengan berjabat tangan.


"Oh ini ya yang bernama Wina!" Julio menerima uluran tangan Wina.


Wina hanya tersenyum malu,pipi nya memerah. Wina tiba-tiba berubah menjadi pendiam padahal saat di chatingan Wina lah yang paling bawel dan cerewet.


Wina mempersilahkan Julio duduk di samping nya.


Wina sangat merasa gugup, tangan nya terasa gemetar, dan jantung nya deg-deg ser.


''Kenapa diem aja Wina? ''Julio mulai membuka obrolan.


''Hmmmm, gak kenapa-kenapa kok! " Kata Wina dengan gugup.


''Di chat aja bawel, sekalinya ketemu kalem banget. " Julio menggoda Wina.


Wina hanya diam dan tersenyum, pipi nya merah merona.


''Terus mau ngomong apa lagi ya? Gue kehabisan kata-kata. '' Kata Wina yang tersipu malu.


''Bagaimana kalau kita makan bakso, di depan situ sepertinya ada pedagang bakso! " Ajak Julio sambil berdiri dan menarik tangan Wina.


Wina kaget dan salah tingkah.


Wina merasa telapak tangan nya jadi dingin saat tangan nya di genggam Julio.


Jantung Wina jadi deg-deg ser.


Julio melepaskan genggaman tangannya dan memilih meja yang tidak terlalu ramai yang duduk di sana.


Lalu Julio memesan bakso spesial untuk mereka berdua.


''Apa Loe suka sama bakso? " Tanya Wina membuka obrolan.


''Suka, tapi tidak begitu! ''Jawab Julio datar.


''Oh, begitu ya! " Kata Wina lagi.


''Bagaimana dengan Lo? apa Lo sangat menyukai bakso? " Tanya Julio.

__ADS_1


''Ya, ini adalah makanan favorit Gue! "Jawab Wina yang sedang menikmati bakso yang ada di hadapan nya.


Dan mereka pun saling tatapan mata sambil tersenyum.


''Entah apa yang ada di pikiran nya mengenai gue saat ini! " Kata Wina membatin.


''Cewek ini lumayan asyik juga, sederhana dan gak neko-neko! " Pikir Julio.


''Bagaimana dengan pekerjaan Lo saat ini? " Tanya Julio.


''Pekerjaan Gue baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya.''Jawab Wina.


''Oh iya? Bagus dong kalau begitu. "Support Julio.


Wina hanya tersenyum, dan senyum itu sangat menarik perhatian Julio.


''Bagaimana jika besok kita jalan-jalan, sepulang Lo kerja? " Ajak Julio.


''Kemana? "Tanya Wina


''Ya, kemana yang Lo suka! " Jawab Julio yang memberikan pilihan sepenuhnya kepada Wina.


''Kok gitu? " Tanya Wina.


''Ya gak kenapa-kenapa, dimana yang Lo suka di situ Gue juga akan menyukai nya. "Julio mulai memainkan kata-kata indah nya.


''Baiklah, nanti akan Gue pikirkan! " Kata Wina.


Karena keasyikan mengobrol, Wina tidak menghabiskan Baksonya. Wina merasa kenyang saja.


Julio merasa cocok dan asyik saja ngobrol dengan Wina, dan begitu pula dengan Wina yang merasa nyaman bersama Julio.


Setelah selesai makan dan membayar tagihan bakso nya mereka pun pulang dan Julio mengantarkan Wina hingga persimpangan rumah Wina.


''Kenapa mau turun di simpang jalan ini?''Tanya Julio.


''Gue takut di lihat Papa! " Kata Wina yang setengah berbisik.


''Ya gak apa-apa, Gue akan memperkenalkan diri gue sebagai pacar Lo! " Kata Julio dengan jantan.


Wina hanya terpelongo melihat Julio mengatakan keberaniannya mengakui hubungan nya yang pada kenyataan nya mereka belum jadian.


''Apakah ini isyarat dari Julio kalau kita sudah jadian? " Kata Wina dalam hati.


''Tapi Gue belum siap untuk itu, dan Lo belum mengenal bagaimana karakter Papa Gue!"Kata Wina.


''Oke, baiklah jika itu mau Lo! "Kata Julio mengalah saat melihat Wina memelas pada nya.


Setelah Wina melangkah menuju rumah nya, Wina menoleh kebelakang dan Wina masih melihat Julio yang masih duduk di motornya sambil melambaikan tangan nya.

__ADS_1


Setelah Wina masuk ke rumah nya Julio baru pergi dari simpang jalan itu.


...----------------...


__ADS_2