One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 43


__ADS_3

Semakin Wina mencoba melupakan pemikiran negatifnya mengenai Julio maka ia semakin gelisah.


' kenapa malah gue selalu berpikirannya nggak nggak ya tentang Julio. Apakah ia selingkuh di belakang gue.' batin Wina berperang dengan pikirannya.


dengan pikiran bercampur aduk hingga melanjutkan pekerjaannya Hingga jam makan Siang pun tiba.


yang ini Wina merasa malas untuk turun ke restoran pergi makan siang, Wina hanya memesan makanan secara online.


tidak Berapa lama makanan itu datang diantar oleh kurir ojek online.


terdengar suara ketukan pintu dan Wina pun membuka pintu itu. ternyata kurir yang membawa makanannya.


sementara Ayu si HRD, tampak menghubungi seseorang.


'' sayang lu di mana, Jadi nggak makan siang barengnya'' terdengar Ayu telah berbicara di balik ponsel bersama seseorang.


'' Oke tunggu gue di sana ya gue nyusul nih!''


kata Ayu lagi menjawab kata-kata dari orang yang ia telepon.


''Mbak Wina Gue keluar dulu ya udah janjian sama pacar Gue!" Ayu berpamitan pada Wina.


'' Oke lanjut.'' Wina memutar bola matanya.


Wina kembali melanjutkan pekerjaannya dan menunda waktu makan siangnya.


Rasanya Wina tidak memiliki selera makan yang baik hari ini, pikirannya terpecah pada Julio saat ini.


Wina gelisah, Ia pun mencoba menghubungi Julio.


' Sekarang kan jam makan siang mungkin juga tidak akan terganggu bila gue telepon.' Wina bermain di depan ponselnya.


Sementara itu Julio yang bersama Ayu, makan siang di sebuah restoran yang tidak begitu mewah.


Julio menyadari bahwa ponselnya sudah bergetar dari tadi. dia meletakkan ponselnya di atas meja di sampingnya.


Julio mengatur ponselnya dengan mode silent, sehingga berpuluh-puluh kali pun telepon masuk tidak akan ada yang menyadarinya kecuali Julio.


'' Maafin gue ya Wina, dia nggak bermaksud nyakitin lo.'' gumam Julio dalam hati.


'' Sayang, Besok pas gue libur kita jalan ya!'' pinta Ayu kepada Julio.

__ADS_1


Hanya tersenyum dengan bibir di katup ke dalam.


Julio merasakan perbedaan saat ia berjalan bersama Wina dan pacar-pacar nya yang lain.


Jika ia berjalan dengan Ayu, Sarah dan yang lainnya Julio merasa risih dan tidak nyaman.


Berbeda saat ia berjalan dengan Wina, Julia merasa aman, nyaman ,dan tenang. makan Julio merasa tidak kehabisan bahan obrolan dan juga senda gurau bersama Wina.


Entah apa yang membuat Julio menjadi seorang Playboy sementara ia menyadari hanya bersama Wina ia merasa tenang nyaman dan happy.


'' Sayang ngelamunin apa, gue ada di depan Lo loh? " Ayu menyadarkan Julio dari lamunannya.


'' Sorry sayang, gue yang kita pikiran kerjaannya lagi menumpuk aja.'' Timpal Julio.


'' Benar lo nggak apa-apa?'' Ayu meyakinkan Julio.


'' Iya gue nggak apa-apa kok! jika lo sudah selesai kita kembali ke kantor masing-masing Yuk.'' Ajak Julio.


'' Oke kita balik ke kantor ya!'' Ayu tidak menolak ajakan Julio.


Setelah membayar tagihan makanan mereka, Ayu dan Julio menuju ke arah parkir. dan mereka pun mengemudikan motor mereka masing-masing.


'' Wina sayang, Maaf ya tadi teleponnya gak gue angkat, tadi gue lagi makan siang bareng teman-teman di bawah dan ponsel gue tinggal di ruangan.'' Julio memberikan alasan yang membuat Wina tidak curiga.


'' Oh iya nggak apa-apa kok, harusnya gue minta maaf karena gue udah gangguin waktu Lo.'' jawab Wina di seberang ponsel Julio.


'' Sayang Lho kok sensitif banget sih, sekali lagi gue minta maaf ya. gue terima apapun hukuman yang Lo berikan.'' Julio memohon Karena ia benar-benar merasa bersalah telah menduakan cinta.


'' Sayang maaf ya saat ini gue bener-bener lagi sibuk, teleponan nya Udah dulu ya'' Wina merasa sangat kesal dan merajuk.


'' Lo marah ya sayang?'' Tanya Julio dengan rasa penyesalan.


'' Enggak kok, gue bener-bener lagi sibuk saat ini.'' Kata Wina dengan suara yang berat.


'' Ya sudah kalau begitu, teleponnya gue tutup ya. ntar malam tunggu gue di tempat biasa. bye sayang.'' Julio mengakhiri teleponnya dan memberikan kecupan di ponselnya.


Sedangkan Wina tidak membalas Justru malah langsung mematikan ponselnya.


Tidak lama setelah telepon-teleponan tersebut, Ayu pun masuk ke dalam ruangan.


Wina semakin kesal saat melihat Ayu ada di dalam ruangannya. hal tersebut tampak jelas di wajah Wina yang sudah tidak menyukai Ayu.

__ADS_1


' Sebenarnya ada apa sih sama gue? Mengapa gue marah-marah nggak jelas seperti ini' Wina seperti bermonolog sendiri dengan sedikit berbisik.


'' Mbak Wina kenapa ya? kok tiba-tiba marah begitu.'' tegur Ayu.


'' Maaf nggak apa-apa kok, mungkin gue kecapean dan bawaannya gue mau marah-marah aja.'' jawab Wina.


'' Iya Mbak nggak apa-apa, Gue ngerti kok!'' jawab Ayu pula.


Setelah beberapa saat waktu yang terbuang hanya karena berdebat dengan Ayu Wina tetap meneruskan pekerjaannya.


Beberapa saat setelah menyelesaikan pekerjaannya Aldi pun datang tanpa mengetuk pintu ia masuk ke ruangan itu.


Tentu saja hal tersebut membuat Wina terkejut, karena Aldi tiba-tiba berdiri di belakangnya.


'' Sejak kapan lo sudah berdiri di situ?'' tanya Wina dengan berkacak pinggang.


'' Mau tau aja, apa mau tau banget?'' Aldi Justru malah tidak menjawab dengan serius pertanyaan Wina.


Wina menghempaskan nafas kasar nya.


'' Nggak pakai marah dalam satu hari Kenapa sih? Gue kan kangen wajah manja Lo!'' Aldi tersenyum nakal dan duduk di meja kerjanya tepat di depan Wina.


Wina tidak begitu mempedulikan sikap Aldi, walaupun kesal ia tidak bisa berkomentar apapun. Karena Aldi pemilik 30% saham di perusahaan tempat Wina bekerja.


Aldi hanya menatap Wina yang berusaha untuk tidak memperdulikan nya.


'Sampai kapan Gue harus menunggu Lo mencintai Gue Wina' Pikir Aldi sembari menatap pujaan hati nya.


Cinta memang tak mau berpihak pada Aldi, setelah bertahun-tahun Aldi mencoba meyakinkan Wina, bahwa cinta nya sangat tulus dan suci untuk Wina seorang.


Akan tetapi Wina tak kunjung membuka hati nya.


Walau saat ini Aldi masih melampiaskan luka hati nya karena cinta yang pernah dibalas oleh pujaan hati nya dengan minuman keras dan selalu nongkrong di club-club malam.


Walaupun di club malam selalu menjumpai para wanita-wanita malam yang sangat cantik dan sexy namun tidak satu pun menarik perhatian Aldi.


Setiap kali Aldi di dekati wanita-wanita malam, bayangan Wina selalu melintas di pandangan Aldi dan selalu membuat Aldi semakin terluka dan tidak pernah bisa meluluhkan cinta Wina.


Berbagai cara telah ia lakukan untuk mendapatkan cinta Wina. Entah pesona apa yang di berikan Wina sehingga tak sedetik pun Aldi mampu berpaling dari Wina. Walaupun cinta itu hanya sepihak.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2