
Tap
Tap
Terdengar langkah kaki Aldi sangat kesal.
Wina yang mengetahui hal tersebut hanya diam saja.
Mereka berjalan beriringan tapi tidak saling bicara, Wina tidak mau para karyawan di perusahaan tempat nya bekerja mengetahui siapa Aldi bagi Wina.
Aldi dan Wina pun menaiki lift menuju ruangan kerja mereka.
Keadaan masih hening dan tidak ada seuntai kata pun yang terucap.
Bugghh
Tiba-tiba lift yang mereka naiki berhenti sebelum mereka sampai ke lantai 8 .
"Ada apa dengan lift nya?" Wina mulai ketakutan.
"Paling juga macet!" Kata Aldi dengan nada yang masi kesal.
"Tapi bagaimana jika nanti gak hidup lagi? Bisa mati kan kita disini gak bisa nafas."Rengek Wina manja pada Aldi.
"Ntar Gue kasih nafas buatan buat Lo!" Kata Aldi dengan gaya bicara nya yang asal celetuk saja.
"Ih ogah banget!" Jawab Wina yang sok jijik.
"Ya udah kalau nanti Lo susah nafas nya ya Gue liatin aja!" Kata Aldi yang sok tidak peduli pada Wina.
Tok
Tok
"Ada orang gak di luar? Tolong Gue!' Teriak Wina dari dalam Lift.
"Percuma Lo berteriak,ngabisin energi aja!" Kata Aldi ketus.
"Yang penting Gue berusaha untuk keluar dari sini!" Jawab Wina yang mulai kepanasan.
Aldi tetap santai dan hanya tersenyum melihat kecemasan Wina.
Wina yang sangat ketakutan dan mulai panik,Wina pun mencoba menghubungi rekan kerja nya .Namun sayang sinyal di ponsel nya X.
Hal tersebut tentu nya membuat Wina semakin takut dan khawatir.
Wina pun mulai menangis,sementara itu Aldi sangat tidak bisa melihat seorang cewek menangis di hadapan nya.
"Ma,Pa tolong Wina,Wina gak mau mati konyol di lift ini Ma!" Rengek Wina.
Aldi melihat itu mulai iba dan ingin rassa nya memeluk Wina.
Hampir 45 menit mereka terkurung di lift itu,Wina merasa
dada nya semakin sesak dan ia kesulitan bernafas.
Aldi teringat kejadian beberapa waktu lalu saat Wina pingsan karena kesulitan bernafas.
__ADS_1
"Win,Wina,Lo baik-baik saja kan?" Aldi mulai khawatir dengan keadaaan Wina.
Aldi membuka jas nya dan mengipaskan Jas nya ke arah Wina.
Wina mulai tersengal-sengal asma Win kambuh.
Aldi pun panik,dan Aldi memeriksa tas Wina mencari obat Wina yang biasa nya ia bawa kemana pun.
Aldi tidak menemukan apapun di tas nya selain dompet dan ponsel milik nya.
Aldi pun hilang akal apa yang harus ia lakukan.
'Gak mungkinkan Gue beneran ngasih nafas buatan ke Wina,bisa habis Gue saat Wina tau nanti nya Gue beneran ngasih nafas buatan' kata Aldi dalam hati.
Aldi tidak lagi mendengarkan logika nya. Aldi langsung saja mendekat kan mulut nya di mulut Wina.
"Maafin Gue Wina,Gue gak bermaksud tidak sopan,Gue takut Lo kenapa-napa.
"Ummmm" Seketika bibir Aldi merapat di bibir Wina dan Aldi pun dengan segera memberikan napas buatan ke mulut Wina.
Dengan beberapa kali hembusan Wina pun mulai sadar dan terbatuk-batuk.
Huukk
Hukk
Wina membuka mata nya dan mata nya seketika membulat saat wajah Aldi sangat dekat dengan wajah nya.
Spontan Wina mendorong Aldi sekuat tenaga nya yang tersisa.
"Apa yang Lo lakuin ke Gue!" Tanya Wina dengan amarah nya.
Aldi melihat kemarahan Wina ia hanya tersenyum.
"Dasar Lo itu cowok cabul,Lo pasti memanfaatkan gue yang tidak berdaya karena gue tadi kesulitan bernafas." Tuding Wina.
Sekali lagi Aldi hanya tersenyum,dan berdiri mendekati pintu lift.
"Yah begitu lah manusia yang sudah di tolong.Habis manis sepah di buang.Gak ada rasa terimakasih sedikit pun!" Gerutu Aldi yang.
'Apa,jadi Aldi beneran ngasih nafas buatan ke Gue'Batin Wina berkecamuk dan merasa jijik juga mengingat Aldi adalah pemabuk.
'Ciih,sumpah perut Gue mual banget mengingat Aldi peminum minuman keras.'
Gerutu Wina dalam hatinya.
Ueeek
Ueeek
Wina mual-mual daan ingin muntah.
"Lo kenapa?" Tanya Aldi dengan kecemasan yang tampak jelas di wajah nya.
Aldi pun menunduk dan jongkok untuk melihat keadaan Wina.
Wina malah beringsut mundur,menjauhi Aldi.
__ADS_1
Ting
Lift kembali menyala,dan Aldi menekan tombol angka 8.Lift pun kembali naik dan kembali berhenti di lantai 8.
Ting
Pintu lift terbuka dan Wina segera dengan langkah yang lebar ia menuju ruangan nya dan setiba nya di ruangan nya lalu segera ia menuju ke westafel yang teah di sediakan di dalam ruangan kerja Wina sebagi sebuah fasilitas di kantor yang mewah itu.
Wina langsung kumur-kumur dan menggosok gigi nya
Lalu Wina minum dengan beberapa gelas air putih.Rasa mual Wina pun berkurang
Melihat yang di lakukan Wina Aldi sangat merasa tersinggung.
Aldi keluar dari ruangan itu dan duduk di sebuah ruangan bebas asap rokok yang bisa melihat keindahan dari kepadatan kota melalui jendela.
Aldi tampak bersantai mendinginkan pikiran nya agar tidak lagi mendekati minuman beralkohol itu.
Demi mendapatkan cinta Wina Aldi menjauh alkohol.
Sementara Aldi merasa akan lebih tenang pikiran nya jika ia meminum beberapa gelas minuman terlarang itu.
Sementara itu di ruangan nya Wina masih merasa perut nya tidak enak sekali.
'Sialan Aldi,memang selalu berbuat sesuka nya' Wina bermonolog sendiri di atas sofa yang ada di ruangannya.
Ponsel Wina berdering,Wina melihat di layar ponsel nya tertulis nama Julio.
Wina pun menerima telepon Julio. Dan tampak Wina senyum-senyum sendiri.
Ternyata Julio mengajak nya menonton film terbaru.w
''Oke baik lah sayang aku tunggu di tempat biasa ya sayang'' Sahut Wina dengan kegirangan.
Lalu Wina menutup telepon nya, lalu Wina melirik ke arah depan nya, seorang cowok yang mimik wajah nya sangat masam dan wajah yang memerah berdiri di hadapannya.
''Siapa yang menelpon Lo? '' Tanya Aldi.
''Bukan urusan Lo! " Jawab Wina singkat.
''Malam ini kita akan lembur untuk menyelesaikan berkas untuk proyek yang akan di meeting kan besok pagi! '' Kata Aldi dengan tegas.
Mata Wina membulat dan ia sangat yakin kalau ini adalah akal-akalan Aldi untuk menggagalkan rencana nya menonton bersama Julio.
Wina merapatkan rahang gigi nya, menahan kesal pada Aldi.
Karena merasa tidak ada peluang untuk Wina pulang lebih cepat ia pun mengirim pesan pada Julio membatalkan rencana mereka.
Untung nya Julio memahami kesibukan Wina. Julio pun mengganti hari nonton nya dengan akhir pekan.
Bagi Julio jika akhir pekan maka tidak akan ada pekerjaan Wina atau pun pekerjaan nya yang akan mengganggu.
Wina pun kembali bekerja setelah mendapatkan kesepakatan akhir pekan menonton nya.
Aldi hanya tersenyum puas melihat usaha nya berhasil menggagalkan rencana Wina dan pacar nya.
...----------------...
__ADS_1