One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 44


__ADS_3

Setelah seharian bekerja akhirnya jam pulang pun tiba. Wina tak akan merasa bebas dari dalam penjara matanya Aldi.


Tapi entah kenapa Wina ingin memata-matai


Julio.


Diam-diam Wina pergi ke kantor Julio, Wina memilih sebuah cafe yang ada di seberang kantor tempat Julio bekerja.


''Mas, pesan jus wortel nya tanpa susu ya 1'' kata Wina kepada pelayan Cafe.


Tidak menunggu lama pelayanan tersebut mengantarkan pesanan Wina.


Wina merasa sudah seperti detektif saja, sambil menunggu jus yang ia pesan matanya liar melihat sekeliling kantor itu.


Berharap melihat Julio dan gerak-geriknya. tidak lama setelah itu mata Wina fokus pada satu titik yaitu Julio yang baru keluar dari kantor menuju parkiran.


Langsung saja Wina membayar jusnya itu dan mengendap-ngendap mengikuti Ke mana arah Julio mengendarai motornya.


Anehnya Julio justru mengarah ke arah kantornya Wina.


'' apa Julia ke kantor Gue? ''Wina pun segera menghentikan motornya tidak seberapa jauh dari tempat Julio berhenti.


Dan tampak Julio sedang menelpon seseorang, Wina berharap Julio meneleponnya tapi ponselnya tidak menunjukkan tanda-tanda ada panggilan masuk dari Julio.


'' Julio tidak menelpon gue, Lalu siapa?'' Wina bermain alat di atas motornya melihat apa yang ada di hadapan nya.


''Sarah? ada hubungan apa Julio dan Sarah? '' Wina sangat kaget dan penasaran.


Iya dan Sarah tanpa begitu mesra, tapi setelah mereka cipika(cium pipi kanan) dan cipiki (cium pipi kiri). lalu hanya berbincang sebentar dan Sarah pun pergi menggunakan taksi online.


' aneh, Kenapa Julio tidak mengantarkan Sarah jika mereka benar-benar ada hubungan.' Gumam Wina.


Tidak lama setelah Sarah pergi, Julio kembali menelpon seseorang. kali ini Wina tidak lagi berharap kalau ponselnya memberikan aba-aba Julio menelpon.


' Sekarang siapa lagi yang telepon?'' gumam Wina kesel.

__ADS_1


Tidak lama setelah Julio menelepon, tampak Ayu tersenyum berjalan ke arah Julio.


' Sekarang Ayu? ' Melihat apa yang ada di hadapannya Wina menjadi shok.


Wina hanya memandangi apa yang mereka lakukan walau hanya terdengar samar-samar apa yang mereka bicarakan.


'' Sayang?, Artinya mereka ada hubungan dong. gue nggak nyangka video benar-benar menyakiti gue seperti ini. apa salah gue sampai lu seperti ini di belakang gue lo bermain api. dan sikap lo benar-benar berbeda banget.'' Vina bermonolog sendiri melihat kekasihnya yang berduaan dengan rekan kerja nya.


Sebagai bukti Wina mengambil foto dan merekam video kemesraan Julio dan Ayu.


Lalu Wina berpura-pura menghubungi Julio, dia ingin melihat jujur apa Julio di saat ia Tengah berduaan dengan cewek lain.


'' Halo Ma, Gue lagi sibuk nih Mah,ntar lagi gue telepon balik ya Ma. Tuuuuttt'' Julio memutus sambungan teleponnya.


Mendapati sikap seperti itu dari Julio Wina benar-benar kecewa dan akhirnya memutuskan untuk pulang. dan membiarkan Julio dan Ayu melanjutkan kemesraan mereka bahkan Mereka tampak hendak pergi jalan-jalan.


'' Terserah lo Deh lo mau pergi sama siapa! gue bener-bener kecewa Julio sama lo!'' Wina menyapu air matanya yang menetes tanpa ia sadari di pipinya.


Perlahan Wina mengemudikan motornya, ramuan air matanya tidak bisa ia bendung dan akhirnya mengalir begitu saja, berkali-kali Wina mencoba menghapus air matanya itu dan menahan segala perasaan yang ia rasakan saat itu.


Ternyata Wina menuju taman tempat di mana pertama kalinya ia bertemu dengan Julio.


'' Ciiihh, Wina bodoh nya diri Lo, bisa tidak tahu kalau dikhianati oleh pacar lo sendiri dengan orang terdekat lo'' Wina bermain mengutuk dirinya sendiri.


namun air mata yang tetap saja mengalir dengan deras.


Wina tidak peduli dengan orang sekitarnya yang telah melihat dan memperhatikannya.


'' Apa yang lo tangisin Wina, pacar lo?'' Aldi yang datang tiba-tiba mengagetkan Wina


Wina mengenali suara yang baru saja berbicara tanpa harus menoleh ke sumber suara tersebut.


Wina bertugas menghapus air matanya sehingga seakan-akan ia tidak menangis.


'' Lo nggak perlu menyembunyikan seluruh kesedihan lo di hadapan gue Wina karena gue sudah tahu seperti apa kekasih yang lo Puja itu.'' kata Aldi lagi meyakinkan Wina.

__ADS_1


'' Kenapa sih kok nggak berhenti mengikuti gue? dan jangan pernah sekali-kali lo menghina pacar gue!'' Bentak Wina kepada Aldi.


'' Wah Wina, wah! lo masih ngebela dan melindungi harga diri cowok sialan itu?'' Aldi kagum akan kesetiaan Wina dan bertepuk tangan.


'' Sebaiknya lo nggak usah ikut campur urusan gue PENGUNTIT? ''


Kali ini Wina melampiaskan kemarahannya kepada Aldi.


'' Gue sangat senang mendengar lo marah seperti ini, artinya setelah ini lu akan merasa lega. dan hati lo kan tenang. Walaupun lo ngatain gue sebagai penguntit nama itu akan sangat terdengar indah bila elo yang menyebutnya.'' Aldi mencoba mengalihkan perhatian Wina dengan kata-katanya.


Wina tidak merespon apapun yang baru saja dikatakan oleh Aldi.


Wina hanya bisa menangis, dan Wina sedang berpikir apa yang harus ia lakukan setelah ini.


'' Selalu Bagaimana apa lo akan menyerah dengan hubungan luas dan Julio lo itu?'' tanya Aldi yang ingin mengetahui bagaimana keputusan Wina.


Aldi diam sesaat Ia ingin melihat respon dari Wina.


''Apakah lo akan bertahan seperti ini, atau lo akan memperjuangkan cinta lo pada cowok itu?'' bisik Aldi di telinga Wina sambil berlalu kembali masuk ke mobilnya.


Wina sangat terenyuh, Aldi memang berkata terdengar kasar, tapi sebenarnya Aldi benar-benar memiliki hati yang sangat besar. karena Aldi telah memberikan solusi kepada Wina secara tidak langsung.


Setelah memikirkan beberapa saat, akhirnya Wina memutuskan untuk memperjuangkan cintanya pada Julia.


Wina tidak akan menyerah secepat itu, ya mungkin benar yang dikatakan banyak orang, selagi janur kuning belum melengkung di halaman rumahnya artinya siapapun bisa mendekatinya.


Karena itulah Wina bertekad memperjuangkan cintanya kembali pada Julio.


Iya siap bersaing secara sehat dengan cewek-cewek yang ada di kantornya itu.


Setelah merasa hatinya lega, dan mendapatkan keputusan apa yang harus ia lakukan setelah ini. Wina pun Kembali Pulang dan kini tidak ada lagi air mata yang menetes di pipinya ataupun hatinya.


' Thanks Aldi, Lo benar-benar tulus mencintai gue. walaupun sangat mencintai gue tapi tetap saja Elo membantu gue untuk memperjuangkan cinta gue. padahal berkali-kali gue menolak cinta lo namun tidak sedikitpun lo dendam kepada gue.' gumam Wina sambil mengendarai motornya.


Beberapa saat di perjalanan akhirnya Wina pun sampai ke rumahnya. Lalu ia membersihkan dirinya dan rebahan di ranjang kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2