One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 41


__ADS_3

Hacchiiimm...


Hachiiim..


terdengar suara bersin Wina berkali-kali dari belakang.


''Wina Lo baik-baik aja kan?'' Julio sangat cemas.


Wina hanya mengangguk, tapi Wina sudah merasakan badan nya mulai panas dan kepala nya pusing.


''Sabar ya sayang, sebentar lagi sampai kok! '' Julio menambah kecepatan motor nya.


Dan beberapa menit setelah itu mereka akhir nya sampai di halaman rumah Wina.


Dengan segera Julio membawa Wina ke dalam rumah nya.


Tok


Tok


Julio mengetuk pintu rumah Wina dan terdengar suara pintu di buka.


"Wina?" Terdengar suara Papa Wina menyambut Wina dari tangan Julio.


" Maaf Om,tadi kami kehujanan saat di perjalanan menuju pulang. " Jelas Julio takut nanti Papa Wina salah paham.


"Terimakasih Nak Julio telah mengantar sampai ke rumah!" Kata Papa Wina.


"Kalau begitu saya permisi Om,semoga Wina segera sembuh ya Om." Julio berpamitan dan berjalan mundur lalu pergi dari rumah Wina.


"Semoga cepat pulih ya sayang,LOVE YOU"


Setelah mengirim pesan singkat untuk sang kekasih ia pun menyalakan motor nya dan melaju pergi menyusuri jalanan yang di basahi hujan.


Wina yang langsung di suguhi obat dan pakaian hangat oleh Mama nya merasa sudah sedikit mendingan dan ia pun meraih ponsel nya.


Wina membuka pesan yang masuk sejak tadi,namun ia baru saja membaca nya.


Wina tampak senyum-senyum sendiri membaca pesan dari Julio yang sok romantis itu.


'Apa Dia yang Engkau kirim kan sebagai jodoh Hamba ya Allah' Wina membatin dan mendekap kan ponsel ke dada nya.


'Bersama Julio Gue merasa nyaman dan tenang banget.Saat ada dalam dekapan nya begitu adem banget dan hangat.' Lagi-lagi Wina meracau sendiri dalam kamar nya ambil melihat poto nya dan Julio bersama.


Lama menghayal akhir nya Wina pun tertidur.

__ADS_1


"Aku terima nikah dan kawin nya Wina Putri Binti Sopyan dengan mas kawin beserta seperangkat alat shalat di bayar tunai!" Julio sangat lancar membacakan ijab qabul nya.


Wina tampak tersenyum sumringah dan jantung nya deg-deg serr.


'Gue sah menjadi istri Julio arti nya sebentar lagi kami akan pergi bulan madu!' Wina sudah berada dalam khayalan untuk berbulan madu


bersama Julio.


Belum sempat saksi mengatakan sah pada pernikahan Julio dan Wina tiba-tiba seorang cowok datang menghalangi pernikahan tersebut.


"Tunggu!,pernikahan ini tidak bisa di katakan sah karena Laki-laki ini telah mengambil calon istri Ku!" Aldi yang ternyata telah menghentikan pernikahan tersebut..


Wina dan keluarga besar mereka sangat kaget,JUlio pun sangat emosi mendengar pengakuan Aldi.


"Maaf Bung Lo jangan ngaku-ngaku begitu Wina adalah Calon istri Gue!" Sanggah Julio dengan mengepalkan tangan nya.


"Sebaik nya Lo tanya saja langsung pada Wina,Kita telah lama menjalin hubungan bersama!" Tutur Aldi lagi dengan menaikkan nada suara nya.


Wina hanya terdiam,mulut nya seakan terkunci.


Wajah yang pucat dan peluh yang menetes dari dahi nya terasa dingin sekali.


''Bugggh" Sebuah bogem mentah mendarat di wajah Aldi.


Tentu saja hal tersebut membuat Wina dan semua orang kaget,terlebih lagi melihat cairan merah segar yang keluar dari mulut Aldi.


" Syukurlah ternyata cuma mimpi!" Wina menghempaskan nafas nya dan melirik ke arah jam yang ada di dinding sebelah kanan kamar nya.


Waktu menunjukkan pukul 5 pagi dan Wina pun segera bergegas mandi lalu melaksanakan ibadah rutin nya.


Setelah itu Wina sarapan di meja makan bersama keluarganya.


''Wina Apakah hari ini kamu berangkat kerja'' tanya papa mengkhawatirkan Wina.


'' Iya Papa, aku sudah baikan kok jika aku nggak masuk hari ini maka pekerjaanku akan menumpuk dan akan membuat lelah.'' kata Wina.


''Baiklah jika menurut Mu begitu, jika ada apa-apa segera telepon Papa atau Mama.


''Iya Papa Ku sayang''Wina memeluk Papa nya.


Setelah selesai sarapan,Wina dan Papanya pun berangkat bekerja dengan anak yang berbeda.


Sebelum ia berangkat Wina tidak lupa mengirim pesan ucapan selamat pagi kepada Julio.


Maklum masih pasangan kekasih yang baru berbunga-bunga.

__ADS_1


Setelah pesan terkirim lalu Wina menyalakan motornya, dengan perlahan Wina mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang.


Wina merasa sangat segar pagi ini, Iya selalu teringat pada perhatian yang diberikan oleh Julio kepadanya.


Wina sangat beruntung mendapatkan kekasih yang selalu menghormati dan menghargainya sebagai perempuan baik-baik.


Walau Wina tidak tau kebenaran tentang Julio sepenuh nya. Wina masih belum mengetahui penghianatan yang dilakukan oleh Julio kepadanya.


Bahkan Wina belum tau kalau saat ini Julio tengah pe-de-ka-te dengan Ayu, pegawai baru di kantor di mana Wina juga bekerja di sana.


Entah apa yang akan terjadi pada Wina jika mengetahui Julio memiliki kekasih selain Dia.


Bukan pula 1 melainkan lebih dari 2 cewek yang sudah di pacari oleh nya.


''Pagi Buk Wina''sapa Ricky HRD di Perusahaan tersebut.


''Pagi juga'' Wina memberikan senyuman manis pada setiap orang yang berpapasan dengan nya.


Saat mendekati Ruangan sangat Direktur, mood Wina langsung saja berubah melihat Cowok yang sangat menyebalkan.


''Hai Sayang, bagaimana hari Lo saat ini? " Sapa Aldi dengan menghembuskan asap rokok yang sedari tadi ada di rongga mulut nya.


''Iicchh, apa-apaan sih Lo? Dasar gak sopan! " Wina sangat kesal dan mengipas-ngipasi file yang ada di tangan nya agar asap rokok yang tadi di hembuskan ke arah nya segera menghilang.


''Hahahaha,''Aldi bukannya merasa bersalah justru malah tertawa.


Wina merasa tidak ada gunanya meladeni orang seperti Aldi.


Wina pun berlalu menuju ruangan tempat di mana ia mengerjakan semua pekerjaannya.


Wina terus berusaha untuk fokus pada pekerjaannya, sementara Aldi selalu saja membuat konsentrasi Wina buyar.


Akhirnya Wina memanggil Ayu untuk menemaninya di ruangan kerja, dengan dalil membantu Wina dalam menyelesaikan file-file yang harus ia bawa ke hadapan klien.


Tidak menunggu lama Ayu pun datang dengan membawa setumpuk file yang diminta oleh Wina.


Melihat Ayu bersama dengan Wina di satu ruangan, Aldi pun merasa kesal dan keluar dari ruangan tersebut.


Wina tersenyum puas melihat Aldi keluar dari ruangannya.


'' Akhirnya, Si Penguntit itu keluar juga, baru nyaman otak gue bekerja tanpa melihat itu cowok.'' gumam Wina dengan lega.


Wina kembali melanjutkan pekerjaannya bersama dengan Ayu yang menemaninya dan membantunya di ruangan tersebut.


Semenjak ini pula, Ayu dan Wina menjadi dekat dan akrab.

__ADS_1


Dan Wina masih belum memahami maksud Ayu mendekatinya, dan Wina masih belum tahu kalau Ayu adalah musuh dalam selimut, yang bisa Kapan saja menerkamnya dari depan maupun belakang.


...----------------...


__ADS_2