
Pagi ini, Wina tampak berbeda. Penampilan
nya tidak seperti biasa nya.
biasanya Wina hanya menggunakan baju kemeja longgar dan memakai rok.
tetapi pagi ini tampak Tina berpenampilan baru dengan menggunakan kemeja berbahan Street dan celana jeans. hal tersebut membuat Vina tampak semakin mempesona.
Rambut yang biasa di kuncir tinggi pagi ini ia menggerai rambutnya dan hanya satu pita kecil sebagai pemanis penjepit di bagian poninya.
Bibir yang sedikit diberi polesan warna pink kemerah-merahan.
Saat baru tiba di parkiran kantor Wina langsung disambut oleh Aldi dan sejak tadi menunggunya.
'' Pagi cantik?'' sapa Aldi yang melihat kedatangan Wina dari jauh.
Wina hanya mengembangkan. senyuman di sudut bibirnya.
" Hari inilah Tempat Berbeda ya, kira-kira Ada apa ya?. lo lagi happy? atau lo takut kalau sayang dengan cewek-cewek selingkuhan kekasih tercinta loh?'' kata-kata yang sangat menohok di telinga Wina.
'' Bukan urusan lo!'' jawab Wina tegas.
'' Aduh aduh, udah cantik-cantik tapi malah marah-marah. ntar cantik nya hilang loh.''.
Wina tidak menggubris kata-kata Aldi, Iya terus berjalan dengan pandangan lurus ke depan.
Setiap karyawan kantor yang memandang dibuatnya terpesona.
Wina tidak memperdulikan tatapan semua orang yang melihatnya.
Setibanya di dalam ruangannya, Iya melihat Ayu sedang duduk memainkan ponsel di meja kerjanya.
Seketika Wina teringat saat Julio bersama dengan Ayu, sempat membuat terpancing emosinya.
'' Pagi mbak Wina, Wah tempatnya hari ini Mbak terlihat fresh ya?'' Safa Ayu seakan tidak memiliki kesalahan terhadap Wina.
'' Jangan keasikan hp- melulu Ayo kerja kerja'' suruh bilang dengan tegas.
Ayu hanya terdiam mendengar kata-kata Wina, aku lalu membuka laptopnya jangan mulai pekerjaannya. namun dalam hatinya menggerutu dengan sikap Wina.
Wina yang sengaja melirik ke arah Ayu yang sangat jengkel dan mendongkol kepadanya.
__ADS_1
Ayu benar-benar tidak merasa memiliki salah kepada Wina. karena Ayu memang tidak tahu hubungan antara Wina dan Julio.
Wina boleh membuka laptopnya, ponselnya pun berdering.
Tanpa nama Julio ada di layar ponselnya Ingin rasanya ia melempar ponsel itu, tapi semua itu diurungkannya.
'' Halo pagi sayang, Udah sarapan belum'' terdengar suara lelaki yang sangat dicintainya di seberang jaringan seluler ponsel milik Wina.
'' Halo juga, sudah kok! lo sendiri bagaimana apa lo sudah sarapan" jawab Mina berusaha menutup kekecewaannya kepada Julio.
" Sepertinya ada sesuatu yang lo sembunyikan deh? Ada apa sayang?'' Julia mencoba menembak perasaan Wina yang terdengar dari suaranya yang berat menjawab panggilan darinya.
''Hmmmm, tidak ada apa-apa kok, Gue cuma lagi sibuk aja nih!" jawab Wina Ketus.
'' Lagi sibuk ya, Oke deh kalau gitu, tapi ntar kita makan siang bareng ya ? Gue jemput lo ke kantor. '' Ajak Julio.
'' Oke gue tunggu!'' jawab Wina lalu mematikan ponselnya. lalu Wina meletakkan pulsanya ke laci meja kerjanya.
Sementara Ayu diam-diam menguping pembicaraan Wina dengan orang yang ada di ponselnya.
'' Tangan dibiasakan menguping ya!'' nyindir Wina kepada Ayu.
Ayu terkejut mendengar sindiran dari Wina.
Terdengar suara pintu ruangan dibuka, Wina melirik ke arah pintu dan melihat sesosok laki-laki yang sangat tidak disukai.
'' Hai pagi semua, ada yang bisa gue bantu nggak'' Sapa Aldi dengan gayanya.
'' Enggak kok pak, masih aman terkendali!'' jawab Ayu dengan senyum ramahnya.
'' Oke bagus kalau begitu lanjutkan!'' jawab Aldi mengacungkan jempolnya kepada Ayu
Aldi melirik ke arah Wina, yang tidak mengajukannya dan tetap fokus pada laptopnya.
Aldi pun tidak berani mengganggunya, karena ada tahu jika melakukan pekerjaan dan ia terganggu maka semua pekerjaan yang akan kacau dan ia pun akan marah besar.
Aldi duduk di mejanya dan menyalakan laptopnya. Aldi pun mulai mengerjakan file-file yang sudah menumpuk di mejanya.
Sesekali Aldi tetap melirik ke arah Wina.
namun Aldi hanya bisa tersenyum setelah melihat Wina.
__ADS_1
Wajah Wina tampak semakin cantik di mata Aldi, semakin Wina menolak cinta Aldi maka Aldi pun semakin bertambah Mencintainya. Walaupun Wina tidak pernah menerimanya Tapi tetap saja paginya dirinya adalah milik Wina dan tidak akan ada yang menggantikan Wina di hatinya dan hidupnya.
'' Walaupun gue nggak bisa memiliki lo, tapi Gue hanya buat lo selamanya, meskipun dia harus menunggu hingga maut gue tiba.'' Aldi berbicara sendiri pada dirinya sambil menata Wina yang ada di hadapannya tengah fokus bekerja.
Tidak terasa aja makan Siang pun tiba, kembali telepon Wina berdering, tanpa ditebak oleh Wina yang menelpon adalah Julio.
'' Sayang gue udah ada di luar kantor lo nih, Gue tunggu ya segera.'' terdengar suara Julio di dalam ponsel Wina.
Wina tidak menjawab apapun Ia hanya langsung mematikan ponselnya dan keluar dari ruangannya.
Saat tiba di luar kantor tanpa Julia menunggunya dalam mobil Terios putih milik Julio.
Tanpa basa-basi Wina naik ke dalam mobilnya, dan tersenyum kepada Julio.
''Hmmmmm, sepertinya ada yang baru dari lo hari ini?'' goda Julio.
'' biasa aja kok, lo nya aja selama ini kamu perhatikan gue.'' kata Wina Ketus.
'' Masa sih, tapi biasanya lo nggak seperti ini deh. hari ini penampilan lo jauh berubah dan lebih semakin tambah cantik. buat gue makin sayang dan cinta sama lo.'' Julio kembali memainkan rayuannya.
'' Iya gue cuma mencoba berubah lebih baik kok, karena pelakor itu berada di mana-mana. dan gue nggak mau aja ada wanita kegantenan ngedeketin pacar gue.'' jawab Wina menjelaskan perubahan penampilannya.
'' Lo kenapa? Jika gue ada salah udah bilang aja langsung. Lo marahin aja gue nya langsung. Jangan bersikap seperti ini dong!'' Julio mencoba membujuk Wina.
''Lo nggak ada salah kok, mencari rumahnya salah jika gue merubah penampilan gue demi orang yang mencintai?'' Wina memojokkan Julio dengan pertanyaannya.
''Yaaaa, gak salah sih, tapi sepertinya lo sangat kesal sekali ke gue. dan sepertinya ada yang disembunyikan dari gue yang membuat lo marah seperti ini.'' kata Julio yang masih belum menyadari Apa kesalahannya yang membuat Wina kecewa.
'' Nggak ada yang gue sembunyikan kok, bikin gue lagi jenuh aja karena pekerjaan gue lagi numpuk.'' Wina beralasan menutupi kekecewaannya.
'' Benarkah? kalau begitu besok kita pergi jalan-jalan ya ke satu tempat yang bakalan ngebuat kejenuhan Lo hilang dan otak Lo fresh lagi.
Wina hanya tersenyum merespon kata-kata Julio.
'' Nah gitu dong, hati gue kan jadi adem lihat senyuman lo.'' kata Julio menggombal.
'' Pantes banyak cewek yang nyantol ke Lo, semua karena gombal lo.'' kembali Wina melayangkan kekesalannya.
'' Cuma satu cewek yang nyantol di hati gue yaitu Lo.'' Kata Julio seraya menggenggam tangan Wina. Mencoba meyakinkan Wina kalau hanya dia yang ada di hatinya.
Kembali suasana hening, Julio fokus mengendarai mobilnya dan menyala hanya melata ke arah jalan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...