One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 22


__ADS_3

Setelah menemui Rendy dan tidak juga mendapatkan informasi apapun,Hans langsung saja menuju ke rumah Wina.


Hans mencari tahu langsung kepada keluarga Wina.


Setelah sampai di rumah Wina hans disambut hangat oleh Papa Wina.


''Nak Hans, lama tidak main ke sini? '' Sapa Papa Hans.


''Iya om, maklum banyak tugas kuliah. ''Jawab Hans.


'' Oh begitu, bagus lah, semangat ya belajar nya. '' Papa Wina memberikan support pada Hans.


''Pasti om! Wina nya ada Om? '' Tanya Hans yang memulai penyelidikan nya( Udah kayak detektif aja Hans).


''Ada di kamar, semenjak kejadian malam itu, Wina lebih sering mengurung diri di kamar. '' Ucap Papa Wina dengan wajah tertunduk.


'' kejadian apa yang Om maksud? ''Tanya Hans yang mulai kepo.


'' Mama Wina memergoki Wina yang sedang pacaran bersama cowok yang menggunakan Motor gede. Dan Cowok itu hendak mencium Wina'' tutur Papa Wina.


''Jadi itu penyebab nya''gumam Hans yang nyaris tidak tidak terdengar.


''Mmm om boleh bicara dengan Wina nya Om? "Tanya Hans dengan sangat sopan pada Papa Wina.


''Boleh Nak Hans, Kamu bisa panggil aja Wina nya. Siapa tau Wina mau cerita dan bisa mengerti maksud Mama nya. ''Kata Papa Wina.


''Win, Wina? " Hans mengetuk pintu kamar Wina.


Tidak ada terdengar suara sahutan dari dalam kamar tersebut.


''Wina, please buka dong pintu nya.''Hans masih berusaha agar Wina mau membukakan pintu.


''Gue gak mau ketemu sama siapapun''Teriak Wina dari dalam kamar.


''Wina, gue bawa kabar mengenai Rendy''Kata Hans yang memelankan suara nya.


Tidak beberapa lama, Wina membukakan pintu dan keluar.


''Kabar apa yang Lo bawa? '' Ucap Wina ketus.


''Rendy ingin mengakhiri hubungan kalian'' kata Hans dengan berbisik ke telinga Vina.


''Apa? Gue gak percaya, Lo bohong kan? Lo disuruh mama gue kan mengatakan ini kepada gue. Agar gue membenci Rendy?'' Wina berdiri dan menjauh dari Wina.


'' Itun benar Wina, tadi gue menemui Rendy. dan Rendy mengatakan semua itu ke gue.'' kata Hans untuk meyakinkan Wina.


'' Sebaiknya lu pergi dari rumah gue, dan jangan pernah Lu berusaha menemui gue dan bicara lagi pada gue.'' Bentak Wina lalu masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya.


'' Maafin gue Wina, gue Terpaksa melakukan hal ini. karena sejak awal gue tidak menyukai lo dekat dengan Rendy.'' ucap Hans yang berjalan dengan wajah tertunduk.


'' Bagaimana Nak Hans, Apa kah Wina sudah mau bicara? " Tanya Papa Wina dengan penuh harap.

__ADS_1


''Maaf Om Wina tidak mengatakan apapun. pun'' Ucap Hans dengan wajah murung.


''Mungkin Wina masih membutuhkan waktu untuk sendiri. ''Kata Papa Wina.


''Kalau begitu saya pamit dulu ya Om. '' Hans berpamitan dan menyalami Papa Wina.


''Jadi itu permasalahannya, tapi kenapa Mama Wina begitu marah jika hanya sekedar di cium?. Pemikiran orang tua memang kolot ya.'' Hans menggelengkan kepala nya dan tersenyum.


Hans langsung pulang, dan sesampainya di rumah, ternyata Rima telah duduk di ruang tamu rumah Hans.


'' Rima lu di sini? apa sudah lama lo menunggu?'' kata Hans yang berjalan dengan tertatih-tatih.


''Belum 2 jam kayak nya." Kata Ibu Hans tiba-tiba sambil membawakan segelas jus lemon untuk Rima.


''Terimakasih Tante! "Rima sangat lembut dalam bertutur kata.


''Iya sayang, Sama-sama'' Mama Hans membalas keramahan Rima.


''Kalian satu kampus? '' Tanya mama Hans yang duduk di samping putra ke tiga nya itu.


''Iya Tante, tapi Hans kakak kelas Rima''Kata Rima malu-malu.


''Oh, begitu''Mama Hans mengangguk-angguk mengiyakan kata-kata Rima.


''Hans kamu temani nak Rima dulu ya, mama mau lanjutin pekerjaan di belakang dulu.'' Kata Mama Hans.


''Iya Ma''Jawab Hans.


''Iya, Tante! ''Rima sambil mengangguk.


Kini hanya Rima dan Hans yang berada di ruang tamu.


''Ada apa Lo kesini? Gak ngasih tau gue pula? "Tanya Hans membuka kesunyian suasana di ruang tamu.


''Tiba-tiba Gue kangen aja sama Lo, memang nya tidak boleh kalau gue kangen sama pacar gue? " Tanya Rima dengan genit.


''Oh tentu saja boleh, secara pacar Lo ini kan tampan dan ngangenin. ''Hans sambil terkekeh-kekeh.


Mereka tertawa bersama-sama, dan saling berpandangan.


''Lo dari mana tadi? Kenapa telat pulang nya?''Tanya Rima yang mulai mengusut kemana Hans.


''Biasa nongkrong bareng teman-teman''Jawab Hans dengan berbohong.


''Oh Gue kira ke rumah Wina'' kata Rima sinis.


''Jadi Lo mencurigai Gue?''Hans tersinggung dengan kata Rima.


''Mmmm, bukan maksud gue begitu.''Rima segera meluruskan maksud nya karena melihat Hans berubah sikap.


''Lalu apa?, harusnya Lo bisa bedain kepada siapa Lo harus nya cemburu.''Kata Hans.

__ADS_1


''Memangnya kenapa Gue gak boleh cemburu sama Wina? '' Tanya Rima yang mulai jengkel mendengar nama Wina.


''Tentu saja tidak boleh, karena Wina itu hanya sahabat Gue, bahkan sudah seperti adek Gue sendiri.'' Tutur Hans.


''Tapi cara Lo perhatian ke Wina itu berlebihan Hans.''Sela Wina.


''Gue merasa biasa-biasa aja.''Jawab Hans singkat.


Rima hanya menghela napas panjang, seakan tidak menerima kata-kata Hans.


Karena malas berdebat soal Wina lagi, Rima memutuskan untuk pulang.


''Gue balik aja kalau begitu'' Kata Rima yang berdiri dan pergi tanpa pamitan ke ke Mama Hans.


Dengan kesal dan jengkel Rima pulang, dan mengendarai motor jua dengan kecepatan tinggi.


Saat di lampu merah, Rima melihat Rendy duduk di taman kota seorang diri.


Raut wajah yang murung dan seperti orang yang putus asa.


Rima merubah pikirannya yang tadi nya hendak menemui Wina tetapi ia memutuskan untuk menemui Rendi.


''Hai Bang Rendy, kenapa menyendiri disini? '' Sapa Rima.


'' Eh Dik Rima, dari mana?''Rendy tidak menjawab pertanyaan Rima justru balik bertanya pada Rima.


''Tadi nya Gue dari rumah Hans mau pulang, eh lihat ada Bang Rendy jadi gue mampir deh. ''Jawab Rima dengan Riang.


'' Oh begitu, ya sudah sekarang Lo balik langsung ke rumah ya. Nanti nyokap bokap Lo malah khawatir, jam segini putri nya belum balik. ''Nasehat Rendi seperti ia menasehati adik nya.


''Gue bakalan balik, tapi Abang harus jawab dulu pertanyaan Gue!'' Rima bertingkah seperti anak kecil yang manja.


''Pertanyaan yang mana?''Rendy pura-pura tidak mengerti pertanyaan yang Rima maksud.


''Kenapa Abang sendirian disini dan terlihat murung?'' Rima kembali mengulangi pertanyaan nya.


Rendy hanya terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Rima.


...****************...


Selamat membaca reader...


Semoga selalu dalam lindungan Allah.


Jangan lupa


Like, Fav dan gift nya...


terimakasih🤗


''

__ADS_1


__ADS_2